Dante bangkit dari atas kursinya. Dan kemarahan sangat jelas terlihat dari kedua mata kelabunya yang memerah. Rahangnya seketika mengeras saat Eldatan meletakan kalung liontin bermata zamrud milik Vallen yang dulu sempat Dante berikan pada wanita itu ke atas meja yang berada di hadapannya.
"Kami menemukan kalung milik comare di tepi dermaga pelabuhan Lewiston, don. Kami juga telah mencarinya di setiap penjuru pelabuhan itu. Tapi sepertinya dia sudah tidak berada di pelabuhan tersebut." Eldatan berkata sambil menundukan wajahnya, saat ini Eldatan bahkan sama sekali tidak berani untuk menatap wajah Dante yang sedang menatap marah padanya.
Sorot mata Dante yang tajam lantas tertuju ke depan dengan telapak tangannya yang dia tumpu di atas meja di hadapannya.
"Sial! Sudah ku bilang jangan tunjukan wajah kalian sebelum kalian menemukannya!" Dante pun lantas menatapi kalung liontin milik Vallen yang berada di atas meja. Kalung liontin bermata zamrud yang sebelumnya sudah dia pasang alat pelacak di dalam mata zamrud tersebut untuk memudahkan dirinya mencari Vallen jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu terhadap wanita itu. Karena tidak menutup kemungkinan jika pekerjaannya sebagai seorang gengster dapat membahayakan Vallen istrinya kapanpun dan di manapun wanita itu berada. Sebab itulah Dante memasang alat pelacak pada kalung yang dia berikan dan memberikan wanita itu pistol untuk melindungi diri dari incaran para musuh atau pun pesaing bisnisnya yang bisa saja sewaktu-waktu beberbuat jahat pada perempuan itu.
"Sepertinya kalung itu terjatuh pada malam dimana dia melarikan diri, don."
Dante mengedutkan rahangnya tidak bergeming sedikit pun.
Fuck! Hingga pada akhirnya Dante pun menggebrak keras meja di hadapannya.
"Aku tidak mau tahu kalian harus terus mencari dia. Jika perlu cari Vallen hingga ke ujung dunia sekali pun!" Dante menggertak Eldatan keras sebelum mata kelabunya melihat ke arah Evan, Billy dan Abigail yang kini duduk dengan ekspresi tegang di atas sofa. Sedangkan Eldatan dan Bob yang kini berdiri di hadapan meja kerja milik Dante, mereka berdua seketika semakin menundukan wajah mereka dan mereka benar-benar tidak berani untuk mengeluarkan suara lagi pada Dante.
"Dante!" Evan mendengkus. "Kurasa sekarang memang bukanlah waktu yang tepat untuk mencari dia. Kau tahu bukan jika semalam banyak anak buah kita yang telah mati tertembak di sini mau pun di Kolombia. Polisi dan agen intelejen elit Amerika telah mengerahkan hampir 600 personil gabungan untuk mencari dirimu hampir 24 jam selama setiap hari, Dante!" Evan mendengkus lagi. "Fuck! Semuanya semakin rumit setelah kau menjembloskan Christopher Back masuk ke dalam penjara itu! keparat!"
Ya penjahat paling di cari di dunia itu tahu bahwa semalam para intelejen Kolombia bersama dengan para agen Amerika telah mencegat para antek-anteknya itu dan menembaki banyak premannya di beberapa bar, biliard, casino dan di titik-titik pos penjagaan di sepanjang rute jalan untuk menyelundupkan kokain-kokainnya melalui jalur darat.
"Ini jebakan, Evan. Dan kita tidak akan kalah jumlah. Aku tetap akan mencari Vallen apapun yang terjadi dengan outfit saat ini."
"Tidak bisa, Dante! outfit akan hancur jika kau tetap mengerahkan mereka untuk mencari istrimu! Kita bisa saja kehabisan anak buah kita jika kau tetap bersikukuh membiarkan mereka berkeliaran mencari Vallen. Para aparat itu akan melalab habis seluruh orang-orang kita!" Evan yang duduk di atas sofa lantas berdiri sambil menatap tajam pada Dante.
Dante mendengkus marah. "Sial! kalian semua bahkan tidak becus!" Dengan kemarahan yang semakin mendidihkan darahnya Dante pun lantas menendang meja di hadapannya hingga terjungkal dan membuat semua barang di atasnya jatuh berserakan ke atas lantai.
"Dante! Apa kau gila?!" Evan berteriak.
Tendangan keras itu terdengar keras di dalam ruangan itu. Hingga semua orang melebarkan matanya karena terkejut.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romance🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante...
