Li Lun membanting pintu ketika dia masuk ke dalam ruangan dimana dia menyekap Zhao Yuanzhou.
Zhao Yuanzhou duduk di lantai, bersandar pada kasur, dia memeluk kakinya sendiri sambil melamun.
Ketika Li Lun datang, lamunannya buyar. Zhao Yuanzhou mendongak, menatap bingung pada Li Lun.
Li Lun membuka segel yang mengurung Zhao Yuanzhou.
"Li Lun ada apa?" Dia bertanya
Tiba-tiba Li Lun mencoba mencium paksa Zhao Yuanzhou.
"LI LUN LEPAS!" Zhao Yuanzhou mencoba melawan, tapi Li Lun masih tetap mencoba untuk mencium dirinya. "LI LUN BERHENTI!" Zhao Yuanzhou kembali menampar Li Lun "KAU SADAR!" Dia berteriak
Li Lun langsung mencekik Zhao Yuanzhou. Tatapannya benar-benar penuh kebencian.
Zhao Yuanzhou berusaha melawan, mencakar tangan Li Lun yang terlingkar rapih di lehernya.
"Li Lun- lep-lepas sa-sakit!"
Li Lun menghempaskan Zhao Yuanzhou ke lantai dan tiba-tiba
CREAK!"
Dia merobek baju belakang Zhao Yuanzhou hingga menampakkan punggungnya yang mulus dan pucat.
Zhao Yuanzhou berusaha memegangi bajunya yang bagian depan.
"Bocah Bing Yi itu tidak pantas mendapatkan mu" akhirnya dia berbicara
"Li Lun, jangan gegabah. Jika kau melakukan ini, akan ada sesuatu yang tidak akan pernah kau bisa rubah lagi selamanya" Zhao Yuanzhou memperingatkan
Li Lun tersenyum sungging "Apakah aku terlihat peduli?"
Dia menarik Zhao Yuanzhou, memaksa dirinya untuk terlungkup di atas kasur.
Tubuh bagian atas Zhao Yuanzhou di telungkupkan pada kasur, sedangkan kakinya tetap menyentuh lantai
Dengan kakinya, Li Lun memaksa kaki Zhao Yuanzhou untuk terbuka lebih lebar.
"Setelah aku melakukan ini, apakah kau akan membenciku?" Tanyanya
"Tidak. Aku tidak akan membencimu. Tapi aku tidak akan pernah menganggap dirimu lagi" Ucap Zhao Yuanzhou
Dia bisa merasakn jari jemari Li Lun pada punggungnya, Zhao Yuanzhou membiarkan air mata mengalir deras merasakan sentuhan dari sang sahabat.
Li Lun menahan tangan Zhao Yuanzhou. Tawa puas terdengar dari dirinya.
Zhao Yuanzhou menutup kedua matanya, bersiap untuk skenario terburuk. Tapi tiba-tiba Li Lun berhenti.
"Dia disini... Bocah Bing Yi itu disini" ucapnya
"Yichen?" Mendengar Zhao Yichen datang, memberikan energi baru di dalam diri Zhao Yuanzhou.
Tiba-tiba dua buah akar melilit kedua tangan Zhao Yuanzhou.
"Kau tunggu disini, akan ku bawakan kepala bocah Bing Yi itu kepadamu"
"Tidak! Li Lun jangan! Lepaskan aku Li Lun!!" Zhao Yuanzhou berteriak
Zhou Yichen masuk ke dalam tempat yang terlihat sangat mirip dengan Biro pengangkap siluman bersama dengan Pei Sijing, Wen Xiao, dan Ying Lei.
"Kenapa tempat ini mirip dengan Biro penangkap siluman milik kita?" Tanya Ying Lei
"Dia menggunakan ilusi untuk membingungkan kita. Hati-hati
Tiba-tiba cahaya biru pada pedang Yunguang menyala.
Belum sempat Zhou Yichen memperingatkan, sesosok wanita siluman terbang menyerang mereka.
Ying Lei dengan sigap menahan wanita itu, di bantu oleh Pei Sijing.
"ZHOU-DÀREN CEPAT PERGI KAMI BISA MENAHAN SILUMAN JELEK INI!" Teriak Ying Lei
Zhou Yichen mengangguk, dia bersama Wen Xiao langsung berlari masuk ke dalam.
Ketika mereka sampai di depan pintu yang terlihat seperti pintu masuk Biro, mereka sudah di sambut oleh Li Lun yang di kelilingi dengan kabut tebal.
"Li Lun. Dimana Zhu Yan?!"
Li Lun menjentikkan jarinya, dan kabut pun menghilang menampakkan Zhao Yuanzhou yang tergantung, kedua tangan terikat akar pohon dan, setengah sadar.
Li Lun menggerakkan akar pohonnya untuk melilit leher Zhao Yuanzhou membuat dirinya susah untuk bernafas.
Zhou Yichen meremas pedang Yunguang "LI LUN LEPASKAN DIA!"
Li Lun kembali menjentikkan jarinya dan Zhao Yuanzhou kembali di lahap oleh kabut.
"Dia akan tetap bersama ku, bahkan jika aku hancur, dia akan hancur bersamaku. Terbakar bersamaku"
Zhou Yichen melompat ingin menyerang Li Lun. Bak bayangan cepat, Li Lun terbang dan menargetkan Wen Xiao.
Li Lun ingin menepuk dada Wen Xiao, namun Wen Xiao dengan cepat mengelak, dia mengiris lengan Li Lun dengan pedang kecil miliknya yang sudah di taburi dengan obat pemecah roh siluman.
Zhou Yichen kembali melompat untuk menyerang Li Lun, dia mengarahkan pedang Yunguang pada kepala Li Lun.
Li Lun menahan bilah pedang Yunguang dengan lengannya.
Membuat lengannya tertancap pedang Yunguang.
Di saat bersamaan obat pemecah roh yang mengenai dirinya, mulai berekasi.
Li Lun mulai merasakan pusing dan buram.
Dia menendang perut Zhou Yichen hingga terpelanting.
Li Lun pun akhirnya terjatuh "Apa ini? Apa yang kau berikan padaku?!"
"Bubuk pemecah roh siluman. Tidak akan bertahan lama untukmu, tapi setidaknya bisa menghambat dirimu" Wen Xiao menjawab
Diam-diam Li Lun mengeluarkan gendang kecil miliknya.
"DIA INGIN MENGHANCURKAN TEMPAT INI!" Teriak Wen Xiao
Dengan sigap Wen Xiao melompat menerjang Li Lun, mengambil gendang miliknya.
Zhou Yichen langsung menusuk gendang itu dengan pedang Yunguang.
"TIDAK!" Teriak Li Lun
Ketika gendang itu hancur, ledakkan nya sangat dahsyat. Menghempaskan ketiga orang itu seketika.
"Gendang... Gendang itu hadiah dari Zhu Yan..." Lirih Li Lun "KALIAN SEMUA AKAN MEMBAYAR!" Bentaknya
Li Lun kembali berubah menjadi kumpulan daun dan menghilang.
Perlahan ilusi yang dia ciptakan pun ikut menghilang bersama dirinya.
Yang sekarang berada di depan mereka bukanlah pintu masuk biro, melainkan sebuah gua gelap dan besar.
Wen Xiao dan Zhou Yichen saling bertukar pandang.
Mereka sama-sama mengangguk dan berjalan masuk.
Dengan pedang Yunguang Zhou Yichen menerangi jalan.
"Pedang ku bersinar, berarti Zhu Yan berada disini"
"Bagaimana kau yakin?" Tanya Wen Xiao
"Wen Xiao. Apakah ledakkan itu merusak otakmu. Kau lupa dia adalah siluman besar?"
Dan benar saja, di ujung terlihat sebuah kurungan besi yang dibuat khusus untuk menahan manusia. Zhao Yuanzhou tergeletak di dalamnya.
"ZHU YAN!" Zhou Yichen berteriak memanggil dirinya.
Perlahan Zhao Yuanzhou membuka matanya "Yichen..." Dia memanggil lemah
Zhou Yichen merusak kunci gembok pada kurungan itu, dia langsung menarik Zhao Yuanzhou dan menggendong dirinya.
"Peluk aku erat, Zhu Yan" bisiknya pelan
Zhao Yuanzhou menuruti perkataan Zhou Yichen, memeluk erat dirinya.
"Kita akan pulang" ucapnya
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING HIM
FanfictionZhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
