"Yang buat salah anaknya jadi untuk apa ibunya juga harus dibenci?"
~~~~~
Kedua orang tua Emil saat ini menatap seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan. Mereka menatap penuh penasaran dengan orang itu yang ternyata adalah seorang perempuan.
"Kenapa kamu tahan kami di sini? Salah kami apa?!" Wanita yang diduga adalah ibu dari Emil menghampiri Elena tapi seorang pengawal mencegahnya.
"Jangan berani mendekatinya atau anda—"
Elena mengangkat tangannya dengan maksud untuk pengawal itu diam saja. Pengawal itupun menurut dan menjauh.
"Bu kita duduk dulu saja."
Bukan hanya ibu dari Emil yang mengikuti Elena duduk di ruang tamu tetapi juga ayahnya Emil. Memang Elena menyekap mereka di sebuah vila miliknya. Tapi, jujur saja Elena tidak mengikatnya seperti yang ia lakukan kepada Emil. Bahkan Elena memperlakukan mereka dengan baik tidak seperti penyekapan.
"Ekhm," deham Elena sebelum ia berbicara.
"Siapa kamu sebenarnya! Kenapa berani sekali menahan kita di sini? Atau kamu mau kita laporkan ke polisi!" Sebagai seorang laki-laki tentu suami dari ibunya Emil tidak terima.
"Tenang dulu aku melakukan semua ini karena ada alasannya." Emil berkata dengan pelan tapi santai. "Aku melakukannya karena perbuatan anak kalian."
Orang tua Emil saling menatap satu sama lain. "Perbuatan?" Mereka bertanya bersamaan.
"Perbuatan apa yang telah dilakukan anak kita sampai kamu menahan kita di sini?!" Dia marah tidak tertahankan dan tidak percaya dengan apa yang dikatakan perempuan di depannya. "Saya tidak percaya denganmu!"
Elena menganggukkan kepalanya mengerti. "Kali tidak percaya juga tidak masalah tapi besok adalah sidang anak kalian untuk ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan."
"Apa pembunuhan?" Ibu dari Emil kaget mendengarnya. Anaknya telah membunuh orang?
Brak!
"Saya tidak terima dengan ucapanmu! Meskipun dia memang suka membangkang tidak mungkin anak saya telah membunuh orang!" Sang ayah berdiri dengan penuh kemarahan.
Elena menghela napas panjang, ia sudah lelah seharian ini dan melihat hari semakin malam membuatnya harus segera istirahat. Apalagi ia baru saja keluar setelah disekap. "Pak, bu, aku ke sini cuma ingin mengatakan itu saja dan juga apa kalian tidak mau melihat anak kalian berubah? Emil telah melakukan kejahatan. Kalian sebagai orang tua apa akan terus membela anak kalian yang telah membunuh orang? Kakakku, orang tuaku. Dia menjadi salah satu penyebab meninggalnya keluargaku."
Ibu dari Emil merasakan sesak napas mendengar kabar buruk ini. "Yah, apa ini benar?"
"Kalian bisa lihat besok datang ke sidangnya pukul tiga sore. Tapi, aku ingin kalian membuat Emil mengakuinya nanti waktu sidang." Elena berharap mereka bisa membuat Emil untuk mengakui kesalahannya.
Elena menghela napas panjang ketika mereka malah diam. "Pak, bu, aku mohon kalian buat Emil mengakui kesalahannya. Dengan begitu bisa mengurangi masa tahanan dia jika Emil mau mengaku."
Melihat mereka terus diam tanpa mengatakan apapun membuat Elena menghela napas panjang. "Terserah kalian kalo begitu. Emil bisa dipenjara selamanya." Elena kemudian segera pergi dari sini dan membisikkan sesuatu kepada orang yang menjaga orang tua Emil. "Kalo mereka mau membuat Emil mengakui kesalahannya besok bawa mereka langsung menemui Emil."
KAMU SEDANG MEMBACA
Delano & Elena
Teen FictionElena Elizabet, gadis yang harus mengungkap banyak rahasia tentang kematian kembarannya dan juga orang tuanya sendiri. Menyamar sebagai gadis culun untuk mencari tau kebenarannya malah membuat dia terjebak dengan cinta seorang yang selamanya tidak b...
