Zhou Yichen menunggu dengan cemas di depan pintu kamar dimana Zhao Yuanzhou di baringkan.
"Tapi tunggu dulu, kenapa aku jadi khawatir begini?" Dia berbisik pada diri sendiri "dia kan musuhku!"
Tidak lama Wen Xiao keluar dari dalam kamar.
"Eh Wen Xiao apakah dia baik-baik saja!" Zhou Yichen langsung melupakan perkataannya barusan.
"Dia baik, tapi masih pingsan. Sepertinya pedang mu melukai dirinya dengan cukup parah"
"Oh... Eum kalau begitu aku permisi dulu"
"Eh Xiao Zhuo mau kemana?"
"Mau istirahat. Lagipula dia kan siluman abadi tidak akan mati semudah itu" ucapnya acuh tak acuh
Zhou Yichen lalu berjalan pergi menuju kamarnya.
Dia duduk santai di atas kasur sambil menatap langit-langit. Tiba-tiba dia kembali bangkit dan menuang teh. Tapi belum sempat di cicipi Zhou Yichen kembali berdiri dan langsung membanting tubuhnya ke atas kasur. Dia menutup seluruh tubuhnya dengan selimut dan mencoba memejamkan mata.
"Dia dikendalikan oleh sesuatu"
Perkataan Li Lun membuat dirinya langsung melompat dari atas tempat tidur.
Kelakuannya sangat aneh dan tidak bisa di tebak sama sekali.
"Sial kenapa aku mengkhawatirkan siluman monyet tua bangka sialan itu!" Dia menggerutu
Zhou Yichen membuka laci di sebelah kasur dan mengambil sebuah salep.
Dia lalu berjalan pergi menuju kamar Zhao Yuanzhou.
Di dalam kamar, Zhao Yuanzhou masih tertidur dengan damai.
Zhou Yichen duduk di sebelahnya. Dia menatap wajah damai Zhao Yuanzhou dan entah kenapa dia ingin terus memandangi wajah itu.
"Sial apakah aku terkena sihir siluman! Kenapa aku selalu ingin menatap wajahnya!" Dia berbisik
Dia masih terus memandangi wajah Zhao Yuanzhou. Tanpa sadar Semakin lama wajahnya semakin dekat dengan wajah Zhao Yuanzhou.
Dan disaat itulah Zhao Yuanzhou membuka matanya.
Mereka berdua sama-sama terpaku menatap ke dalam mata satu sama lain.
"Z-Zhou-dáren, anda mau apa?" Tanya Zhao Yuanzhou ragu-ragu
Zhou Yichen langsung menjauh dari Zhao Yuanzhou dengan panik.
"Aku hanya ingin memeriksa lukamu!"
"Lu-luka ku?" Zhao Yuanzhou berusaha bangkit "argh" baru saja Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, rasa ngilu di perutnya langsung menyerang.
Dengan sigap Zhou Yichen membantu dirinya untuk duduk "perlahan" ucapnya.
Sadar kalau dirinya sekarang menyentuh Zhao Yuanzhou dan Zhao Yuanzhou juga menatap bingung padanya, Zhao Yichen langsung kembali menjauh.
Mereka berdua duduk dengan canggung di tepi kasur.
"Errr Zhou-dàren apakah ada sesuatu?"
"Hah? Oh ya!" Zhou Yichen mengeluarkan sebotol salep dari sakunya.
"Aku tau lukamu cepat sembuh, tapi kalau dibiarkan terbuka terus juga tidak baik. Kau coba oleskan salep itu"
"Oh Zhou-dàren perhatian sekali, tapi..."
Sebuah cahaya merah terlihat menyinari perut Zhao Yuanzhou.
"Lukanya baru saja sembuh. Aku hanya butuh istirahat"
"K-kalau begitu simpan saja untukmu!" Zhou Yichen meletakkan botol salep itu kedalam telapak tangan Zhao Yuanzhou.
Ada kehingan yang membunuh untuk beberapa saat.
"Eh itu aku ada pertanyaan" akhirnya Zhou Yichen berbicara
"Tentang?"
"Li Lun. Apa masalah mu dengan dia, kenapa dia jadi menyebalkan sekali?"
"Oh dulu kami adalah teman bermain masa kecil, sangat dekat"
"Hah kau pernah kecil juga?"
Zhao Yuanzhou menatap tajam Zhou Yichen "Zhou-dàren kami ini siluman tetap makhluk hidup. Kau kira kami ini batu?"
Zhou Yichen mengangkat pundaknya
"Intinya ada masalah yang membuatku dan dia tidak bersama lagi. Jalan kami berbeda, aku bukan siluman suci, tapi aku masih bisa membedakan mana benar dan mana salah. Tapi tidak dengan Li Lun"
"Apakah dia menyukaimu?" Tidak pernah terlintas di otak Zhou Yichen dia akan menanyakan hal itu.
"Hah? Suka? Tentu suka kami kan berteman, bagaimana bisa berteman kalau tidak suka?" Jawabnya polos
"Ck! Bukan suka seperti itu. Maksudku apakah dia jatuh cinta padamu? Menaruh hati padamu?"
"Apa?! Zhou-dàren aku yang di tusuk kenapa kau yang rusak?"
"Hei siluman tua aku bertanya begitu karena dia bertingkah seperti orang yang patah hati! Jadi aku tanya apakah sebelumnya kalian punya hubungan spesial?!"
"Hubungan spesial apa? Tidak ada. Hubungan kami tidak begitu, meskipun dekat aku dan Li Lun hanya seperti saudara tidak lebih"
"Oh...." Ada kelegaan yang susah di jelaskan yang Zhou Yichen rasakan di dalam hatinya ketika mendengar perkataan Zhao Yuanzhou
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING HIM
FanfictionZhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
