"UHUK... UHUK...."
Zhao Yuanzhou kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya ketika cambukan terakhir menghantam kulitnya.
Meng Xuan melemparkan cambuk perak di tangannya, nafasnya tersengal-sengal.
"Masih tidak mau memberikan pil internal mu? Kau berharap apa? Orang-orang dari biro penangkap siluman untuk menyelamatkanmu?!! Kau ini siluman kejam dan hina, mereka membencimu. Apalagi Zhou Yichen, kau lah yang membunu keluarganya. Zhu Yan... Kau ini sudah tidak berguna lagi untuk hidup dimanapun, siluman hina menjijikan"
Meng Xuan berjongkok di hadapan Zhao Yuanzhou. Dia mengeluarkan sebuah belati kecil, dia lalu mencengkram pergelangan tangan Zhao Yuanzhou dan mengiris tepat pada uratnya.
"Aaagh-"
Bahkan untuk berteriak saja, Zhao Yuanzhou sudah tidak sanggup.
"Kau memang bisa menyembuhkan dirimu sendiri, tapi sekarang kekuatan mu di segel, dan kau di kurung di sel ini. Kemampuan mu untuk menyembuhkan diri sendiri juga akan melambat. Seperti gelas retak yang terisi air, meskipun tidak akan habis sampai lama, sakitnya tetap akan mengalir"
Tenaga Zhao Yuanzhou sudah hampir pada batasnya, pengelihatan nya juga sudah mulai kabur di perparah dengan jejak air mata yang memburamkan kedua matanya.
'DHUAR!'
Tiba-tiba terdengar suara ledakkan dari luar. Tidak lama Zhen Mei berlari masuk.
"Zhen Mei, ada apa?" Tanya Meng Xuan
"Zhou Yichen mengamuk, dia sepertinya tau kita menahan Zhu Yan disini"
"Apa?!" Meng Xuan dan Zhen Mei langsung berlari keluar tanpa menutup pintu.
Mendengar Zhou Yichen datang, seperti mengembalikan kekuatan di dalam dirinya.
Zhao Yuanzhou perlahan mulai bangkit, dia berjalan tertatih-tatih menuju pintu keluar.
Diluar, Zhou Yichen menghempaskan belasan orang dari kamp Chongwu, wajahnya terlihat sangat kesal.
Tidak lama Zhen Mei dan Meng Xuan berlari keluar.
"Zhou-dàren apa yang kau lakukan disini? Kau mengacak-acak kamp Chongwu"
Zhou Yichen menghunuskan pedangnya "Dimana Zhao Yuanzhou"
"Kenapa kau bertanya pada kami, bukankah dia berada di tempat mu?"
Zhou Yichen menghempaskan energi dari pedang Yunguang ke arah atas, membuat langit-langit yang terbuat dari batu retak.
"Aku tanya sekali lagi, dimana Zhao Yuanzhou"
"Dia-"
"Hempaskan"
Zhao Yuanzhou dengan kaki yang terseok dan energi yang tersisa mencoba menyerang beberapa penjaga di depannya dengan mantra satu kata miliknya.
"Zhu Yan?!" Zhou Yichen memekik
Dia berlari mengejar sang pujaan hati yang masih jauh di seberang.
Sama hal nya dengan Zhou Yichen, Zhao Yuanzhou menggunakan seluruh kekuatannya yang tersisa untuk berlari.
"TAHAN MEREKA JANGAN SAMPAI ZHOU YICHEN MENDEKATI ZHU YAN!"
Belasan pengawal dari kamp Chongwu berusaha menghadang Zhao Yuanzhou dan Zhou Yichen.
"PERGI KALIAN JANGAN HALANGI AKU!"
Zhou Yichen melibaskan pedang Yunguang kepada orang-orang yang berusaha untuk menghalangi dirinya
"Hempaskan"
Begitu juga dengan Zhao Yuanzhou yang masih menggunakan mantra satu kata miliknya.
"UHUK!!! UHUK!!"
Zhao Yuanzhou kembali memuntahkan darah
"TIDAK!"
Akhirnya Zhou Yichen berhasil meraih Zhao Yuanzhou.
Ketika Zhao Yuanzhou merasakan sentuhan Zhou Yichen pada dirinya, disaat yang sama juga dia akhirnya menyerah dan terjatuh kedalam pelukannya.
"Zhu Yan, kau tidak apa-apa??" Dia menyeka darah pada mulut Zhao Yuanzhou
Zhao Yuanzhou tersenyum lemah "Aku tidak apa-apa, mereka tidak bisa mengambil pil internal ku"
"PEMANAH! ARAHKAN PANAHNYA KEPADA ZHOU YICHEN DAN ZHAO YUANZHOU!" Meng Xuan memerintahkan "Zhou-dàren aku perintahkan untuk menyerahkan Zhu Yan padaku dan kau akan keluar dari kamp Chongwu dalam keadaan selamat"
Sekarang belasan anak panah terarah kepada mereka.
"Yichen... Pergi tinggalkan aku. Kau bisa terluka"
Zhou Yichen tertawa sarkas "Mereka yang akan terluka"
"UHUK!!? UHUK!!!"
"Tenang, kau bertahan lah, aku sudah mendapatkanmu. Kali ini kau ada yang melindungi, kau tidak perlu melindungi dirimu sendiri"
"Aku tau" dan akhirnya Zhao Yuanzhou menyerah pada kegelapan
"TEMBAK!!" Meng Xuan nerryeoak
Berteriak memerintahkan
Para pemanah mengikuti perintah Meng Xuan dan menghujani Zhao Yuanzhou dan Zhou Yichen dengan puluhan anak panah
"TIDAAAAK!!!!" Zhou Yichen berteriak
Dari balik punggungnya sepasang sayap raksasa berwarna biru terkepak.
Sayap itu membentuk perisai untuk melindungi dirinya dan Zhao Yuanzhou yang sudsh tidak sadarkan diri.
"Apa itu?! Bagaimana bisa!" Meng Xuan memekik
'DHUAR!
Ledakkan yang hebat akhirnya terjadi di dalam kamp Chongwu.
Zhou Yichen berjalan keluar sambil menggendong Zhao Yuanzhou. Dan dalam persekian detik mereka menghilang, lenyap di bawa angin.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING HIM
FanfictionZhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
