🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante...
Part ini sangat panjang 3000+ kata terimakasih yang sudah menunggu setiap chapter Obsessed, semoga kalian semua terhibur dan selalu bahagia serta sehat selalu. Mohonmaaf jika aku jarang update karena harus berbagi waktu dengan kesibukan lain. Tapi aku usahakan bakalan update 3000+ kata perchapternya setiap kali aku akan update.
Happy Reading Dan Mohon maaf jika terjadi banyak typo dalam pengetikan kata.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• •
"Chris, Apa kau yakin akan pergi bertugas hari ini? Tapi kondisimu belum benar-benar pulih, nak." Christopher tidak merespon sama sekali perkataan dari ibunya, dia hanya terdiam sembari meneruskan kegiatannya yang sedang mengikat tali sepatu di kedua kakinya.
Ketika selesai mengikat tali sepatu, pria itu pun kemudian berdiri dan hendak berjalan menuju ke arah meja sofa untuk mengambil kunci motor sport miliknya yang tergeletak di atas meja tersebut. Namun tiba-tiba saja pria itu meringis sambil memegangi luka tembak pada bahunya yang masih belum belum pulih itu.
Aarrggh. Ellena yang melihat kejadian itu pun langsung meninggalkan aktifitas merangkai bunganya dan segera berjalan cepat ke arah Christopher kini berdiri.
"Chris__ Sebaiknya kau beristirahat dulu, nak, aku khawatir jika lukamu akan semakin bertambah parah."
"Aku baik-baik saja, mom. Luka ini tidak ada apa-apanya bagiku." Ellena hanya bisa menggeleng dan memandangi wajah anak laki-lakinya itu. Luka-luka dan lebam membiru itu bahkan masih terlihat jelas pada wajah Christopher.
Ellena tidak tahu harus berkata apa lagi. Semenjak kejadian buruk yang menimpa pernikahan Christopher dan Vallen, Christopher justru lebih banyak bersikap diam dan dingin terhadap siapa saja yang berbicara dengannya. Sebab itu Ellena paham betul bagaiman kondisi Christhoper saat ini. Maka dari itu Ellena tidak akan melarang apa pun kegiatan positif yang ingin Christopher lakukan jika itu semua bisa melupakan sedikit beban didalam hati putranya tersebut.
"Chris, tunggulah beberapa jam lagi nak, ayahmu akan datang kemari. Dia juga begitu mencemaskan keadaanmu sekarang."
"Mencemaskan?" Christopher terkekeh pelan." Untuk apa dia mencemaskan diriku, mom? dia bahkan tidak ingin hadir di hari pernikahanku bersama Vallen." Christopher meraup rahangnya kasar sembari menengadah kepala dan kembali melihat wajah cemas ibunya. "Aku membencinya! dia selalu mengecewakan diriku, mom. Dia lebih memilih membahagiakan wanita lain dari pada membahagiakan aku anak kandungnya sendiri."
Hubungan Christopher Back dan Adrian Beck memang sudah lama merenggang. Ketika Christopher berusia lima belas tahun, Adrian dan Ellena, mereka memutuskan untuk mengkhiri pernikahan mereka. Dan di waktu itu pengadilan telah memutuskan jika hak asuh atas Christopher jatuh kepada ibu kandungnya, Ellena Back. Dan kekecewaan Christopher bertambah ketika dia tahu, jika ayahnya telah menikah kembali satu bulan setelah dia bercerai dengan ibunya tanpa Christopher tahu kapan dan dimana ayahnya itu telah melangsungkan kembali pernikahan keduanya bersama wanita lain tanpa meminta persetujuan terlebih dahulu kepada dirinya.