5. Di Balik Topeng Culun

82 29 2
                                        

Hinaaan mungkin membuat kita merasa rendah, tetapi itu hanya menguji sejauh mana kita bisa bangkit dan bersinar lebih terang.

~~~


Terlihat semua siswa-siswi SMA Sembilan Enam langsung berhamburan memasuki kelasnya ketika mendengar suara bel masuk.

Seluruh kelas sebelas ipa dua langsung terdiam ketika melihat wali kelasnya masuk dengan begitu cepat.

"Selamat pagi anak-anak!"

"Selamat pagi bu!"

"Ibu bawa siswi baru yang sekarang akan menjadi teman kalian. Elena, ayo perkenalkan diri kamu."

Semua siswa menatap ke arah Elena biasa saja bahkan ada yang jelas-jelas menertawakannya penuh hinaan. "Culun banget gitu."

Dengan senyum sinis seperti ular berbisa, menatap Elena dengan pandangan yang menodai kedamaian. Komentar sinis yang terlontar dari mulutnya seolah menancapkan duri di hati Elena, yang memilih untuk membiarkan kesabaran menjadi perisai.

Elena dapat melihat siapa orang yang telah mengatakannya. Perempuan yang semalam telah membuat keributan dengannya. Dia adalah Chloe. Namun, tentu saja Elena hanya menundukkan kepalanya.

Benar, kalo dia saat ini menyamar sebagai perempuan culun. Dia diam-diam akan mengamati semuanya dengan caranya sendiri.

"Chloe! Bicara apa kamu tadi? Jaga ucapanmu!" Wali kelasnya tentu langsung menegur siswanya.

Chloe memutar bola matanya malas dan dia tidak berkomentar apapun lagi.

"Hi, kenalin gue, Elena pindahan dari SMA pedesaan." Mungkin cukup itu saja yang ia katakan.

Dirinya juga sudah berbicara kepada pihak sekolah untuk tidak mengatakan kepada siapapun tentang identitasnya yang asli.

"Pedesaan? Pantes aja!" Dia adalah Duke yang kini mencoba untuk menertawakannya.

Elena menatapnya lalu menundukkan kepalanya. Jika dia berpakaian culun, itu artinya sikapnya juga harus menyesuaikannya.

"Yaelah ... gak banget ada cewek culun di kelas kita." Sopia juga ikut berkomentar pedas.

Sedangkan wali kelasnya menggelengkan kepala. Dia sudah beribu kali memarahi mereka tapi sepertinya tidak jera. "Duke! Sopia! Jika kalian terus mengatakan seperti itu! Ibu akan hukum kalian!"

"Elena ... sekarang kamu bisa duduk di bangku yang kosong." Wali kelas itu memerintahkannya dan hanya ada bangku paling sudut belakang yang tersisa.

Elena berjalan menuju ke tempat yang dimaksud. Dia melihat dengan jelas wajah orang-orang yang telah membunuh keluarganya.

Dia juga melihat Chloe yang menatapnya dengan jijik. Melihat kaki Chloe seperti akan membuatnya tersandung tentu saja Elena tersenyum kecil.

Air minuman yang dia bawa di tasnya tentu saja Elena jatuhkan hingga tepat mengenai kaki Chloe.

Bruk!

"Aw!!! Gila! Lo sengaja ya jatuhin botol minuman lo itu? Sakit kaki gue!" Chloe langsung berdiri memarahi Elena. Bukan hanya itu botol minuman yang terbuat dari kaca tersebut juga langsung pecah dengan airnya yang membasahi sepatu miliknya.

Padahal dia berniat untuk membuat perempuan itu terjatuh. Tapi, dirinya sendiri yang justru kena sial.

Elena langsung meminta maaf dengan berpura-pura tidak tahu apapun.
"Maaf, aku gak sengaja."

Delano & ElenaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang