datang dan pergi

1.6K 103 16
                                        

tin dan pavel sedang duduk berdua seraya menonton televisi yang menyala di hadapan mereka.

sejak kematian ayahnya , tin menjual rumah utamanya dan memilih hidup bersama pavel di rumah keduanya.

ini sudah berlalu 1 tahun,

perusahaan tin kembali pulih meski cukup memkan waktu.

namun dalam proses itu, tin bahagia karena selalu mendapatkan semangat dari pacarnya, lebih tepatnya calon istrinya.

mereka akan segera menikah 3 bulan lagi.
 
bahkan sebelum mereka menjadi pasangan suami istri sikap mereka sudah mencerminkan itu sejak mereka kembali dari keterpurukan.

itu yang ohm katakan karena dia menjadi saksi dari semua kejadian yang menimpa pasangan itu.

dan anehnya setiap itu terjadi pasti dirinya juga harus ikut terlibat.

seperti saat ini,
ohm dan lee harus berada di dapur untuk memasak makan siang, menatap pasangan manis yang duduk santai di depan tv.

sangat memuakkan, tentu saja. siapa yang tidak iri untuk memiliki pasangan. 

sadar dengan tatapan ohm yang sedang cemburu , lee menyenggol tangannya sekilas
"kau cemburu?"tanyanya

"hhhh... bagaimana aku bisa melupakan cinta pertamaku jika aku harus terus melihat pemandnagan ini"gumam ohm

"ohhh kau bisa melupakannya, bagaimana kalau malam ini kita pergi bersenang-senang ke club? mungkin saja disana ada yang menarik"

ohm menatap lee ragu
"ohh baiklah"

"bagus!"
lee tersenyum senang mendapat jawaban setuju dari tuannya itu.

***

"hati-hati di jalan"
ujar pavel setelah menerima ciuman kening dari tin yang akan pergi bekerja.

tin melambaikan tangannya lalu menjalankan mobilnya.

kehidupannya tidak semewah dulu, dia berusaha menikmati hidup sederhana seperti yang selalu dia impikan.

contohnya sekarang dia tidak harus memakai supir untuk megantarnya ke kantor.

beberapa menit hingga dia memarkirkan mobilnya di parkiran, tiba-tiba dia di kejutkan oleh seseorang yang menghadangnya di pintu.

"mei?apa yang kau lakukan?"tanya tin

mei menatap tin dengan mata sendu dan bengkak, sepertinya dia sudah menangis.

mei dan tin sudah berada di cafe sebrang gedung tin.

"ada apa?"tanya tin

mei menunduk menatap minuman yang tersaji di hadapannya.

tangannya meremas ujung tas selempangnya , dia merasa ragu ingin mengatakan sesuatu.

tin lalu mencondongkan kepalanya untuk melihat wajah mei dan kembali bertanya
"kau tidak ingin bicara?"

mei akhirnya membuang nafasnya lalu mengangkat kepala untuk menatap tin
"tin.."

"hm?"
Tin bergumam sebagai jawaban, dia meminum kopinya

"bisakah kau membantuku?"

"hm tentu, apa yang kau ingin aku lakukan?"

mei menatap tin dengan wajah penuh harap.
"milikilah anak denganku"

tin terdiam menatap mei dengan wajah tak mengerti.
"a..apa maksudmu?"

"dengar, perusahaan ayahku bangkrut karena semua saham di jual oleh pamanku tanpa sepengetahuan kami, dan parahnya dia bahkan meminjam uang dengan jaminan gedung kami , tin.. keluaragaku sedang kacau sekarang"

 love by change (Tin & Pavel)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang