🚫 •WARNING• 🚫
MATURE CONTENT, 21+
Series #1 (Dante Petterson dan Vallen Cooper)
Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas.
•••
Dante...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pablo Petterson. Dia adalah seorang senior dari kelompok gengster paling terkenal yang beroprasi di kawasan daerah kota Amerika selama era larangan di negara AmerikaSerikat. Bahkan, ketenarannya saat ini telah di ganti alihkan oleh anak sulungnya yang bernama Dante Petterson.
Bahkan saat ini, Dante di kenal sebagai seorang raja narkoba dan seorang kriminal besar di Amerika serikat. Bukan hanya itu, Dante juga terkenal sebagai pria bengis karena kekejamannya dan juga kecerdikannya dalam skala yang pria itu pimpin di dalam kelompok mafianya.
Meski begitu, kekejaman yang pria itu lakukan tidak luput dari kekejaman masa lalu yang Dante pernah alami semasa pria itu masih terbilang berumur begitu sangat kecil. Karena kenyataannya__ kejahatan memang memiliki dampak negatif yang serius pada diri Dante Patterson, pria yang saat ini mereka sebut sebagai Donoutfit mereka menggantikan seorang Pablo petterson, ayahnya yang telah lama meninggal, semenjak Dante berusia 15 tahun.
Dante Patterson, menghisap dalam-dalam rokoknya sebelum pria itu menenggak segelas Vodka yang berada di dalam genggamannya.
"Evan Escobar, Apa kau sudah menemukan penghianat lain di dalam Outfit kita?" Evan, Consigliere dari Don outfit itu mendengkus, pria yang sedari tadi menikmati pertunjukan di hadapannya itu kini akhirnya bersuara. "Apa kau tahu tugas seorang consigliere, Dante? "
Dante menaruh gelas kristal di tangannya itu ke atas meja yang berada di hadapannya.
"Teddy Bundy__ Kenapa kalian mengacaukan beberapa bisnis kartel yang telah ku pelihara dan telah ku jaga sejak dulu?" Dante berdiri, pria itu menarik pistol yang terselip di balik punggungnya dan mengarahkan pistol tersebut tepat di hadapan wajah pria yang sedari tadi duduk terikat di dalam ruangannya. "Apa kau tahu? Bahwa ulahmu bukan hanya menghancurkan beberapa bisnisku? Tetapi juga telah mempengaruhi bisnis-bisnisku yang lainnya?" Dante menggeram, pria itu menggertakan gigi-giginya dengan amarah yang membuncah.
"Professor Gabrielle. Aku bersumpah jika dia yang telah mengacaukannya."
"Brengsek!" Dante menendang pria itu hingga tubuh Teddy Bundy terjungkal ke arah belakang.
"Apa yang kau maksud Caporegime yang telah ku percaya untuk memantau setiap kru yang beroprasi di laboratoriumku di Kolombia?" Dante menginjak leher pria itu yang telah di penuhi oleh luka memar dan juga darah yang telah mengalir pada beberapa sudut wajahnya. "Siapa namanya tadi?"
"Prof--essor Gabrielle, Don." Teddy Bundy menelan salivanya susah payah, ketika Dante berjongkok dan memperlihatkan kedua mata kelabunya yang tajam. "Katakan__ apa saat ini pria itu masih berada di Kolombia?! Katakan padaku__ atau aku benar-benar akan meledakkan kepalamu dengan menggunakan pistol ini!"