53. Miracle

781 62 16
                                        

Alooo udah lama sekaliii
Langsung aja deh
Met baca all 🙆🏻‍♀️

******

Setelah pulang dari gladi bersih untuk perpisahan sekolahnya yang dilaksanakan tiga hari lagi, Anara langsung pergi ke alamat yang Dermaga berikan tadi pagi sebelum berangkat ke gedung perpisahan sekolahnya. Tadinya, Ale yang akan menjemput Anara, tetapi Lambang menawarkan agar Anara pulang bersamanya karena ia juga ingin sekalian menjenguk Dermaga, setelah mendengar kabar bahwa Abang dari Anara itu sedang dirawat di rumah sakit.

Setelah sampai dan merasa yakin tempat yang dituju sudah benar sama seperti yang dikirimkan Dermaga yang kini ada di hadapannya. Dengan banner yang sama bertuliskan "Stuff 'Bout You" Anara langsung berjalan masuk ke dalam outlet itu. 

Begitu menginjakkan kakinya di dalam. Anara disambut dengan sejuknya warna putih tulang dari dinding tempat itu. Perbedaan suhu ketika Anara berada di luar panas sekali karena terik dan saat masuk udara terasa dingin karena ruangannya di lengkapi dengan AC. 

Tempat dengan perpaduan antara sejuk dan lucu. Yakin sekali tempat itu pasti menjadi tempat yang kebanyakan perempuan akan menghabiskan waktunya untuk mencari-cari yang cocok dari banyaknya pilihan yang bahkan mereka sendiri akan bingung untuk memilihnya.

"Ih ini lucu"

"Ini juga lucu tau."

"Aduh ... Lucu semua, mau yang mana, ya? Yang paling lucu menurutmu yang mana?"

"Semuanya lucu ... Mau beli semua tapi boros banget jadinya. Sama cuma beda di warna."

"Tapi ... Semuanya emang lucu, sih. Gimana, dong?"

Begitu lah ungkapan bimbang dari cewek-cewek di setiap sisi ruangan sana yang Anara dengar saat berjalan perlahan melihat-lihat sekeliling.

Warna-warni dari barang-barang yang ada di sana sangat memanjakan mata Anara.  Di bagian kirinya, ada jajaran barang-barang kecil seperti keychain, barang yang dirancang dari beads; strap handphone, gelang, kalung, cincin; polaroid deco, scrunchie, dan barang-barang kecil lain yang biasanya disebut "perintilan of girl things". Lalu, di bagian kanannya ada sling bag, tumbler, cermin, dan barang-barang lain. Semburat warna merah muda, biru, kuning, putih yang mendominasi dari barang-barang, warna lain sebagai corak dan pelengkapnya. Bukan warna mencolok—meskipun ada—kebanyakan tipe warnanya soft

Tempat ini sungguh surganya para cewek-cewek.

"Hai, Kak! Selamat siang! Ada yang bisa dibantu?" sapa seorang perempuan yang memakai kaos putih dengan seluruh rambutnya dibawa ke belakang yang dikuncir rapi ke atas. Seorang pegawai kasir. Ia menawarkan bantuan karena melihat Anara yang baru masuk, tidak membawa barang apapun dari toko di tangannya, tetapi langsung menuju kepadanya sambil melihat sekeliling seperti kebingungan.

"Saya mau ambil pesanan, atas nama Dermaga Abiru."

Alis pegawai itu terangkat sesaat saat mendengar kata terakhir Anara. Bahkan, mulutnya hampir terbuka seperti terkejut. Lalu ia mengangguk sambil berbalik menuju sebuah ruangan yang ada di belakang. Ruangan khusus pegawai.

Sambil menunggu, Anara kembali mengedarkan pandangannya ke setiap sisi ruangan. 

"Tempat secantik dan selucu ini ... Gimana bisa Abang nemu tempat ini tapi nggak bilang ke Nara?" Anara menggerutu kesal. Kenapa Dermaga diam-diam saja? Jika saja Dermaga memberitahunya, Anara akan mampir kalau ada waktu. Atau bahkan Anara akan sering-sering mampir ke tempat ini. 

Anara menarik sudut bibirnya saat menyadari pegawai kasir itu sudah kembali dengan membawa sebuah paper bag berwarna biru langit dengan ukuran yang cukup besar ditambah dengan hiasan pita merah muda yang menempel dengan cantik.

BUMANTARA : Milik KitaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang