Seperti biasa hari ini, Tomioka Giyuu berjaga di depan gerbang sekolah untuk melakukan pemeriksaan pakaian dan keterlambatan siswa. Setiap hari ada saja kelakuan siswa-siswi sekolah ini yang selalu membuatnya naik pitam. Entah dengan atribut sekolah yang tidak lengkap, berlebihan dalam memakai kosmetik, atau datang terlambat, tapi semua kemarahan itu hilang dalam sekejap ketika matanya menangkap gadis mungil nan cantik yang kini berdiri dihadapannya
"Sangat cantik seperti biasa," ujarnya kagum dalam hati
Berdeham untuk mengalihkan pikirannya. Pemuda itu menatap gadis dihadapannya dengan pandangan yang -mencoba- datar
"Kau terlambat. Lari keliling lapangan 5 kali," ujarnya -berusaha- datar dengan sedikit rasa tidak tega, tetapi ia harus berlaku adil di sini
Tanpa mengucapkan apa-apa dan hanya mengangguk. Shinobu bergegas untuk melaksanakan hukuman tersebut
Giyuu mengernyitkan dahinya ketika melihat respon Shinobu. Biasanya gadis itu akan tersenyum jengkel padanya, tetapi hari ini gadis itu tidak tersenyum padanya bahkan menatap matanya saja pun tidak!
Lalu, kejadian ini sudah berlangsung selama dua minggu lamanya. Bayangkan! Selama dua minggu, Giyuu harus menahan rindu akan senyuman gadis itu. Ia memang sering melihat gadis itu tertawa dan tersenyum, tapi senyum dan tawa manis itu bukan untuknya melainkan untuk orang lain!
Giyuu masih sedikit lega. Garis bawahi pada kata sedikit. Karena senyuman gadis itu setidaknya bukan untuk rival abadinya si iblis bulan atas alias Douma. Jika sampai Shinobu tersenyum dan tertawa karena iblis itu. Ia bersumpah akan menghajar Douma habis-habisan
Awalnya, Giyuu tidak menyadari kalau gadis itu menjauhinya. Ia menganggap bahwa itu hanya perasaannya saja, tetapi sekarang ia yakin sekali kalau gadis itu benar-benar menjauhinya. Buktinya setiap ia meminta gadis itu untuk membawakan rekap absen atau tugas seperti biasanya, gadis itu pasti langsung meminta teman sekelasnya yang lain untuk menggantikannya. Kalaupun terpaksa harus ia yang mengantar, gadis itu terlihat gelisah dan tingkahnya seperti ingin cepat pergi dari hadapannya
Setiap kali ia mencoba untuk mendekati gadis itu, ada saja hal-hal yang terjadi agar ia tidak bisa mendekat, seperti gadis itu yang sudah pulang dan selalu bersama dengan teman atau saudarinya. Intinya dia tidak pernah sendirian. Padahal ada yang ingin ia bicarakan dengan gadis itu, tetapi waktu dan keadaan seperti tidak mendukungnya
"-ei"
Bagaimana caranya agar Shinobu tersenyum dan tertawa dihadapannya lagi?
"-sei"
Apa yang harus ia lakukan? Apa ia melakukan kesalahan yang tidak bisa dimaafkan oleh Shinobu sehingga gadis itu menjauh? Ia harus bertanya pada siapa tentang masalah ini?
"Sensei"
Ah memikirkannya saja sudah membuatnya pusing, tapi tidak melihat gadisnya tertawa dan tersenyum padanya lebih membuatnya pusing. Mungkin ia akan bertanya pada Shinazugawa nanti
"Tomioka-sensei!"
Giyuu tersentak ketika mendengar suara dan tepukan yang sedikit keras di bahunya. Ia menoleh dan melihat sekumpulan murid Kimegaku yang datang terlambat sudah selesai dengan hukuman mereka
Ada yang masih mengatur nafasnya, ada yang mengipasi diri sendiri, dan ada yang bengong melihat langit. Matanya bergeser untuk melirik gadis yang sedang menundukkan kepalanya dan memainkan ujung seragamnya. Dahi gadis itu berkerut dan bibirnya mengerucut
"Lucu," batinnya geli
Siswa yang tadi memanggil Giyuu mengernyitkan dahinya ketika melihat tingkah gurunya yang sepertinya melamun kembali
KAMU SEDANG MEMBACA
One More Time
FanficSinopsis: Tomioka Giyuu ingin memulai kembali kisah cintanya dengan Kocho Shinobu. Giyuu paham bahwa di masa lalu, mereka tidak memiliki kesempatan. Karena itu, di masa kini, di kehidupan yang damai ini, ia ingin memulai kembali kisah cintanya denga...
