Chapter 32

3K 51 16
                                        

Song: Love the way you lie-
Rihanna ft Eminem.










Bagai api yang di guyur dengan api murka. Kesedihan ini semakin bertambah, hatiku sakit namun aku tidak dapat melakukan apapun. Bagaimana membayangkan kembali ketika malam dimana Dante bercumbu dengan wanita lain di dalam rumah ini. Di dalam rumah dimana aku kini berada! Apakah itu tidak cukup? Sehingga dia meniduri wanita acak di saat aku bahkan tidak bisa menghilangkannya dari pikiranku ini. Seolah aku adalah jalang idiot baginya karena memang seharusanya aku tidak pernah mencintainya seperti ini sekarang.

Dunia kita pun berbeda, dia dengan dunianya yang hitam dan aku dengan duniaku yang putih sehingga dia dan aku sepertinya memang tidak akan pernah berhasil dalam pernikahan ini.

Sekuat tenaga aku berusaha untuk menghentikan tangisanku ini. Tapi kenapa air mata sialan ini seolah tak juga ingin berhenti mengalir? Aku pun lantas berbaring dalam posisi meringkuk di atas kasur. Mataku terpejam, tapi air mata ini terus mengalir di kedua mataku hingga membasahi bantal.

Aku hanya terdiam, seperti merasa bahwa bukan hanya kebahagiaan saja yang telah menghilang dari hidup ini. Tapi juga selera untuk bertahan hidup yang kadang seperti teka teki silang yang tak memiliki petunjuk arah menuju pada sebuah kebahagiaan. Hidup bersama dengan Dante sama saja layaknya seperti hidup berdampingan dengan sebuah kematian. Tanpa tawa dan hanya bersimbah duka. Setiap hari hidup bagai terguyur oleh hujan amarah, tanpa adanya payung yang akan menjadi pelindung.

Di dalam pejaman ini, aku bahkan selalu melihat wajah yang ku kenal, wajah yang selalu menyiksa diriku. I and how much I have lied to fucking myself, kini aku mengakui pada diriku sendiri bahwa aku, mungkin telah jatuh cinta pada Dante. Tetapi aku tidak yakin akan apapun itu.

Mungkin aku hanya tak sengaja tersesat kedalam perasaan ini. Hingga aku tidak menyadari fakta bahwa memang pria itu tidak dapat ku gapai seutuhnya. Dan inilah bagian utama tentang Dante yang tidak pernah mengatakan bahwa AKU MENCINTAIMU pada diriku.

Namun kenapa dia selalu membuatku tenggelam lagi dan lagi di antara keindahan kedua matanya setiap kali aku berusaha untuk menepis perasaan cinta ini. Dan setiap kali bayangannya itu lewat di dalam pikiranku ini, rasanya seperti aku sedang menatap reruntuhan yang kini kusebut sebagai rasa cinta.

Aku jatuh cinta pada ketidakmungkinan kita, Dante.

Kau adalah musim yang tidak pernah ku nantikan. Seperti noda tinta yang tumpah pada lembar kisahku. Namun faktanya kau hanya noda yang tak pernah menjadi bagian dari lukisan indah di dalam kehidupanku.

Dan Anna Belle Shirley. Dia adalah sebuah buku yang sampai saat ini belum selesai kau baca, Dante. Namun kau terpaksa harus berhenti karena pada bab selanjutnya tidak lagi tertulis peran wanita itu di dalam kehidupanmu. Karena wanita itu kini harus tergantikan olehku di bab-bab yang baru, dengan plot twist kehidupan yang begitu memilukan.

Sambil terisak dalam diam. Aku menatap dan mengusap pergelangan tangaku yang lecet dan membiru ini setelah Dante yang terus menycengkramnya dengan sangat kuat. Leher dan juga rahangku bahkan masih sedikit lebam dan berdenyut nyeri, tapi aku sama sekali tidak peduli. Karena faktanya sakit di dalam hatiku ini jauh lebih menyakitkan dari pada luka fisik yang telah dia ciptakan.

Betapa jahatnya dia. Hingga aku tak mampu lagi menahan air mataku yang keluar lagi dan kali ini di sertai dengan rasa sesak yang luar biasa di dalam dadaku.

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang