Chapter 41

1.9K 70 29
                                        

Song: Massive Attack -Angel


Dante melepaskan kemeja hitam polos yang dia kenakan saat ini. Dan memperlihatkan langsung sebuah tato dengan wajah black panther yang memenuhi seluruh punggung kokohnya. Selain mentato punggungnya Dante juga telah mentato bagian punduknya dengan menggambar kedua mata dan juga alis milik Valllen di sana. Dia juga telah mentato sebuah salib besar di bagian leher belakangnya.

Dante lantas membakar rokoknya sebelum dia duduk di sofa yang berada di depan meja kerjanya dan menatap lukisan besar pada dinding yang memperlihatkan dengan jelas wajah cantik milik Vallen Cooper istrinya sambil menghisap rokoknya dengan tenang.

Lama pria itu terdiam menatap wajah Vallen yang berada di dalam lukisan itu dengan pikiran yang tak mampu dia kendalikan. Rasa sakit atas kehilangan wanita itu benar-benar tidak bisa dia hilangkan begitu saja hingga rasa sakit itu kini semakin terasa begitu menghujam jantungnya.

Sulit untuk Dante percaya jika Billy mampu melakukan semua hal menyakitkan ini kepadanya hingga perasaan sakit, rindu dan ke khawatiran terhadap wanita itu kini telah bercampur menjadi satu dalam kepalan tangannya.

Bagi Dante, Vallen adalah satu-satunya alasan untuk dia tetap optimis dalam menjalani kehidupannya. Selain itu... Vallen adalah satu-satunya perempuan yang selalu menghiasi pikirannya bahkan__ hingga sampai detik ini Dante tidak bisa mengusir bayang-bayang wanita itu di dalam kepalanya. Vallen adalah mimpi yang belum sempat terwujud sebagai bentuk realitas cintanya. Sebab itu Dante begitu optimis dan yakin jika dia bisa menemukan keberadaan wanita itu dan bisa menjemputnya agar dia bisa terus hidup bersama istrinya dan menjadikan wanita itu sebagai kekasih seumur hidupnya sampai Dante mampu merasakan bagaimana seorang Vallen istrinya bisa terus memperhatikan dirinya kelak hingga kematian memisahkan mereka berdua.

Suara ketukan pintu terdengar dari arah luar dan membuyarkan keterdiaman Dante kini. Terbukalah pintu dan memperlihatkan Eldatan yang kini berjalan menghampiri Dante yang masih terdiam duduk memunggunginya.

Eldatan lantas kembali berjalan dan berdiri di samping Dante. "Hmm... Bagaimana? Apa semuanya sudah siap?" Dante bertanya sambil menaruh abu rokoknya ke dalam asbak.

"Yes, don. Semuanya sudah siap mereka sudah menunggumu."

Dante mengangguk dan kembali menghisap rokoknya dengan tenang.

"Lalu bagaimana? Apa paman Felix sudah memberi kabar tentang dua anggota outfit kita yang tertangkap oleh agen Vladimir dan Javier semalam?"

"Tentu, don. Dua anggota kita telah di tembak mati karena tidak mau membuka mulut dan menolak membongkar jaringan kita."

Dante mengedutkan rahangnya. "Brengsek! Balas semua perbuatan mereka!"

Dante dan anggotanya memang sangat mengutamakan kesetiaan dan kedisiplinan. Karena hal itu memang sangat penting bagi kelompok mereka yang menerapkan aturan, perjanjian dan konsensus dengan tegas.

Dimana kepatuhan dan kesetiaan yang di terapkan oleh setiap anggota adalah kunci dasar untuk mencapai tujuan mereka. Dan pembelotan adalah sebuah pelanggaran terberat.

Maka bila menyangkut kepentingan bersama__ mereka semua berada dalam satu suara. Seperti sekarang bila ada anggota mereka yang di kejar oleh polisi maka tugas yang lain akan saling melindungi dan bila salah satu anggota tertangkap maka mereka di larang membongkar jaringan di atasnya karena itu semua memang salah satu bentuk proteksi mereka. Karena dasarnya kebaikan yang tidak terorganisir akan mudah di kalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.

Dante telah melibatkan pelaku yang tidak terhitung banyaknya. Mereka terorganisasi dalam sistem dan juga jaringan masyarakat secara pribadi dan bisnisnya pun memiliki pembagian kerja yang sangat jelas khususnya dalam bisnis narkotika dan opium. Mereka telah menjadi komoditas dagang paling besar bahkan semenjak Pablo ayahnya menjabat sebagai pemimpin outfit di tanah Amerika.

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang