Kebenaran (2)

340 29 16
                                        

Sanemi dan Kanae sedang duduk berdampingan di ruang tengah rumah keluarga Kocho. Kebetulan Kanao dan Aoi sudah berada di kamar masing-masing, sehingga ia dan Kanae bisa berbicara dengan leluasa tanpa khawatir didengar oleh anak-anak

Sanemi menarik nafas panjang seraya mengganggam erat tangan sang tunangan yang dibalas tak kalah erat. Matanya yang mirip ohagi menatap mata cantik Kanae yang balas menatapnya lembut dan penuh dengan cinta

Tatapan inilah yang membuat Sanemi rela melakukan apapun agar ia tidak kehilangan keindahan itu lagi. Ia akan menjaga Kanae sebaik-baiknya. Ia akan selalu melindungi Kanae. Kesalahannya di masa lalu tidak boleh terulang kembali

"Sanemi-kun?," panggil Kanae lembut ketika melihat Sanemi memandanganya dengan sedih

"Ah! Maaf. Baiklah, akan ku ceritakan semuanya. Berjanjilah untuk percaya padaku"

"Aku berjanji, Sanemi-kun. Jangan khawatir"

Menghirup nafas dalam-dalam sebelum menghembuskannya. Ia akan menceritakan kebenaran itu sekarang

"Aku memiliki ingatan di kehidupan ku sebelumnya, Kanae"

Mata Kanae melebar mendengar perkataan itu. Rasanya ia tidak percaya, tapi melihat tatapan tunangannya uang tampan ini. Rasa tidak percaya itu meluap dan menghilang

Selanjutnya, hanya ada Sanemi yang menceritakan tentang dirinya dan masa lalu mereka

.
.
.

Sementara itu

Giyuu menarik tangannya Shinobu menuju parkir guru yang sudah terlihat sepi. Hanya ada mobilnya di sana

"Aww! Sensei! Lepaskan!"

Pemuda yang sedang menarik tangannya itu hanya diam dan tidak menanggapi, tetapi tangannya semakin mencengkeram erat tangan mungil gadis yang berdiri kesakitan di belakangnya

Tanpa pikir panjang segera ia buka pintu mobilnya dan memaksa Shinobu untuk masuk. Setelah berhasil membuat Shinobu masuk, ia segera berlari masuk ke mobilnya dan mengunci pintunya

Shinobu menatap nyalang pemuda yang menjadi gurunya tersebut

"Apa-apaan kau?," hilang sudah sopan santun dan rasa hormat yang ia miliki untuk gurunya tersebut

Menghela nafas lelah, Giyuu menatap Shinobu yang masih menatapnya galak, "aku akan menjelaskan semuanya. Semua yang kau lihat hari itu"

Gadis dengan gaya rambut ponytail tersebut mengernyitkan dahinya tanda tidak mengerti

"Maksud sensei?"

Tatapan Giyuu seolah menembus mata Shinobu. Gadis itu langsung merinding melihat tatapan gurunya

"Hari itu, ketika kau melihat ku dan Shimizu-sensei di halte," ujar Giyuu tenang

Shinobu membuang wajahnya ketika gurunya mengungkit kembali kejadian di hari itu

"Tidak perlu, terima kasih. Aku mengerti," ujarnya ketus

"Aku akan menjelaskan, tapi tidak disini," kata Giyuu seraya menyalakan mesin mobilnya dan melaju menuju entah kemana

"Kalau memang ingin menjelaskan sesuatu di sana aja. Dasar merepotkan," cibir Shinobu dalam hati

.
.
.

Tes

Tes

Tes

Air mata Kanae mengalir ketika mendengar seluruh cerita dari Sanemi

One More TimeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang