Chapter 28 (Warning 21+)

11.2K 70 16
                                        

Area dewasa! Kalian yang belum cukup umur bisa skip chapter pedas dengan kata-kata yang cukup eksplisit ini.

Makasih dan jangan lupa votenya. Karena menulis tidak semudah seperti membaca.
Apa lagi mengeditnya🥴

Vallen Cooper

Vallen membenamkan diri dalam keindahan pemandangan alam Kolombia, menikmati area hijau dari bangunan rumah yang di dominasi oleh dinding-dinding kaca dan di kelilingi oleh pemandangan panorama yang sangat menakjubkan di kota Olaya Antioquia

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Vallen membenamkan diri dalam keindahan pemandangan alam Kolombia, menikmati area hijau dari bangunan rumah yang di dominasi oleh dinding-dinding kaca dan di kelilingi oleh pemandangan panorama yang sangat menakjubkan di kota Olaya Antioquia.

Dari kamarnya, Vallen bisa melihat sekaligus menikmati pemandangan sungai yang mengalir pelan dan hijaunya bukit-bukit megah nan tinggi sebagai view- di sekeliling kamarnya.

Masih di wilayah Kolombia, setelah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, Dante memutuskan untuk beristirahat semalam di sebuah Villa di daerah pegunungan sekitar Olaya Antioquia, hanya sekitar dua jam dari wilayah Olaya Hererra.

Vallen terpaku ketika melihat pemandangan sore hari nan indah di hadapannya tersebut. Rasa-rasanya kelelahannya kali ini sedikit terobati dengan memandangi bukit-bukit hijau di sekitar Villa tersebut.

"Dimana, Dante?" Vallen bergumam, dia tidak tahu apa yang terjadi kepada dirinya sehingga dia mempertanyakan sendiri keberadaan pria itu saat ini. Vallen yang seolah tersadar kembali dia pun lantas segera mengerjapkan kedua matanya sembari menggelengkan pelan kepalanya.

Hufffhhhh. Vallen membuang napasnya kasar.

Sial! Aku pasti sudah gila! Tentu saja, apa peduliku tentangnya. Vallen membatin.

Wanita itu terdiam. Ingatannya tiba-tiba saja kembali tertuju kepada Christopher.

Chris. Kau pasti sedang berperang mempertaruhkan hidup dan matimu sekarang di sana. Saat ini mungkin aku, aku, telah menjadi bagian dari seorang Dante Petterson, tanpa aku sadari Chris. Even though I know your father is guilty, namun aku tidak bisa membencimu begitu saja. Karena kesalahan ayahmu tentu saja bukanlah kesalahanmu.

Vallen menelan ludahnya merasakan berbagai perasaan berkecamuk di dalam batinnya. Betapa dia begitu merindukan sosok hangat itu.

Christopher Back, I hope you will be okay. Vallen kembali bergumam.

Dari teras balkon kamarnya wanita itu tetap terdiam, memandang lurus ke arah depan, meski pun dia tahu seseorang kini datang kedalam kamarnya lalu berjalan mendekatinya dari arah belakang.

Siapa lagi jika bukan Dante yang berani keluar masuk ke dalam kamar yang dia tiduri.

Vallen tertawa miris.

Tentu saja karena Dante adalah suaminya. Dia berhak atas Vallen, dia memiliki kuasa atas hidup Vallen. Semua yang dia lakukan harus melalui persetujuan dari seorang Dante Petterson terlebih dahulu.

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang