🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
(Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante Petterson...
Part ini sangat panjang 3000+ kata terimakasih yang sudah menunggu setiap chapter Obsessed, semoga kalian semua terhibur dan selalu bahagia serta sehat selalu. Mohonmaaf jika aku jarang update karena harus berbagi waktu dengan kesibukan lain. Tapi aku usahakan bakalan update 3000+ kata perchapternya setiap kali aku akan update.
Happy Reading Dan Mohon maaf jika terjadi banyak typo dalam pengetikan kata.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• •
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Frank, bisa kau jelaskan siapa sebenarnya dalang di balik kecelakaan mobil Profesor Gabrielle beserta istri dan juga anak bungsunya beberapa bulan yang lalu?" Tanya Dante. Pria itu menyuruput alkohol dalam gelasnya hingga tandas.
"Kau mengenal Rojas Birri?" Frank membalas bertanya. Dante sengaja memanggil pria penjagal sapi dari Holoya Harera, Kolombia itu agar datang langsung ke mansionnya.
"Bukankah ia mantan politikus Kolombia yang sempat dipenjara karena kasus pencucian uang dan sekarang telah beralih menjadi pengedar narkoba sekaligus pecandu kokain?" Evan menimpali sembari menepuk abu rokoknya ke atas asbak.
"Hmm— benar. Rojas Birri, dialah satu-satunya saksi yang melihat ketika mobil yang dinaiki Profesor Gabrielle dan keluarganya tengah disabotase seseorang."
"Tapi kenapa pada waktu itu ia berada di tempat kejadian itu?" Tanya Evan sambil mengerutkan keningnya.
"Pada waktu itu ia baru selesai melakukan transaksi narkoba di tempat itu bersama seseorang. Rojas sempat melihat orang itu turun dari mobil lima belas menit sebelum Profesor dan anak istrinya masuk ke dalam mobil tersebut."
"Apa ia tahu siapa orang itu?" Dante bertanya lagi. Ia meraih sebatang rokok dan pemantik api berhiaskan batu safir miliknya dari atas meja.
Frank menggeleng. "Ia tidak melihat jelas orang itu. Pada waktu itu Rojas sedikit mabuk dan keadaan tempat itu cukup gelap, tapi ia sempat menemukan pemantik api ini." Dante mengernyit penuh tanda tanya ketika Frank menyerahkan sebuah pemantik api logam bermotif crocodile kepadanya.