"Rhicy, apa kau tahu, jika kehadiranmu di dalam outfit ini bagaikan seekor kecoak kotor yang sudah tidak ada gunanya lagi!" Dante menutup pemantik rokoknya kemudian mengembuskan asapnya ke udara.
"Aku sangat kesal padamu!" Tangan pria itu semakin gemetar, terutama ketika dia melihat Dante yang tertawa mencemoohnya. Hingga Rhicy harus kembali menelan ludahnya dan lebih memilih mengalihkan pandangannya ke arah piring berisi daging steak miliknya yang terlihat masih utuh itu.
Makan malam yang awalnya berjalan menyenangkan, kini berubah menjadi makan malam yang terasa begitu menegangkan.
"D-Dante, aku—"
"My eyes are everywhere!"
Pria bernama Rhicy itu seketika diam bergeming ketika Dante tiba-tiba saja meremas kerah kemejanya dan menatapnya penuh kemarahan. "Apa tujuanmu, bajingan?!"
"Dante, calm down…"
Dante pun melepaskan cengkeraman tangannya dari kerah kemeja Rhicy secara kasar hingga membuat pria itu hampir terjerembap jatuh dari kursinya.
"Aku tidak berbohong! Mereka semua telah menaikkan pajak rute penyelundupan kita, Dante." Keringat dingin terlihat bercucuran memenuhi dahi pria itu.
"Rhicy… Rhicy… Rhicy..." Dante berdecak sambil menatapi satu persatu wajah paman-pamannya yang saat ini duduk di hadapannya, lalu kembali menatap Rhicy sambil menyeringai mengerikan.
"Kau menerima lebih dari 30 triliun dolar per tahun dari hasil penjualan kokain, Dante. Sebab itu mereka semua ingin agar harga pajak rute penyelundupan kita naik," Kata Rhicy berbohong.
Dante pun mengapit rokok pada bibirnya, membiarkan asapnya mengepul begitu saja. Sementara itu, kedua tangannya memegangi beberapa lembar kertas berisi laporan pengiriman kokain yang telah mereka kirim ke wilayah kekuasaan mereka, sedangkan wajahnya terlihat datar dan dingin.
"Mereka meminta agar kau menaikkan pajak segera," Ujar Rhicy.
"How much?"
"Sekitar 30 persen."
Dante terdiam menatap datar ke arah depan sebelum kembali menorehkan tatapan matanya yang tajam ke arah Rhicy.
"A-aku tidak berbohong."
"Sialan! Kau semakin membuatku ingin membunuhmu, bajingan!" Detik berikutnya, Dante pun menusukkan pisau steak miliknya ke arah mata pria itu, lalu mencabutnya kembali hingga membuat Rhicy berteriak merintih kesakitan.
Aaargghh!
Seketika darah pun mengucur dari matanya yang pecah hingga mengalir ke lehernya.
"Sialan!" Dante mendengus dan menarik dasi pria itu sebelum mencengkeram leher Rhicy dan menekannya kuat.
"Jangan pernah bermain-main denganku, Rhicy! Apa dua miliar dolar dalam sebulan tidak cukup untukmu, hm? Apa kau pikir aku akan diam saja setelah kau diam-diam menggerogoti uang hasil penjualan kokain-kokain ku?! Selama ini aku berusaha diam, karena aku hanya ingin tahu seberapa lama kau akan bertindak curang seperti ini kepadaku!" Dante menautkan giginya begitu kuat. "Tapi sekarang kesabaranku sudah habis. Aku sungguh marah jika tikus kotor seperti dirimu terus mencuri uangku!"
KAMU SEDANG MEMBACA
OBSESSED
Romansa🚫 •WARNING• 🚫 MATURE CONTENT, 21+ (Dante Petterson dan Vallen Cooper) Cerita ini berlatar belakang kehidupan para Gengster atau para Mafia besar juga kejam yang menjurus dengan kekerasan, bahasa kasar, dan juga seksual bebas. ••• Dante Petterson...
