"Aku mencintaimu, Kocho- Ah tidak. Aku mencintaimu, Shinobu"
Mata Shinobu melebar mendengar pengakuan dari gurunya tersebut
"B-bagaimana bisa?," ujar Shinobu tak percaya. Kedua tangannya reflek menutup mulutnya yang hampir menganga tak percaya
"Bagaimana bisa? Tentu saja bisa. Aku mencintaimu dan aku tidak ingin kau bertunangan dengannya," kata Giyuu seraya mengambil langkah maju untuk meraih tangan gadisnya
Shinobu berjalan mundur sebagai bentuk penolakan, Giyuu yang menyadari hal tersebut merasa sedih. Pikirannya mengatakan bahwa ia adalah orang yang bodoh karena asal mengucapkan kata-kata itu
"Sekarang atau tidak sama sekali. Aku tidak boleh mundur," namun, batinnya malah menyemangati
"Sejak kapan?," tanya Shinobu dengan mata berkaca-kaca dan tangan yang bergetar
"Aku tidak bisa menjelaskan sejak kapan aku merasakan ini. Aku hanya tahu bahwa aku mencintaimu, Shinobu. Berikan aku kesempatan untuk bisa bersamamu," ujar Giyuu dengan nada lembut
Pemuda dengan tubuh tinggi dan tegap itu sekali lagi mencoba untuk mendekati gadisnya yang hampir menangis. Diraihnya tangan gadisnya secara perlahan
"Tolong. Percaya padaku, Shinobu," ujarnya seraya meremas lembut tangan gadisnya
Shinobu dengan air mata yang siap tumpah melihat ke arah tangannya yang digenggam erat oleh Giyuu. Gadis yang memiliki mata indah tersebut mendongak untuk melihat ekspresi dari pemuda tinggi dihadapannya. Matanya melebar ketika melihat tatapan sendu dan penuh kerinduan dari mata gurunya tersebut
"Kenapa aku merasa kalau sensei tengah merindukan sesuatu?," tanya Shinobu tanpa sadar
Giyuu terdiam sebelum akhirnya tersenyum kecil untuk menjawab pertanyaan Shinobu
"Aku memang merindukan seseorang, tapi sekarang ia sudah ada dihadapan ku," ujarnya
Pemuda yang berprofesi sebagai guru itu perlahan menarik tangan gadisnya untuk mendekatkan tubuh mereka. Shinobu tidak menolak ketika Giyuu melingkarkan tangannya yang besar di seluruh tubuhnya. Mendekapnya erat
Giyuu menaruh dagunya di atas kepala gadisnya seraya memejamkan mata dan menghirup dalam-dalam aroma menenangkan yang berasal dari tubuh gadisnya
"Tolong, beri aku kesempatan untuk memberikan kebahagiaan padamu, Shinobu," ujar Giyuu semakin mendekap erat tubuh gadisnya
.
.
.
Pagi hari
Shinobu menggeliat kecil serta menyamankan posisinya seraya memeluk lebih erat gulingnya yang entah kenapa terasa sangat hangat dan besar. Gulingnya ini juga sepertinya memiliki detak jantung dan nafas yang yang berhembus mengenai kepalanya
Ketika ia mencoba untuk mengabaikan pikirannya dan menganggap bahwa itu hanya sekadar bayangannya saja. Shinobu langsung membelalakkan kedua matanya dan reflek untuk melihat ke atas kepalanya
Di sana ada gurunya, Tomioka-sensei, Tomioka Giyuu-sensei yang dikenal dengan jiwa disiplinnya sehingga banyak murid yang cukup sebal padanya, tapi banyak murid perempuan yang jatuh cinta padanya, karena ketampanannya
Gurunya, Tomioka-sensei sedang memeluk dirinya dan tidur di kasur yang sama
Tidur. Di kasur. Yang sama
"KYAAAAAAA!!!," reflek Shinobu berteriak dan menendang Giyuu hingga pemuda yang masih terlelap itu jatuh dari kasur
Bunyi makhluk besar yang jatuh dari kasur sedikit menggema dalam kamar tersebut
KAMU SEDANG MEMBACA
One More Time
FanfictionSinopsis: Tomioka Giyuu ingin memulai kembali kisah cintanya dengan Kocho Shinobu. Giyuu paham bahwa di masa lalu, mereka tidak memiliki kesempatan. Karena itu, di masa kini, di kehidupan yang damai ini, ia ingin memulai kembali kisah cintanya denga...
