tin dan pavel sampai di sebuah hotel.
mereka mamesuki salah satu kamar yang sudah mereka pesan.
dan saat ini mereka sudah duduk berhadapan di sofa.
"maafkan aku"
ucap pavel menyesal
tin membuang nafas seraya menatap pavel.
"kenapa minta maaf?"
"aku pergi tanpa emmberitahumu, aku yang membuatmu melarikan dri dari acara pentingmu"
tin tersenyum simpul.
"tampaknya kau tidak percaya padaku untuk itulah kau melakukan itu?"
Pavel mengangkat kepalanya
"tin.. aku.. aku hanya merasa sedikit cemburu"
mendengar hal itu membuat tin terdiam menatapnya, tin lalu menggeser duduknya mendekati pavel lalu menyentuh sebelah pipinya,
"aku merindukanmu"ucapnya, dan pavel tersenyum senang menatapnya, merekapun mempertemukan bibir mereka ,
beberapa kali ciuman itu lepas dan kembali menyatu, hingga tin mendorong pavel perlahan agar dia bisa berbarimg disana.
ciuman yang berlanjut hingga saling melumat cukup membuat keduanya merasa tenang.
tin mulai membuka bajunya sendiri dan kembali meraup bibir plum itu, dia juga melepas pakaian pavel dan menyentuh tubuhnya dengan lembut ,
lalu tin mulai membalikkan tubuh pavel dan menciumi tengkuk dan mengulum telinganya,
"huhn ahh"
tangan tin tidak diam, dia melorotkan perlahan celana pavel dan menelusupkan tangannya masuk kesana untuk meraih bongkahan kenyal favoritnya.
lalu dia membuka celananya sendiri dan melorotkan setengah celana pavel hingga miliknya berada di antara belahan pantat pavel
tin menggesekkan miliknya dengan mulut yang terus bekerja membuat tanda di punggung dan tengkuk pavel,
tin kembali membalikkan tubuh pavel dan meraup kembali bibir nya dengan hisapan yang mendominasi permainan,
miliknya yang sudah menagang mulai tin arahkan ke lubang kenikmatan yang sudah menjadi langganannya selama beberapa bulan ke belakang.
dengan satu kali hentakkan dia mendorong dirinya masuk kesana, membuat tubuh pavel tergelincir di sofa.
"humm ahhh!"
tin mulai menggerakkan dirinya disana dengan irama normal , ciuamannya tak pernah dia lepaskan dari bibir yang sudah mulai bengkak itu,
tangannya juga tak berhenti mengelus dan memelintir puting kecil pavel,
sesekali dia melepaskan ciumannya dan menyatukan keningnya menikmati sekilas kebahagiaan yang sedang merangsang mereka.
semakin lama , pavel semakin tergoncang dengan gerakkan tin yang semakin cepat,
"shhh ahhh huhh ahh"
tin melepaskan tautan mereka dan membawa pavel ke kasur , dia langsung memasukkan miliknya lagi dengan posisi tubuh pavel yang menungging,
sangat kesat, karena mereka tidak melakukan foreplay lama, sehingga lubang kenikmatan pavel masih terasa kering dan mengkerut,
sensasi itu membuat tian puas, meski pavel harus merasakan rasa panas dan terkejut tapi dia sudah merasa biasa dengan tin yang selalu memasukinya tibatiba.
meski ada rasa yang menyakitkan, namun pavel tak bisa bohong , ini sangat nikmat, dia berada di puncak kesenangan yang selalu tin berikan.
"hhh aaahh ahhh"
Pavel menengadahkan kepalanya
tin mempercepat lajuannya membuat pavel semakin terdorong maju mundur menerima setiap hujaman di belakanya,
"ahhh tinhh aku akan sampaihhh ahhh ahhhh ah!"
pavel mengeluarkan hasratnya di tengah hujaman pacarnya
KAMU SEDANG MEMBACA
love by change (Tin & Pavel)
FanfictionTin mempercepat hujamannya hingga Pavel kembali menangis merasakan sakit yang luar biasa pada bagian bawahnya. Dia sudah menjadi alat untuk kepuasan orang itu, harga diri Pavel sudah hancur, dia tak bisa lagi membela apalagi melawan, Semuanya sudah...
