Chapter 39

1.7K 57 18
                                        

Lima tahun kemudian.

Vallen tersenyum menatapi kakek, nenek dan putra kecilnya yang kini sedang asik bermain bersama anak-anak anjing peliharaan mereka dari jendela dapur yang terbuka lebar sambil menyiapkan segelas susu hangat dengan roti dan sosis panggang untuk sarapan putranya yang kini sudah berusia empat tahun.

Vallen pun menghela napas panjang saat dia merasakan jika sepertinya waktu cepat sekali berlalu. Hingga tanpa terasa dia telah melewati berbagai hal baik dan hal buruk di dalam hidupnya. Dan semangat hidupnya semakin bertumbuh mekar setelah dia berhasil mempertahankan kehamilannya dan melahirkan putra laki-lakinya yang begitu tampan, cerdas dan juga sehat.

Vallen kini telah membuka lembaran baru dan membangun kehidupannya dari awal bersama dengan Vasly dan Zofia serta putra laki-lakinya yang dia beri nama 'Nate'. Mereka kini hidup dengan sederhana dan di penuhi dengan kebahagiaan di pegunungan Ukraina yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, dimana GPS tidak lagi tahu dimana kini dia berada. Setiap pagi hanya akan ada suara desiran dari pohon cemara yang tertiup angin serta suara kicauan burung di udara yang begitu mendamaikan.

Dan hari ini Vallen telah memulai harinya sebagai seorang ibu dengan merawat berbagai tanaman, memanen hasil kebun, memetik wortel, bit, dan kubis segar untuk dia jadikan salad buatan sendiri. Lalu sekembalinya dia kerumah, Vallen langsung menyalakan tungku kayu milik mereka untuk memulai memasak dan membuat acar kubis, acar mentimun dan acar paprika yang akan dia awetkan untuk persediaan di musim salju mendatang. Meski pun bekerja keras tetapi Vallen tidak pernah melupakan untuk mengurus Nate, putra kesayangannya dengan penuh kasih sayang dan cinta yang tak berujung.

Vallen memang sengaja tidak memberikan nama lain di belakang nama putranya dia hanya memanggil malaikat kecilnya dengan 'NATE'. Ya, Vallen tahu, seharusnya Nate memiliki nama Patterson di belakang namanya.

Namun entahlah...

Vallen hanya tidak ingin terus merasa terluka dan tertekan setiap kali dia harus mendengar dan mengingat nama pria itu. Dia hanya ingin melupakan semua tentang Dante. Meski pun sangat sulit baginya untuk melupakan sosok pria itu di dalam kehidupannya terutama saat dia melihat wajah kecil milik Nate yang memang begitu mirip dengan Dante tapi sekuat tenaga Vallen selalu menyingkirkan perasaan cinta dan rindunya pada Dante, seberapa pun sakit yang harus dia tahan Vallen akan tetap menelannya sendiri.

Nate benar-benar telah mewarisi ketampanan Dante, anak itu memiliki iris berwarna abu-abu seperti Dante. Nate juga memiliki rambut berwarna hitam pekat seperti Dante, begitu juga dengan alis dan bulu matanya yang begitu tebal. Bisa di katakan jika Nate benar-benar mewarisi segala yang ada pada Dante.

Vallen pun kembali membuang napas lelahnya kemudian segera menaruh gelas berisi susu hangat serta piring berisi sosis dan roti panggang di atas meja makan lalu berjalan menuju halaman belakang untuk memanggil buah hatinya.

"Nate..." Panggil Vallen lembut dengan mengulas senyum hangatnya.

"Mommy..." Nate kecil berlari dengan tawa riangnya untuk menyambut ibunya yang kini sedang berjalan ke arahnya.

Vallen lantas merunduk dan mencolek hidung kecil Nate dengan gemas. "Anak mommy sudah selesai memberi makan kelinci dan anak anjingnya hmm...?"

Nate mengangguk sebelum dia melingkarkan tangannya pada leher Vallen untuk memeluk ibunya. "Yes, mom, aku juga telah membantu kakek memberi makan anak domba dan anak ayam milik kakek yang sangat banyaaaak itu."

Vallen kemudian menggendong putranya sambil melihat wajah Nate. "Oh ya... Kenapa kau pintar sekali? Baiklah sekarang giliran anak mommy yang tampan ini untuk memakan sarapannya."

"Tapi setelah sarapan apa aku boleh ikut dengan mommy pergi ke pasar untuk menjual cherry-cherry kita?"

Vallen berpikir sebentar sambil memutar bola matanya sebelum menjawab. "Hmm... baiklah karena Nate sudah membantu kakek memberi makan anak domba dan ayam milik kakek, Nate boleh ikut bersama mommy ke pasar."

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang