Konfrontasi (Bagian 2)

331 32 6
                                        

"Eh? Itu ada Tomioka-sensei!" ucap salah satu anggota klub anggar

"Sedang apa dia disini?" tanya lainnya

Shinobu yang mendengar hal tersebut segera menoleh untuk melihat sosok yang jadi topik utama mereka

Di sana ia melihat Tomioka-sensei yang juga sedang melihatnya berdiri santai dengan salah satu tangan yang menyentuh pembatas tribun. Tatapan mereka bertemu

Ocean blue dan violet

Keduanya saling menyelami keindahan mata masing-masing, seolah melupakan keributan yang terjadi di sekitar mereka. Berbagai macam emosi nampak dari kedua mata mereka

Kerinduan, ketakutan, dan keraguan

Untuk Giyuu ada kemarahan. Sedangkan, untuk Shinobu ada kekecewaan

Kontak mata yang terjadi di antara mereka terputus ketika Shinobu dengan terang-terangan mengalihkan pandangannya ke temannya

"Konbanwa, sensei!" ucap semua anggota klub anggar seraya membungkuk pada Giyuu

Giyuu mengangguk. Matanya melirik ke arah Shinobu yang masih menunduk

"Jika sudah selesai segera kemasi barang kalian. Jangan pulang terlalu malam"

"Ha'i!"

Melirik sedikit ke arah Shinobu yang secara kebetulan juga sedang melihatnya

"Jangan kabur" ujar Giyuu tanpa suara sebelum melangkahkan kakinya keluar dari ruangan klub

Shinobu yang melihatnya hanya bisa menghela nafas

.
.
.

Shinazugawa Sanemi menatap tajam dan penuh kebencian pada makhluk yang berdiri di pintu rumah keluarga Kocho

"Yo! Konbanwa, Shinazugawa-san" ucap makhluk tersebut tanpa dosa dengan senyum lebar

"Mau apa kau kesini?" desis Sanemi berharap penghuni rumah tidak ada yang mendengarnya

"Bertemu Shinobu-chan. Kalau kau lupa aku tunangannya"

"Pergi. Shinobu tidak ada di rumah"

"Oh? Benarkah? Kalau begitu aku akan menunggunya di dalam"

Belum ada satu langkah pemuda itu menginjakkan kakinya, tubuhnya langsung ditarik oleh Sanemi untuk menjauh dari rumah tersebut

"Brengsek! Menjauh dari keluarga Kocho!" ujar Sanemi marah

"Kau pikir siapa dirimu? Jangan kau kira hanya karena kau tunangan Kanae-chan, kau bisa berbuat sesuka mu, Shinazugawa" ujar tunangan Shinobu dengan nada tenang

"Jangan sebut nama Kanae dengan mulut kotor mu itu, iblis bajingan!"

Douma tersenyum semakin lebar mendengarnya

"Aahh~, sudah ku duga pasti Mizu Hashira itu yang memberitahu mu siapa diriku" ujar Douma dengan seringai menyebalkan di wajahnya

Wajah Sanemi memerah menahan amarah. Ia memejamkan matanya untuk menenangkan dirinya. Pemuda berambut putih tersebut ingin sekali menghajar dan membunuh iblis ini. Tapi, ia tidak bisa. Posisi iblis ini lebih tinggi dibanding dirinya di mata calon mertuanya. Ia harus menahan diri, walaupun dendam dan kebencian itu masih memenuhi dirinya bahkan setelah ratusan tahun berlalu. Ia tidak akan lupa

Tangisan Shinobu yang memeluk Kanae

Tubuh Kanae yang penuh dengan luka dan darah

Wajah Kanae yang penuh air mata dan darah tersenyum padanya

One More TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang