Chapter 30

2K 37 2
                                        

Karena terlalu panjang, chapter 30 ini, telah aku pisah menjadi dua bagian ya.
🙏





"Rhicy, apa kau tahu? Jika kehadiranmu di dalam outfit bagaikan seekor kecoak kotor yang sudah tidak ada gunanya lagi?!" Dante menutup pemantik rokok sembari menghembuskan asap rokoknya ke udara.

"Aku sangat kesal padamu! aku sangat kesal!" Tangan pria itu semakin gemetar ketika melihat Dante yang tertawa kecil di hadapannya. Rhicy, kembali menelan ludahnya sebelum mengalihkan pandangannya pada potongan daging steak miliknya yang terlihat masih utuh.

Makan malam yang awalnya berjalan menyenangkan kini telah berubah menjadi makan malam yang terasa begitu menegangkan.

"D-dante, aku-,"

"My eyes are everywhere!" Pria bernama Rhicy itu seketika diam bergeming ketika Dante tiba-tiba meremas kerah kemejanya dan menatapnya penuh dengan kemarahan. "Apa tujuanmu, bajingan?!" Dante melepaskan cengkraman tangannya itu dari tubuh Rhicy secara kasar hingga membuat pria itu hampir terjelembab jatuh dari kursinya.

"Aku tidak berbohong! mereka semua telah menaikan pajak rute selendupan kita, Dante." Keringat dingin terlihat bercucuran memenuhi dahi pria itu.

"Rhicy. Rhicy. Rhicy." Dante berdecak sambil menatapi wajah paman-pamannya yang berada di hadapannya itu satu persatu lalu kembali menatap Rhicy yang duduk di kursi tepat di sampingnya sembari menyeringai mengerikan.

"Kau menerima lebih dari 20 triliun dollar pertahun dari hasil penjualan kokain, Dante. Sebab itu mereka semua ingin jika harga pajak rute selundupan kita naik." Kata Rhicy berbohong.

Dante membiarkan rokok yang berada di antara bibirnya mengepulkan asapnya sembari memasang wajah datar dan dingin. "How much?"

"Sekitar 30 persen."

Dante terdiam menatap datar ke arah depan.

"A-aku tidak berbohong."

"Sialan! kau semakin membuatku ingin membunuhmu bajingan!" Detik berikutnya, Dante pun menusukan pisau steak daging miliknya ke arah mata pria itu lalu kembali mencabutnya hingga membuat pria itu kini berteriak merintih kesakitan di depannya

Aaargghh. Seketika darah pun mengucur dari matanya yang pecah hingga mengalir sampai kelehernya.

Sialan! Dante mendengkus dan menarik dasi pria itu sebelum dia mencengkram leher Rhicy dan menekannya kuat.

"Jangan pernah bermain-main denganku, Rhicy! apa dua milyar dollar dalam sebulan tidak cukup untuk dirimu, hm? Apa kau pikir aku akan diam saja setelah kau diam-diam menggerogoti uang-uangku?! Selama ini aku berusaha diam, aku hanya ingin tahu__ seberapa lama kau akan bertindak curang seperti ini kepadaku!" Dante menautkan giginya begitu kuat. "Tapi sekarang aku tidak bisa menerima lagi, jika tikus seperti dirimu terus mempermainkan outfit!"

Beberapa orang yang kini berada di dalam meja makan itu hanya bisa menelan ludah paksa ketika mereka semua melihat kemarahan dan juga kebrutalan dari seorang Dante Petterson. Namun, ada juga dari mereka yang bersikap tidak peduli dengan apa yang terjadi di dalam ruangan itu. Dan menganggap, jika kekerasan dan juga kekejaman yang di lakukan oleh Dante adalah hal biasa__ yang memang sering terjadi di dalam dunia mereka.

Jelas, jika nyawa Rhicy malam ini tidak akan tertolong, setelah Rhicy berupaya ingin menipu seorang Dante dengan memanipulasi seluruh bukti pajak rute penyelundupan mereka di Kolombia. Seperti apa yang telah Dante katakan kepada Rhicy jika matanya ada dimana-mana, sebab itu, tidak akan ada yang selamat bagi mereka semua yang berusaha ingin menipu atau mengkhianati seorang Dante Petterson seorang pemimpin kriminal dari kartel Amerika, karena memang faktanya Dante memiliki ratusan lusinan mata-mata yang tersebar di mana-mana untuk mengawasi seluruh kinerja para anggota mafianya. "You only have one fucking chance, that's how we fucking work."

OBSESSEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang