Chapter 37

3.3K 80 15
                                        


Dante bangkit dari kursinya. Kemarahan meledak, terpancar jelas dari sepasang manik kelabunya yang memerah. Rahangnya seketika mengeras kaku saat Eldatan meletakkan sebuah kalung liontin bermata zamrud ke atas meja yang ada di hadapannya. Itu adalah kalung liontin bermata zamrud yang dulu pernah Dante berikan kepada Vallen.

"Kami menemukan kalung milik Comare tergeletak di tepi dermaga Pelabuhan Lewiston, Don. Kami juga sudah menyisir setiap sudut pelabuhan itu, tapi sepertinya dia sudah tidak ada lagi di sana," Lapor Eldatan sembari menundukkan kepala sedalam-dalamnya. Ia sama sekali tidak berani menantang tatapan murka Dante yang seolah menghujam jantungnya.

Sorot mata Dante yang tajam terhunus lurus ke depan. Kedua telapak tangannya bertumpu berat di atas permukaan meja.

"Sial! Sudah kubilang jangan pernah tunjukkan wajah kalian sebelum kalian berhasil menemukannya!" Bentak Dante berang.

Mata kelabunya beralih menatap tajam liontin zamrud milik Vallen dengan rahang mengeras. Kalung itu bukan perhiasan biasa. Dante telah menanamkan sebuah alat pelacak super kecil di dalam mata zamrud tersebut. Tujuannya jelas, untuk memudahkannya melacak posisi Vallen jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat pada wanita itu.

Bagaimanapun, pekerjaannya sebagai seorang pemimpin gangster besar, ancaman berbahaya akan selalu mengintai keselamatan Vallen kapan saja. Karena alasan itu pula, Dante sengaja memasang pelacak dan membekali istrinya senjata api demi melindunginya dari incaran musuh maupun pesaing bisnis mereka yang kejam.

"Sepertinya kalung itu terlepas dan terjatuh pada malam saat dia melarikan diri, Don," Tambah Eldatan ragu.

Dante bergeming dengan rahang yang kian berkedut kencang.

Sial! Dante menggebrak meja di hadapannya dengan sangat keras. "Aku tidak mau tahu, kalian harus terus mencarinya! Jika perlu, cari Vallen hingga ke ujung dunia ini!" Gertak Dante pada Eldatan.

Tatapan matanya kemudian beralih menusuk ke arah Evan, Billy, dan Abigail yang sejak tadi duduk tegang di atas sofa ruangan pribadinya. Di sisi lain, Eldatan dan Bob yang berdiri di depan meja Dante semakin mengkerut ketakutan. Mereka benar-benar mengunci mulut, tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun lagi yang bisa memicu amarah dari sang Don.

"Dante!"

Evan mendengus kasar, memecah keheningan yang mencekam. "Kurasa sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk mencarinya. Kau tahu sendiri, semalam banyak anak buah kita yang tewas tertembak, baik di sini maupun di Kolombia. Polisi dan agen intelijen elit Amerika bahkan sudah mengerahkan hampir 600 personel gabungan untuk memburu dirimu selama 24 jam penuh setiap hari!" Evan kembali mendengus frustrasi. "Sial! Semuanya menjadi semakin rumit dan kacau setelah kau menjebloskan Christopher Back masuk ke dalam penjara sialan itu, keparat!"

Sebagai penjahat yang paling diburu di dunia, Dante tentu tahu bahwa semalam agen intelijen Kolombia dan aparat Amerika telah bergerak serentak. Mereka mencegat para anteknya dan membantai anak buahnya di beberapa bar, arena biliar, kasino, hingga titik-titik pos penjagaan di sepanjang rute penyelundupan kokain mereka.

"Ini jebakan, Evan. Dan kita tidak akan kalah jumlah. Aku tetap akan mencari Vallen, apa pun yang terjadi pada Outfit saat ini!" Tegas Dante keras kepala.

"Tidak bisa, Dante! Outfit akan hancur lebur jika kau tetap mengerahkan mereka hanya untuk mencari keberadaan istrimu! Kita bisa kehabisan personel jika kau bersikeras membiarkan mereka berkeliaran di luar. Para aparat itu akan melalap habis seluruh orang kita!" Evan yang semula duduk di sofa kini bangkit berdiri, menatap tajam ke arah Dante tanpa rasa takut.

Dante mendengus murka. "Sial! Kalian semua memang tidak becus!"

Darah Dante mendidih hebat. Dengan sisa kesabaran yang menguap, ia menendang meja di hadapannya hingga terjungkal miring. Hingga membuat seluruh barang dan dokumen di atasnya jatuh berserakan, menghantam lantai dengan suara berdentang keras yang memekakkan telinga.

OBSESSEDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang