Mine

390 28 10
                                        

Hari Jum'at

Menjadi penjaga gerbang sekolah sudah seperti pekerjaan tetap yang dilakukan oleh Tomioka Giyuu. Ia menatap datar setiap siswa-siswi yang datang melewatinya, sesekali membalas sapaan mereka dengan datar. Tatapan matanya menajam dan semakin tajam ketika melihat seseorang yang sangat dikenalinya berjalan dengan tangan yang sibuk pada tasnya

"Ohayou gozaimasu, Tomioka-sensei," sapa gadis itu seraya menundukkan kepalanya hormat

"Ohayou," balas Giyuu

Baru berjalan beberapa saat, kata-kata Giyuu yang selanjutnya berhasil menghentikan langkahnya

"Setelah ekskul nanti tunggu aku di parkiran dan jangan pulang dulu. Aku tidak menerima bantahan," kata Giyuu tidak ingin dibantah karena tahu pasti gadis itu akan menolaknya

Tanpa menjawab, Shinobu langsung bergegas pergi meninggalkan Giyuu yang menatap tajam pada punggungnya

.
.
.

Shinobu berjalan dengan langkah pelan. Kepalanya terasa penuh dengan masalah yang ia tanggung akhir-akhir ini

*drrtt drrtt

Merasakan bahwa ponselnya berdering, Shinobu segera merogoh isi tasnya untuk mengambil ponsel miliknya. Setelah berhasil meraih ponselnya, dahi gadis manis itu mengernyit ketika melihat nomor tak dikenal menghubunginya. Ia kembali berjalan, tetapi bukan ke arah kelas, melainkan menuju toilet

Tiba di toilet, ia segera mengangkat telepon tersebut

"Halo, Shinobu-chan!" sapa seseorang di ujung sana

"Siapa?" tanya Shinobu. Seingatnya, ia tidak pernah memberikan nomor ponselnya kepada siapapun yang menurutnya asing dan tidak penting. Darimana orang ini tahu nomor ponselnya?

"Ini aku, tunangan mu, Dou-"

Belum selesai seseorang di sana menyelesaikan perkataannya, Shinobu langsung mematikan sambungan teleponnya

Douma

Shinobu tersenyum, tapi bukan jenis senyuman yang ramah, melainkan senyuman menahan kesal karena di dahinya muncul urat-urat tanda kemarahannya

"Pasti ayah yang memberikan nomor ponsel ku ke makhluk itu," ujarnya sebal

.
.
.

Sementara itu

Douma yang sedang duduk di ruangan kantornya hanya bisa tersenyum seperti orang bodoh ketika Shinobu langsung mematikan sambungan telepon mereka

"Eeehh???"

"Padahal aku ingin mengabari kalau hari ini aku akan datang ke rumahnya, tapi yasudah. Aku akan datang sendiri tanpa izin darinya"

"Matte ne, Shinobu-chan!!!"

.
.
.

Shinobu berjalan menuju ruang kelasnya seraya menghela nafas berat

"Dasar orang gila," batinnya menghina Douma

Untung saja ia tidak terlambat masuk kelas. Hari ini mata pelajaran Obanai-sensei, ia tidak mau dihukum oleh guru sekaligus kekasih sahabatnya, Mitsuri

.
.
.

Ruang Guru

Giyuu menghampiri Kanae yang sedang sibuk menilai ulangan harian para siswa

One More TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang