🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bonusnya aku kasih visual foto Dante Petterson ya, ganteng ree suami orang😆😆❤️
Sial!
Vallen mengumpat di dalam hati sambil memegangi handuk yang hampir saja terlepas dari tubuhnya kemudian kembali mendorong Dante untuk menyingkir dari hadapannya.
"You can't get away from me." Dante menarik lengan Vallen ketika wanita itu hendak pergi dari hadapannya.
Vallen mengusap air matanya dengan satu tangannya yang bebas. "Dante... aku mohon pergilah! mulai sekarang biarkan aku tenang dan menjalani hidupku dengan nyaman." Bibir Vallen bergetar saat dia mengerjapkan kedua matanya untuk menormalkan kembali pengelihatannya yang buram oleh air mata yang kini menggenang di pelupuk matanya.
Dante pun terdiam. Kedua matanya kembali menerawang jauh kedalam manik coklat milik Vallen. Begitu pun dengan Vallen yang seolah kembali tenggelam pada kedua bola mata kelabu milik pria itu. Vallen tidak bisa, dia tidak bisa mengalihkan kedua matanya untuk berhenti menatap pada wajah dengan rahang tegas yang di tumbuhi oleh bulu tipis yang membuat hatinya kini semakin mendamba.