Chapter 23 "Warning(21+)"

21.2K 113 13
                                        

Happy Reading.

Happy Reading

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.



"Vallen Pov"


"Kau masih ingin diam, dan tidak mau berbicara padaku?"

Dante menekan ujung rokoknya ke dalam asbak. Pria itu bangkit dari atas sofa tunggal lalu berjalan menuju ke arahku yang saat ini sedang berbaring di atas tempat tidur, memunggunginya. Selimut menutupi tubuhku.

Dia lalu mendekat hingga aku dapat merasakan jika tangannya kini mulai menyentuh dan melingkari perutku. Dante berusaha mencumbu leherku, kemudian berbisik. "Bisa kau tidak mengabaikanku ketika aku berada di dekatmu, hm?"

Rasanya aku sudah sangat muak untuk menimpali semua ucapannya. Karena aku tahu, setiap kali aku dan Dante berbicara, pembicaraan kami hanya akan berakhir dengan sebuah pertengkaran dan umpatan yang tidak akan pernah ada ujungnya.

"Vallen." Dante memutar tubuhku menghadap ke arahnya hingga wajah kami berhadapan, kedua mata kami kini saling bertemu dan bertatapan untuk waktu yang cukup lama. Aku pun beralih menatap pada tubuh kekarnya yang kini hanya terbalutkan oleh sehelai handuk yang melilit pada pinggangnya.

Rambutnya terlihat basah, usai mandi. Sialnya keadaannya saat ini benar-benar begitu mengancam pertahanan harga diriku. Tapi tidak! Sebisa mungkin aku akan menahannya dan tidak akan membiarkan dia meruntuhkan kembali pertahanan harga diriku.

"Apa maumu, Dante? Jangan coba-coba kau menyentuhku!"

"Kenapa tidak? Aku berhak menyentuhmu."

"Jika tidak ada kata lain yang ingin kau katakan, lebih baik kau pergi dari kamar ini dan menjauh dariku."

Dante terkekeh pelan. "Cih, keras kepala."

"Kau bilang aku keras kepala? Kenapa kau sangat bodoh?! Aku masih sangat marah padamu!" Aku mendorong dadanya untuk menjauh dan segera beranjak dari tempat tidur, namun tanpa aku duga dia menarik pergelangan tanganku sehingga membuat tubuhku yang mungil ini kembali terhempas dan terjatuh ke atas tempat tidur.

"Aaahkk- What are you doing?"
Brengsek! Aku bahkan tidak bisa bergerak karena tubuhnya saat ini menahan pergerakanku di atasku. "Kau ingin memperkosaku, heh?!

"Yes I will fuck you again." Jawab Dante dengan nada tenangnya. "Aku ingin tahu... apa kau masih bisa menolak diriku jika aku melakukan hal ini padamu, hmm." Dia mendaratkan sebuah kecupan singkat pada bahuku.

"Stop it, Dante!"

"Kenapa aku harus berhenti, hm? jika aku bisa melanjutkannya?" Tubuhku menegang ketika kedua manik kelabunya kembali menatapku begitu dekat. Hembusan napasnya yang beraroma mint bercampur nikotin kini menerpa halus kulit wajahku.

Aku berusaha menarik napas pelan, memejamkan kedua mataku lalu berkata. "Aku tidak mau! Aku tidak mau kau menyumpal kembali mulutku dengan penis sialanmu itu, Dante!!!" Teriakku, berusaha melepaskan diri dari cengkraman tangan pria di atasku.

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang