Zhao Yuanzhou menempelkan tangannya pada batu dimana dia dan Li Lun dulu bersumpah untuk menjaga Dahuang bersama. Namun kali ini beda. Dia melakukan itu karena ingin menempah ulang pedang Yunguang dan membutuhkan api abadi di dalam dirinya.
Perlahan api di dalam tubuhnya tersedot dan mulai membentuk ulang pedang Yunguang.
Setiap tulang dan kulit Zhao Yuanzhou merasakan sakit yang sangat luar biasa, kulit tangannya yang terbakar mulai terkelupas, Zhao Yuanzhou bisa merasakan setiap retakan baru yang terbentuk pada pil internal nya. Tapi dia tetap berusaha sekuat mungkin untuk menahan segala rasa sakit.
"Aku sudah terbiasa di sakiti, ini bukan apa-apa" batinnya
"Zhu Yan sudah lepas kalau tidak tahan!" Ucap Zhou Yichen yang mulai cemas melihat wajah Zhao Yuanzhou yang semakin lama semakin pucat
"A-aku bisa... Sed-sedikit lagi..."
"Sudah Zhu Yan, kau tahan aku yang tidak tahan!"
Zhou Yichen ingin menarik tangan Zhao Yuanzhou
"MEMBEKU!"
Zhao Yuanzhou merapalkan mantra satu kata miliknya dan membuat Zhou Yichen tidak bisa bergerak.
"Zhu Yan kau-"
"Maaf... Tapi sedikit lagi"
Zhou Yichen mau tidak mau harus menyaksikan orang yang di cintai nya menderita demi menempah pedang milik keluarganya.
Setelah merasakan siksaan batin melihat rasa sakit Zhu Yan, akhirnya pedang Yunguang selesai di tempah.
Senyuman kelegaan terbentuk pada wajah Zhao Yuanzhou.
"BERGERAK"
Dan akhirnya Zhou Yichen bisa menggerakkan tubuhnya kembali.
Dan di saat yang bersamaan Zhao Yuanzhou terjatuh lemas, hampir mencium tanah kalau Zhou Yichen tidak dengan sigap menangkap tubuhnya.
"ZHU YAN!" Zhou Yichen memekik
"Aku baik..." Ucapnya sedetik sebelum kegelapan mengambil alih dirinya.
"ZHU YAN!!!"
Zhou Yichen menggenggam tangan Zhao Yuanzhou yang tidak sadarkan diri di atas kasur. Dia mengecup lembut setiap jari tangan sang istri tercinta.
Tangannya membelai rambut Zhao Yuanzhou, berharap sentuhannya bisa mengurangi rasa sakit yang Ia rasakan.
Tidak lama Li Lun datang menghampiri mereka. Tatapannya langsung menuju pada Zhao Yuanzhou yang masih terlelap.
"Ketika dia sadar, berikan ini padanya" Li Lun memberikan sebuah pisang berukuran cukup besar pada Zhou Yichen.
"Pisang apa ini, besar sekali?!"
"Lebih besar dari pisangmu kan?" Li Lun tergelak singkat sebelum akhirnya dia kembali serius "Dia suka pisang ini, dulu setiap ada siluman yang pergi ke dunia manusia, aku akan selalu menyuruh mereka untuk membawakan pisang ini untuk dirinya. Dia akan selalu makan pisang ini sambil bergelantungan di atas ayunan yang ku buat dari akar pohon milikku. Rambut silver nya yang terkepang rapi tertiup angin membuat wajah cantiknya terlihat lebih cerah dan indah"
"Ehem...." Zhou Yichen berdehem "Kera itu Sudah memiliki suami, kau tau kan?"
Li Lun menatap tajam Zhou Yichen "Cih... Tidak ada yang tau umur orang" dia lalu berjalan pergi
"HEH KAU MENYUMPAHI KU CEPAT MATI YA SILUMAN KUNO!!! KAU YANG HARUSNYA MATI SUDAH KEDALUARSA MENYAMPAH DI DUNIA!!!!" Teriak Zhou Yichen kesal
"Ngeeh...." Zhao Yuanzhou tidak tenang dalam tidurnya
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING HIM
FanfictionZhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
