Chapter 43

3.6K 102 28
                                        


Sial!

Vallen mengumpat di dalam hati sambil memegangi handuk yang hampir saja terlepas dari tubuhnya kemudian kembali mendorong Dante untuk menyingkir dari hadapannya.

"You can't get away from me." Dante menarik lengan Vallen ketika wanita itu hendak pergi dari hadapannya.

Vallen mengusap air matanya dengan satu tangannya yang bebas. "Dante... aku mohon pergilah! mulai sekarang biarkan aku tenang dan menjalani hidupku dengan nyaman." Bibir Vallen bergetar saat dia mengerjapkan kedua matanya untuk menormalkan kembali pengelihatannya yang buram oleh air mata yang kini menggenang di pelupuk matanya.

Dante pun terdiam. Kedua matanya kembali menerawang jauh kedalam manik coklat milik Vallen. Begitu pun dengan Vallen yang seolah kembali tenggelam pada kedua bola mata kelabu milik pria itu. Vallen tidak bisa, dia tidak bisa mengalihkan kedua matanya untuk berhenti menatap pada wajah dengan rahang tegas yang di tumbuhi oleh bulu tipis yang membuat hatinya kini semakin mendamba.

Sial! semua yang ada pada Dante bahkan benar-benar indah dan mendekati sempurna. Vallen sangat merindukannya... sangat. Tapi ada hal-hal yang membuat dia pada akhirnya memutuskan untuk tidak ingin kembali lagi kepada Dante. Apa yang pernah pria itu perbuat benar-benar telah menorehkan luka yang begitu dalam hingga membuat Vallen tidak ingin lagi kembali dengan seorang pria_ yang bahkan belum selesai dengan masalalunya.

"Vallen, apa kau berpikir jika aku akan melepaskan dirimu setelah lima tahun lamanya aku mencarimu, hm?" Kata Dante pelan. Dan tatapan Dante yang mengarah pada wajah Vallen kini beralih menatap pada tubuh Vallen yang hanya terbalutkan oleh handuk putih yang menutupi tubuh telanjangnya.

Menyadari tatapan mesum Dante yang kini tengah menatap tubuhnya, Vallen pun langsung membenarkan dan memegangi handuknya yang hampir saja melorot menggunakan kedua tangannya. "Brengsek! beraninya kau menatapku seperti itu!"

Dante tersenyum tipis nyaris menyeringai saat dia melihat sikap Vallen yang kini semakin gugup setelah bertahun-tahun lamanya dia hanya mampu melihat tubuh dan wajah wanita itu dari lukisan besar yang terpajang indah di dalam ruangan pribadinya.

Dante pun menarik tubuh Vallen kemudian melingkarkan kedua tangan kekarnya pada pinggang wanita itu dan menahannya dengan kuat.

"Dante! Le-pas!" Vallen mendesah frustasi. "Dante! What are you doing?! Let me fucking go!"

Vallen tahu sekarang dia bahkan tidak bisa lari dari Dante meski pun dia meronta ingin melepaskan diri darinya. Karena Pria itu telah menahannya dengan sangat kuat menggunakan kedua tangannya yang dia lingkarkan pada tubuh Vallen. Sehingga tidak ada jalan lain bagi wanita itu selain harus menghadapi kembali kegilaan dari Dante dengan jantungnya yang sudah seperti ingin meledak-ledak.

Hmmmpphh...

Lagi-lagi Dante menghendus ceruk leher wanita itu dalam-dalam, menghirup aroma tubuh Vallen yang kini telah menjadi aroma favoritnya. "Kau berubah, princessa. Kau terlihat lebih dewasa dan semakin cantik. Kau membuat diriku semakin menggilai dirimu."Dante berbisik pelan.

Vallen memejamkan matanya sejenak dengan napasnya yang memburu cepat.

Kini kedua mata mereka kembali saling menatap intens. "Hari ini adalah hari ulang tahunmu_ tepat yang ke 25 tahun bukan?" Jantung Vallen seperti ingin melompat jatuh dari tempatnya. Terutama ketika wajah mereka benar-benar dekat dengan hidung mereka yang nyaris bersentuhan. Dan membuat Vallen dapat merasakan dengan jelas bagaimana hembusan napas beraroma mint dari pria itu yang kini menerpa kulit wajahnya hingga mampu membakar seluruh syaraf-syaraf akal sehatnya.  Terutama saat jari telunjuk Dante menyentuh belahan payudaranya yang terlihat penuh karena handuknya yang hampir melorot.

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang