Zhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
Zhao Yuanzhou duduk seorang diri di temani oleh kegelapan. Kemurkaan tergambar jelas di wajahnya.
Dia memakai baju serba putih dan memilih kembali mengikat ketat rambutnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"UHUK...UHUK..."
Darah segar mengalir deras keluar dari mulutnya. Ketika dia ingin bangkit, sensasi ngilu yang menggigit menyerang dirinya tepat di bagian perut.
"Zhu Yan, kau muntah darah?!" Zhou Yichen berlari mendekati dirinya, dia langsung menyeka darah pada mulut Zhao Yuanzhou
Namun dengan kasar Zhao Yuanzhou menghempaskan tangannya.
"Zhu Yan, kenapa-"
"Pergi"
"Hah?"
"Aku bilang pergi"
"Tapi-"
"Pergi, jangan nampakkan wajahmu di depanku lagi sebelum aku bisa membawa pulang anak sulungku"
Zhou Yichen ingin mengatakan sesuatu, tapi itu hanya akan memperparah rasa kesal dan kecewa yang Zhao Yuanzhou rasakan pada dirinya.
Dia berjalan pergi meninggalkan Zhao Yuanzhou dengan cara menunduk.
Tidak sengaja berpapasan dengan Li Lun yang ternyata melihat semuanya.
"Kau pasti senang ya kami bertengkar"
"Bohong kalau tidak" jawabnya enteng
"Kau-"
"Kau tau, ku kira kemarahan terbesarku adalah melihat dia dengan orang lain yang bukan diriku. Tapi ternyata salah, ternyata aku lebih marah lagi ketika melihat dirinya selemah sekarang. Siluman yang ku kenal sangat kuat dan pintar bisa selemah ini" dia menatap Zhou Yichen "Kita akan mendapatkan kembali si kembar. Aku berjanji"
Zhao Yuanzhou mencoba untuk bangkit dari tempat Ia duduk, tapi baru sedikit mengangkat bokong nya, dia sudah kembali terjatuh karena rasa sakit yang amat hebat yang seperti mengigit dan mencabik-cabik perutnya.
"Ba-bagaimana aku bisa menyelamatkan A-yue..." Lirihnya putus asa
Tiba-tiba sebuah tangan menempel pada perutnya, Zhao Yuanzhou mendongak untuk melihat siapa pemilik tangan itu.
"Li Lun?"
Li Lun memasukkan energi murni miliknya ke dalam tubuh Zhao Yuanzhou, mencoba memperbaiki pil internal nya yang rusak parah.
"Bagaimana sudah lebih baik?" Tanyanya
Zhao Yuanzhou mengangguk "Sudah. Terima kasih"
Li Lun lalu kembali menawarkan tangannya pada Zhao Yuanzhou "Ayo kita ambil kembali si kera kecil milikmu"
Zhao Yuanzhou tersenyum pada Li Lun, bulir air mata terbentuk pada mata indahnya. Di depannya sekarang adalah Li Lun sahabat masa kecilnya, bukan lagi Li Lun siluman jahat yang selalu menyusahkan hidupnya.
"Jangan menangis" Li Lun menyeka air mata Zhao Yuanzhou "Aku akan tetap di sisimu, kau tau itu. Janji kita"
Zhao Yuanzhou mengangguk, dia menerima uluran tangan Li Lun.
Li Lun memapah Zhao Yuanzhou dan mereka berjalan bersama.
Sesekali terdengar tawa riang dari keduanya, seperti masa lalu disaat mereka akan saling bersenang-senang bersama, masih polos dan bersih, belum ternoda oleh perbuatan manusia yang menyesatkan