pekerjaan dan cinta

1.5K 81 4
                                        

Tharn sedang duduk  santai seraya meminum whiskey nya di balkon rumahnya.

Wajahnya tampak serius dengan otak yang sedang memikirkan sesuatu.

Tangannya tampak memainkan air itu dengan menggeleng geleng kan gelasnya,

Tiba-tiba..
Tharn tersenyum seperti mendapat pencerahan dari isi kepalanya.

Dia lalu meneguk habis whiskey dan berdecak puas.

"Sepertinya ini akan seru"gumamnya

***

Dua Minggu telah berlalu,
Pavel Bekerja di kantor dengan giat dan serius,

Sehingga dia bisa beradaptasi dengan mudah dan cepat,

Waktu istirahatpun tiba, menandakan waktu semua orang untuk pergi makan siang.

Pavel tampak melemaskan otot-otot nya terlebih dahulu sebelum beranjak dari duduknya,

"Tuan Pavel kau ingin makan siang bersama dengan kami?"tanya Sonia

"Ohh hm baiklah, aku akan membereskan ini sebentar, kalian duluan saja, aku akan menyusul"

"Oh oke!"
Sonia dan yang lainnya pergi meninggalkan Pavel lebih dulu.

Sedangkan dia membereskan beberapa kertas yang berserakan di mejanya.

Setelah selesai Pavel lalu berjalan untuk menyusul teman-temannya.

Namun belum sampai dia menyapa teman-temannya di ujung sana,

Tiba-tiba tangannya di tarik oleh seseorang perg darisana, sehingga sekarang dirinya berada di ruangan lain,

Pavel melihat pelaku yang menarik tangannya
"Tin?"

Tin tersenyum, dia lalu memeluk pacarnya itu.

"Tin. Lepaskan, ini kantor"
Pavel melepaskan tangan yang melingkar di pinggang nya.

Tin langsung mengecurutkan bibirnya,
"Kita tidak bertemu dalam beberapa hari, aku merindukanmu"

"Ish.. itu karena kau terlalu sibuk sampai tidak bisa pulang"

"Hmm... Untuk itulah tidak ada waktu untuk mengisi energi ku"
Tin kembali memeluk Pavel

Kali ini Pavel membiarkan tin melakukan keinginannya dan membalas pelukannya.
"Aku juga merindukanmu"
Ucapnya

Tin tersenyum senang lalu mengeratkan pelukannya juga sesekali mencium pundak kekasihnya.

Beberapa lama pelukan itu terpisah.
"Sudah.. aku harus pergi, teman-teman menunggu, mereka mengajakku makan siang bersama, kau mau ikut?"
Ujar Pavel

Tin terdiam seperti berpikir
"Bagaimana kalau kita makan siang berdua saja "

"Owh.. jangan sekarang, mereka sudah menunggu, lain kali saja, oke "
Pavel bicara seraya hendak melenggang pergi

Sebelum tangan tin kembali menahannya,

Tubuh Pavel akhirnya di tekan ke dinding, hingga saat ini mata mereka bertemu.

"Tin.."

"Aku bilang kita makan bersama, hm?"

Pavel membuang nafasnya
"Hm baiklah, biarkan aku menelpon sekretaris mu dulu"

Tin tersenyum dan mengangguk.
Pavelpun berjalan agak menjauh untuk menelpon

"Hallo son,
Sepertinya aku tidak bisa ikut, kalian bisa pergi makan tanpa aku"
Ucap Pavel

"Oh kenapa? Apa kau baik-baik saja?"

"Oh euh yahh... Perutku tiba-tiba mual,aku ingin tidur saja sebentar "

 love by change (Tin & Pavel)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang