siapa?

2.2K 139 6
                                        


keesokan harinya,

tin dan pavel sudah berada di depan rumah pavel.

seperti janjinya kemarin, tin megantar pavel pulang untuk mengambil beberapa barang pavel sekaligus membereskan rumah yang sudah lama pavel tinggalkan.

pavel tampak terdiam saat dia baru saja membuka pintu rumahnya, ada raut sedih dan rindu yang dia tampilkan yang membuat tin menyentuh pinggangnya untuk menyadarkannya.

pavel tersenyum seolah tahu apa yang akan tin katakan meskipun mulutnya tak bicara, tin sedang menenangkannya saat ini dengan perlakuannya.

pavelpun masuk kesana dan pergi ke kamarnya lebih dulu.

sedangkan tin, dia mulai membuka semua gordeng rumah itu dan membuka jendelanya agar udara bisa masuk ke dalam.

dan tak lama beberapa orang yang tin panggil kesana datang, mereka adalah pelayan tin yang dia suruh untuk membantu membersihkan rumah.

selagi semua orang bkerja, tin menghampiri pavel yang ada di kamarnya, ternyata pavel sedang menangis seraya menatap foto dirinya dan ayahnya.

pasti itu sangat sulit, saat orang yang menjadi satu satunya keluargaamu sudah mengkhinatimu seperti ini, melihat itu tin tak berniat menghampiri ataupun mengangangunya,

dia malah kembali menutup pintu dan lebih memilih pergi ke halaman belakang rumah untuk merokok.

ternyata ada beberapa bunga mawar yang sengaja di tanam disana, membuat tin tersenyum dan menyentuhnya sejenak,

lalu tin merogoh rokoknya dan mneyesapnya disana seraya menatap kebun kecil tersebut dengan hati yang lega.

satu rokok telah habis dia hisap hinga pavel datang dari belakang menyadarkannya.
mereka saking terdiam beberapa saat, hingga saura pavel akhirnya terdengar.

"aku...ingin menanyakan sesutu" ujarnya

tin berbalik lalu mendekat
"apa?"

pavel menunduk ragu untuk mengeluarkan isi pikirannya
"kau bilang, kau mencari ayahku?apa kau sudah dapat kabar tentang keberadaannya?"

tin menghela nafasnya
"belum, orangku mengatakan sepertinya ayahmu melarikan diri keluar negeri, aku tidak tahu negara apa yang dia tuju, kenapa bertanya?"

"jika... ayahku bisa kau temukan, apa itu artinya aku sudah bebas sebagai jaminannya?"

tin terdiam menatap pavel, dia lalu berjalan untuk duduk di kursi yang ada disana.
"perjanjiannya mengatakan, jika dia tidak bisa melunasi hutangnya, maka kau yang akan menjadi jaminannya, jadi meskipun dia bisa kutemukan, jika dia belum bisa mengembalikan uangku, maka jaminan lainnya adalah hidupnya"

pavel lalu duduk di samping tin.
"jadi maksudmu, ayahku tetap harus membayar keseluruhan uangnya ? apa dia tidak bisa menuntutnya perlahan?"

"aku bukan orang kecil yang menggunakan uang receh untuk mendapatkan jaminan, ketika uang itu kembali, aku akan menivestasikannya ke beberapa perusahaan"

"jadi.. kau tetap tidak bisa menerima uang yang kami bayar perlahan?"

"ya, aku sudah mengatakan itu sejak awal perjanjian, itu adalah syarat dan resiko yang harus mereka penuhi jika mau uangku"

pavel terdiam memikirkan semua yang tin katakan.

"jika ayahku kembali apa itu artinya kau tidak akan pernah membebaskan dia seumur hdiupnya sampai dia mengambalikan uangmu sekaligus?"

"hm kau tahu jawabannya, kau mungkin bisa bebas, tapi ayahmu tidak akan lepas semudah itu"

tin menatap pavel lekat lalu dia tersenyum.
"apa yang kau pikirkan? kau sedang mencari cara untuk melarikan diri? kau ingin pergi?"

 love by change (Tin & Pavel)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang