🔞CHAPTER 22🔞

3.3K 192 45
                                        

Zhao Yuanzhou melamun menatap keluar jendela.

"Uhuk... Uhuk..." Dia memijat dadanya

"Zhu Yan, kau kenapa?"

Zhao Yuanzhou menggeleng "Yichen, kau punya giok tidak?"

"Oh untuk kau minum ya. Sebentar aku cari dulu, ada disini di suatu tempat"

"Kalau tidak ada, gelang ini saja"

"Zhou Yichen membelalak "Heh! Sembarangan!" Zhou Yichen menampar pelan pipi Zhao Yuanzhou

"Heheheh aku bercanda"

Zhou Yichen melepas tassel yang terikat di pinggangnya, dan meremas giok itu hingga menjadi debu di dalam ceret air.

"Kau ayo duduk disini" dia menepuk matras duduk di sebelahnya

Zhao Yuanzhou tersenyum pada Zhou Yichen dan mengikuti perkataannya  untuk duduk di sebelahnya.

Dia lalu menuangkan air ke dalam sebuah gelas kecil.

"Ini kau minumlah"

"Terima kasih lah, Fuqi" dia menggoda

Zhao Yuanzhou menenggak air giok pemberian Zhou Yichen dalam sekali teguk.

"Bagaimana keadaanmu, apakah sudah membaik?"

Zhao Yuanzhou mengangguk "Sudah. Sudah sangat baik"

"Indera perasa mu, apakah sudah terbuka semuanya?"

Dia kembali mengangguk "Sudah, hanya tinggal sedikit lagi"

"Bagus kalau begitu"

"Kita kembali ke biro?" Zhao Yuanzhou bertanya

"Kapan?" Zhou Yichen bertanya balik

"Sekarang bagaimana?" Zhao Yuanzhou menjawab

Zhou Yichen merengut, dia memeluk pinggang Zhao Yuanzhou "Tapi aku masih ingin menghabiskan waktu berdua denganmu. Kita kan masih dalam masa bulan madu!" Dia berkata manja

"Heh anak ini kenapa tiba-tiba jadi manja?" Zhao Yuanzhou menepuk-nepuk pelan kepala Zhou Yichen "Kasihan Wen Xiao dan Pei Sijing mengurusi biro. Lagi pula kau pemilik biro, dan itu rumahmu bagaimana bisa rumah kosong tanpa pemiliknya untuk waktu yang lama?"

"Rumahmu bisa"

Zhao Yuanzhou menepuk kepala Zhou Yichen "ANAK KECIL KALAU DIBILANGI OLEH ORANG TUA JANGAN MELAWAN!"

Zhou Yichen cemberut

Zhao Yuanzhou mengecup lembut pipi sang suami.

"Fuqi jangan merajuk... Aku punya tugas untukmu"

"Tugas? Tugas apa?" Tanyanya bingung

Indera perasa ku butuh satu langkah lagi untuk terbuka sepenuhnya.

"Apa?"

"Kultivasi ganda..." Dia berbisik ke dalam telinga Zhou Yichen

Mendengar perkataan Zhao Yuanzhou membuat sesuatu di dalam diri Zhou Yichen naik.

Dia langsung menggendong Zhao Yuanzhou dan mendudukkan dirinya di atas meja.

Dia menghempaskan seluruh gelas dan ceret hingga berjatuhan di lantai, Zhou Yichen menidurkan Zhao Yuanzhou di atas meja dan mulai menciumi lehernya.

"Aaah... Yiche... Berhenti.... Jangan disini!"

"Kenapa?" Tanyanya, sambil terus menciumi leher Zhao Yuanzhou

Zhao Yuanzhou menendang perut Zhou Yichen "Di atas kasur saja pinggangku sakit Apalagi di atas meja!" Dia mengamuk

"Oh... Baik... Kita ke kasur, tapi aku ada permainan untukmu"

"Permainan?"

"Kau tunggu disini" Zhou Yichen berlari keluar.

Zhao Yuanzhou menunggu dengan sabar, dia terduduk diam di atas meja, bajunya sudah turun separuh menampakkan pundaknya yang sangat halus dan pucat.

Tiba-tiba seseorang menutup matanya.

Itu adalah Zhou Yichen, dia mengikatkan sebuah kain merah pada mata Zhao Yuanzhou.

"Yichen, kenapa mataku di tutup?"

"Ingin mencoba saja"

Zhou Yichen menggendong bridal style Zhao Yuanzhou dan membawa dirinya kembali ke kamar.

Sesampainya di kamar, Zhou Yichen mendudukkan Zhao Yuanzhou di atas kasur.

Zhou Yichen kembali mengikatkan sebuah tali pada kedua tangan Zhao Yuanzhou.

"Yichen, kenapa di ikat"

"Aku selalu ingin mengikatmu, tidak membiarkan kau pergi dariku. Tidak boleh dilihat orang lain, untukku saja"

Zhou Yichen menatap pundak Zhao Yuanzhou yang sudah terpampang jelas, dia semakin menurunkan baju Zhao Yuanzhou.

"Bagaimana aku tidak menggila jika kau seperti ini"

Dia menjatuhkan Zhao Yuanzhou ke atas kasur dan mulai menciumi lehernya.

"Yichen... Bisa tidak jangan di tutup mataku. Kau bisa mengikat ku, bisa melakukan apa saja padaku tapi jangan di ikat. Aku agak takut gelap"

"Siluman besar takut gelap?"

"Selama ini hidup sendiri dalam kegelapan. Setelah melihat secercah cahaya aku takut kehilangan cahaya itu, takut kau hilang"

Zhou Yichen tertegun, karena rasa bersalah dia menarik lepas kain yang menutupi mata Zhao Yuanzhou.

"Maaf ya" dia mengecup mata sang istri

Zhao Yuanzhou mengangguk "Iya tidak apa-apa"

"Tapi kita tetap melanjutkannya"

Zhou Yichen menarik tangan Zhao Yuanzhou yang terikat ke atas kepalanya dan mulai kembali menciumi lehernya.

"Aaah Yichen!!!"

Dan akhirnya suara tepukan yang bukan berasal dari tangan terdengar menggema di barengi dengan suara erangan kegirangan dan omelan Zhao Yuanzhou.

CHASING HIMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang