Song: Love the way you lie-
Rihanna ft Eminem.
Bagai api yang diguyur minyak murka, kesedihan ini kian berkobar dahsyat. Hatiku sekarat, tetapi aku tidak memiliki kuasa untuk melakukan apa pun.
Bayangan malam itu kembali berkelebat memuakkan-malam di mana Dante bercumbu dengan wanita lain di dalam rumah ini. Di tempat, di mana aku juga berpijak! Apakah penderitaanku selama ini masih belum cukup bagi pria itu? Bagaimana bisa ia bercinta dengan wanita asing di saat aku bahkan tidak mampu mengusir sosoknya dari benakku? Hingga aku merasa seperti jalang idiot yang begitu bodoh, karena ego ini seharusnya tidak pernah merasakan jatuh cinta kepada pria sekejam dia.
Dunia kami terlampau berbeda. Dante berjalan di bawah naungan dunia hitam yang kelam, sementara aku tertatih di duniaku yang putih. Sejak awal, kami memang tidak akan pernah berhasil dalam ikatan pernikahan gila ini.
Sekuat tenaga aku mencoba menyeka air mata, berjuang menghentikan tangisanku. Namun mengapa bulir-bulir sialan ini seolah enggan untuk berhenti mengalir? Aku pun akhirnya merebahkan tubuh, meringkuk tak berdaya di atas kasur ini. Mataku terpejam rapat, tetapi rembesan air mata tetap lolos membasahi permukaan bantal.
Aku hanya terdiam, seperti merasa bahwa bukan hanya kebahagiaan saja yang telah menghilang dari hidup ini. Tapi juga selera untuk bertahan hidup yang kadang seperti teka teki silang yang tak memiliki petunjuk arah menuju pada sebuah kebahagiaan. Hidup bersama dengan Dante sama saja layaknya seperti hidup berdampingan dengan sebuah kematian. Tanpa tawa dan hanya bersimbah duka. Setiap hari hidup bagai terguyur oleh hujan amarah, tanpa adanya payung yang akan menjadi pelindung.
Di dalam pejaman ini, aku bahkan selalu melihat wajah yang ku kenal, wajah yang selalu menyiksa diriku. I__ and how much I have lied to fucking myself, kini aku mengakui pada diriku sendiri bahwa aku, mungkin telah jatuh cinta pada Dante. Tetapi aku tidak yakin akan apapun itu.
Mungkin aku hanya tak sengaja tersesat kedalam perasaan ini. Hingga aku tidak menyadari fakta bahwa memang pria itu tidak dapat ku gapai seutuhnya. Dan inilah bagian utama tentang Dante yang tidak pernah mengatakan bahwa AKU MENCINTAIMU pada diriku ini.
Namun kenapa dia selalu membuatku tenggelam lagi dan lagi di antara keindahan kedua matanya itu setiap kali aku berusaha untuk menepis perasaan cinta ini. Dan setiap kali bayangannya itu lewat di dalam pikiranku ini, rasanya seperti aku sedang menatap reruntuhan yang kini kusebut sebagai rasa cinta.
Aku jatuh cinta pada ketidak mungkinan kita, Dante.
Kau adalah musim yang tidak pernah ku nantikan. Seperti noda tinta yang tumpah pada lembar kisahku. Namun faktanya kau hanya noda yang tak pernah menjadi bagian dari lukisan indah di dalam kehidupanku.
Dan Anna Belle Shirley. Dia adalah buku yang sampai saat ini belum selesai kau baca, Dante. Namun kau terpaksa harus berhenti karena pada bab selanjutnya tidak lagi tertulis peran wanita itu di dalam kehidupanmu. Karena wanita itu kini harus tergantikan olehku di bab-bab yang baru, dengan plot twist kehidupan yang begitu memilukan.
Sambil terisak dalam sunyi, aku menatap dan mengusap pergelangan tanganku yang tampak lecet dan membiru akibat cengkeraman kasar Dante malam itu. Kulit di leher dan rahangku pun masih menyisakan lebam keunguan yang berdenyut nyeri. Namun, aku tidak peduli lagi pada rasa sakit itu. Faktanya, luka di dalam hatiku jauh lebih menganga dan menyakitkan dibanding luka fisik yang telah ia torehkan pada tubuhku.
Di dalam hati, aku terus merapalkan doa dan berharap bahwa suatu hari nanti, aku akan bisa terbebas dari tempat ini, pergi sejauh mungkin dari jangkauan pria iblis itu. Meskipun aku harus menunggu hingga ratusan tahun lamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romance🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante Petterson...
