Vallen pov
Waktu telah menunjukkan pukul empat sore saat kami tiba di pangkalan jet pribadi yang membawa kami kembali ke Amerika Serikat. Udara dingin khas Amerika langsung menusuk kulit begitu aku melangkah keluar dari pintu pesawat. Pandanganku seketika tertuju pada beberapa pria yang sudah menunggu di bawah; mereka berdiri siaga di samping mobil-mobil antipeluru yang akan menjemput kami untuk pulang ke rumah Dante.
Udara di sini sangat dingin, tidak berbeda jauh dengan atmosfer di Ukraina. Namun, entah mengapa hawa kali ini terasa begitu menggigit hingga menembus ke dalam tulang. Beruntung aku dan Nathalio sudah mengganti pakaian dengan setelan yang cukup tebal. Selain itu, aku juga telah memakaikan syal, kaus kaki, sarung tangan, dan topi rajut tebal pada Nate untuk melindunginya dari cuaca ekstrem seperti ini.
Sial! Selangkanganku masih terasa sangat sakit. Rasa nyeri itu kian bertambah dan menjalar setiap kali aku melangkahkan kaki menuruni tangga pesawat.
Bagaimana tidak sakit setelah Dante menyetubuhiku dengan begitu keras? Ya Tuhan... aku bahkan tidak sanggup melupakan setiap jengkal kejadian panas itu. Bagaimana untuk pertama kalinya setelah sekian lama, kami kembali melakukan hubungan seksual yang begitu intens. Jantungku terus berdebar kencang, terutama saat kepalaku enggan berhenti mengingat setiap patah kata yang keluar dari bibir pria itu.
Aku tidak bisa melupakan bagaimana cara Dante menatapku ketika ia mengungkapkan cintanya, tatapan memabukkan yang mampu membakar seluruh pikiranku. Momen mendetail itu benar-benar melekat erat dan menolak pergi dari ingatanku.
Sekarang, aku bahkan tidak bisa berhenti tersipu malu. Aku bahkan tidak berani menatap langsung ke arah Dante. Rasa malu dan gugup seolah bercampur aduk menjadi satu setiap kali memori tersebut berputar ulang di kepala.
Aku melirik sekilas pada tangan Dante yang saat ini terus menggenggam jemariku erat. Sementara tangan yang lain menggendong Nathalio yang sedang tertidur pulas di atas dadanya. Ia terus melangkah membawa kami masuk ke dalam salah satu mobil yang sudah bersiap.
Aku mengalihkan pandangan ke sekeliling, menatap suasana sore yang tampak sedikit mendung. Rasanya sudah sangat lama sejak terakhir kali aku berada di sini, hingga akhirnya sekarang aku kembali ke negara tempat awal mula masa kelamku tercipta.
Seluruh duniaku berubah drastis ketika Dante datang merangsek masuk ke dalam hidupku, menikahiku secara paksa, dan mengontrol kehidupanku layaknya Tuhan.
Sejak saat itu, aku benar-benar terbelenggu. Aku terjerat dalam dunia yang penuh dengan ketakutan, kekerasan, pengkhianatan, sekaligus kemewahan yang meninggalkan luka begitu dalam.
Namun, kisahku tidak hanya tentang istana Dante yang dibangun dari uang berlumur darah. Ini tentang hidup yang terperangkap dalam kesepian, serta bayang-bayang maut yang selalu mengintai di setiap hari yang kulalui-bahkan setelah aku berhasil kabur darinya. Semenjak pelarian itu pula, aku dipaksa menjadi lebih kuat dan selalu mawas diri untuk bertahan hidup di bawah bayang-bayang ketakutan sebagai istri dari gembong narkoba yang paling dicari, tanpa adanya perlindungan dari siapa pun. Ketakutan itu membengkak semakin besar ketika aku mengandung dan melahirkan anak dari pria penjahat itu di tanah Ukraina seorang diri. Mengingat sewaktu-waktu musuh Dante bisa saja datang menculik dan membunuh kami demi membalaskan dendam mereka pada pria itu.
Namun, apa pun yang telah kulalui di negara ini, mungkin pada akhirnya aku memang harus tetap kembali ke mari. Tidak peduli seberapa sulitnya bagiku untuk melupakan masa lalu kelam selama hidup bersama pria ini.
Di sinilah aku, bersiap melangkah kembali ke dalam babak awal yang mengerikan untuk hidup bersama sosok kejam bernama Dante Petterson, seorang gembong narkoba dengan kartelnya yang begitu kuat. Di mana aku akan dituntut untuk menjalani kembali kehidupan cinta dan rumah tangga yang gelap bersama pria yang aku cintai. Meskipun sejujurnya aku belum sepenuhnya yakin dengan ungkapan cinta yang ia lontarkan, namun apa salahnya memberikan pria itu kesempatan untuk membuktikan ucapannya. Walaupun aku tahu, tidak akan mudah untuk hidup selamanya berdampingan dengan Dante yang memiliki segudang aktivitas ilegal dan berbahaya-hal yang jelas-jelas berbanding terbalik dengan kehidupanku yang jauh dari kata kokain, pembunuhan, minuman keras, atau hal-hal mengerikan lainnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romance🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante Petterson...
