Zhou Yichen berjalan perlahan memasuki kawasan rumah Zhao Yuanzhou yang terletak di belakang kaki gunung hutan bambu.
Rumah itu di pagari oleh segel yang dibuat sendiri oleh Zhao Yuanzhou. Tapi seperti sudah mengenal Zhou Yichen. Segel itu terbuka ketika dia berada tepat di depan pintu masuk.
Zhou Yichen mulai memasuki area rumah Zhao Yuanzhou. Aura mencekam di tambah energi kegelapan menyelimuti rumah itu sekarang. Berbanding terbalik dengan aura sejuk yang Zhou Yichen rasakan di rumah ini beberapa bulan lalu.
Zhou Yichen memeriksa satu persatu ruangan hingga pada akhirnya dia menemukan Zhao Yuanzhou terduduk seorang diri di dalam kegelapan di dalam kamarnya sendiri.
Zhou Yichen berjalan perlahan mendekati Zhao Yuanzhou. Dia menundukkan kepalanya, membuat Zhou Yichen tidak bisa melihat wajahnya.
"Zhu Yan... Ayo pulang aku akan menjagamu jika kau ikut aku pulang"
"...." Tidak ada jawaban
"Jika kau tidak mau tinggal di biro, kita bisa tinggal di vila lagi. Atau kalau kau bosan, keluarga ku banyak rumah kau bisa pilih satu sebagai tempat tinggal"
"...." Tetap tidak ada jawaban
"Zhu Yan... Aku takut. Ini pertama kali setelah delapan tahun aku setakut ini. Takut kehilangan seseorang yang ku kasihi. Takut kehilangan dirimu"
"....." Masih tidak menjawab
Zhou Yichen mengernyit, dia mencoba menunduk untuk melihat wajah Zhao Yuanzhou.
Tapi tiba-tiba Zhao Yuanzhou mendongak, matanya yang terpejam terbuka dan itu adalah merah. Zhu Yan nya tidak ada disitu.
Zhao Yuanzhou langsung menyerang Zhou Yichen dengan energi jahat miliknya.
Beruntung Zhou Yichen sudah bersiap dan menangkis dengan perisai energi.
Kekuatan mereka yang saling beradu membuat ledakkan yang cukup kuat.
Zhao Yuanzhou terbang menjauh dari Zhou Yichen.
"ZHU YAN! BERHENTI!"
Zhou Yichen mengejar dirinya hingga mereka sampai pada area taman persik.
Zhao Yuanzhou kembali mengeluarkan energi jahat dari dalam dirinya dan menyerang Zhou Yichen.
Zhou Yichen langsung mundur menuju kolam, dia menarik air yang berada di dalam kolam dan menjadikan air itu sebagai sebuah panah es.
Dia mengarahkan panah itu kepada Zhao Yuanzhou, tapi belum sempat panah itu menyentuh dirinya, Zhou Yichen sudah menghentikannya.
Dia tidak sanggup untuk melukai Zhao Yuanzhou.
Dia menarik kembali panah-panah es yang dia buat dan merubahnya kembali menjadi air.
Zhou Yichen lalu menerjang Zhao Yuanzhou. Dia menahan kedua tangan Zhao Yuanzhou agar tidak menggunakan mantra satu kata pada dirinya.
"ZHU YAN SADAR!!" Dia berteriak, menatap tajam mata Zhao Yuanzhou yang sekarang menatap Zhou Yichen seperti orang asing
Zhao Yuanzhou kembali mengeluarkan energi jahat dari dalam dirinya, tapi tiba-tiba Zhou Yichen melumat bibirnya, mengunci bibir itu erat tidak ingin melepaskan.
Perlahan energi jahat yang menutupi tubuh Zhao Yuanzhou menghilang masuk. Mata merahnya kembali berubah menjadi normal.
Zhao Yuanzhou terjatuh di tanah bersama Zhou Yichen.
Zhou Yichen melepaskan bibir Zhao Yuanzhou, dia membelai lembut pipi sang istri
"Kembali padaku" bisiknya
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING HIM
FanfictionZhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
