🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vallen Pov
"Dante__ What do you want to do?" Dia tersenyum dengan seringaian di bibirnya.
Aku tidak tahu sebenarnya apa yang dia inginkan dariku? Tapi demi apapun__ aku lelah, aku hanya ingin secepatnya pergi dan lepas dari neraka ini. Tetapi aku tidak tahu. Aku tidak tahu, bagaimana caranya aku bisa keluar dari jeratan yang Dante lakukan terhadapku kini? tidak ada yang bisa menolongku untuk lepas dari jeratan pria itu. Aku sendirian. Aku bahkan tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini sekarang.
"Menjadikan dirimu milikku, princesa." Dia lalu meletakan tangan kanannya pada leher ini, menahannya sembari memaksa diriku untuk terus tetap melihat pada wajahnya.
"Dante__" Aku memejamkan kedua mataku ketika jemarinya mulai bermain di bibirku.
"Sialan kau, Dante! I will kill you if you keep fucking touching me! I will--"
"What are you going to do to kill me, hm?" Bisiknya pelan.
Aku tidak menyangka jika pada akhirnya aku akan berakhir di dalam kamar ini bersama Dante. Hingga aku tidak bisa lagi menyumbinyakan perasaan getir dan muak di dalam hatiku ini dengan kembali terisak di hadapannya. Sekarang aku bisa apa? Sedih? Marah? Kecewa? Bahkan rasanya itu semua sudah percuma untukku rasakan.
"Sssttt__ Jangan menangis." Dia mengusap pelan pipi ini lalu berujar. "You are mine, princessa." Aku terkesiap kaget ketika Dante merobek pakaian yang ku kenakan saat ini.
"What are you doing?" Kedua mataku membulat sedangkan kedua tanganku sontak mendorong dadanya untuk menjauh.
"Menjadikan dirimu milikku sepenuhnya!" Ujarnya sembari menahan kedua lenganku ke arah atas. Sementara itu bibirnya kini mencumbu leher dan juga telingaku tergesa-gesa kemudian beralih melumat bibir ini lembut dan menuntut, memasukan lidahnya yang meliuk-liuk di dalam sana.
"Hmmmpp." Dia bergumam di tengah ciuman ini.
"Buka mulutmu." Ujarnya ketika aku berusaha menutup bibirku rapat.
"Buka, princessa." Dante melepaskan cengkraman tangannya lalu berusaha meraih paksa rahangku sembari kembali melumat paksa bibirku ini dengan tergesa-gesa.
Sialan! Rasa-rasanya aku hampir saja kehabisan napas oleh ciumannya itu hingga dengan terpaksa akhirnya aku menggigit bibirnya untuk mengakhiri ciuman ini.
"Sialan kau, Dante!" Dia tersenyum tipis sebelum menjilat bibirnya yang berdarah. "Stop it!" Hardikku dengan napas terengah-engah.
Alih-alih mendengar ucapanku__ Dante justru kembali menyerang leherku ini. "You drive me crazy!" Bisiknya sembari menjilat hingga mengigiti kecil bagian leher dan juga rahangku ini.