CHAPTER 47

1.6K 174 30
                                        

Zhou Yichen dan Zhao Yuanzhou saling berhadapan satu sama lain.

Pedang Yunguang terhunus pada dada Zhao Yuanzhou. Air mata kesedihan mengucur deras dari mata indah Zhou Yichen.

"Apakah kita punya pilihan lain?" Tanya Zhou Yichen

"Apakah Ying Long dan Bing Yi punya pilihan lain?" Zhao Yuanzhou bertanya balik

"Dua kehidupan bersama, tapi tidak pernah benar-benar saling memiliki?"

Zhao Yuanzhou hanya tersenyum lemah pada Zhou Yichen.

Tiba-tiba pedang Yunguang menusuk Zhao Yuanzhou, menembus dada nya.

Zhao Yuanzhou terjatuh ke belakang, perlahan tubuhnya mulai memuai hancur di depan mata Zhou Yichen sebagai mana Ying Long hancur di depan mata Bing Yi.

"YICHEN!"

Suara bentakan dari Zhao Yuanzhou lah yang mampu membangunkan Zhou Yichen dari lamunannya.

"Oh Zhu Yan. Ada apa?"

"Bagaimana perutmu, setelah memiliki pil internal?" Tanya Zhao Yuanzhou

"Oh-" Zhou Yichen memijat lembut perutnya "aneh, seperti ada yang mengganjal di dalam. Tapi lama kelamaan bisa terbiasa juga"

"Oh ya" Zhao Yuanzhou menyentuh perut Zhou Yichen "disini?"

"I-iya..."

"Kau mau makan tidak?" Dia bertanya, mata bulatnya menatap Zhou Yichen.

Zhou Yichen bersumpah dia menahan air matanya untuk keluar ketika melihat wajah Zhao Yuanzhou.

"Zhu Yan..." Panggil nya lirih

"Iya?" Jawab Zhao Yuanzhou, masih menatap kikuk pada Zhou Yichen

Zhou Yichen langsung memeluk erat dirinya. Menghirup aroma segar dari curug leher sang istri.

"Chen-er, kau kenapa?" Tanya Zhao Yuanzhou bingung

"Aku takut... Boleh tidak takut?"

"Tentu boleh. Aku juga pernah takut" Zhao Yuanzhou menepuk lembut pundak Zhou Yichen "Tapi apa yang membuatmu takut?"

Dia menggeleng "Tidak tau, pokoknya takut saja"

Zhou Yichen melepaskan pelukannya, dia menangkup wajah Zhao Yuanzhou, dengan lembut mengecup bibir lembut nan ranum itu.

Tiba-tiba sebuah apel menimpuk kepala Zhou Yichen.

Dia mengernyit, matanya liar mencari-cari siapa pelakunya.

"Hei bocah Bing Yi ini gua bukan milik kalian berdua, ada orang lain disini!" Teriak Li Lun

"Oh ya sudah aku pindah saja"

Dengan enteng Zhou Yichen menggendong Zhao Yuanzhou dan membawa pergi dirinya.

"HEII!!!" Teriak Li Lun kesal

 

     Zhou Yichen merebahkan tubuh Zhao Yuanzhou perlahan ke atas kasur. Dia mulai menciumi curug leher pucat Zhao Yuanzhou.

Zhou Yichen semakin menempelkan tubuhnya pada Zhao Yuanzhou. Menjepit Zhao Yuanzhou, perlahan semakin melebarkan kaki Zhao Yuanzhou.

"Aaah Yichen jangan lama-lama. Be-besok aku harus menggunakan kekuatan ku untuk menempah kembali pedang Yunguang"

Tiba-tiba Zhou Yichen berhenti, dia menatap ragu pada Zhao Yuanzhou.

"Kenapa?" Tanya Zhao Yuanzhou

"Tidak usah di tempah saja"

"Hah?"

"Menempah kembali pedang Yunguang dengan api abadi di dalam dirimu, justru akan semakik merusak pil internal mu, aku tidak mau menyakiti dirimu lebih dari yang sudah terjadi"

PLAK!

Zhao Yuanzhou memukul dahi Zhou Yichen.

"Kau lupa ya siapa yang kau nikahi? Aku ini siluman besar berbahaya pembawa bencana. Aku hidup sudah tiga puluh enam ribu tahun. Hanya luka kecil bisa sembuh dalam beberapa hari! Lagi pula..." Zhao Yuanzhou menarik kerah baju Zhou Yichen "Aku sudah meninggalkan anak-anak ku bersama orang lain hanya untuk menolong mu, kalau sudah sampai sejauh ini tidak jadi ku cincang kau dan aku akan pergi menghilang bersama Li Lun"

"HEEEH TIDAK!!!"

Zhou Yichen kembali melumat bibir Zhao Yuanzhou, tangannya mulai mengendurkan tali hanfu Zhao Yuanzhou.

Tapi tiba-tiba Zhao Yuanzhou mendorong lagi dirinya menjauh

"Tunggu"

Zhao Yuanzhou merapalkan kembali mantra satu kata miliknya

"LINDUNGI"

Dan sebuah perisai merah terbentuk.

"Agar tidak ada yang melihat"

Zhou Yichen tersenyum lebar "Furen memang pintar"

Dia kembali melumat bibir Zhao Yuanzhou sembari sang istri semakin melebarkan kakinya.

Tidak di sangka-sangka, Ying Lei sedang lewat sambil membawa sebuah mangkuk berisi makanan yang baru dia buat.

"Aaah.."

Ying Lei mengernyit "ada suara apa itu?" Bisiknya pada diri sendiri

"Xiao Zhuo... Perlahan aaah...."

"AAAAAAH TIDAK KEDAP SUARA!!!!" Ying Leo berteriak

"HEH APA SIH KAU TERIAK-TERIAK?!" Ucap Li Lun

"Mereka-mereka sedang bertepuk tangan!!"

Ying Lei berlari pergi dengan wajah memerah

"Tepuk tangan apa?" Ucap Li Lun bingung

"AAAH XIAO-ZHUO JANGAN TERLALU DALAM MEMASUKKANNYA... AAAAH... PERLAHAN"

Seketika wajah Li Lun menjadi masam.

"BAJINGAN BOCAH BING YI!!!!"

CHASING HIMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang