Zhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
Zhou Yichen berkeliling sambil membawa sebuah mantel tebal, matanya liar melihat kesana kemari.
"Dimana monyet ku. Disini dingin sekali, dia tidak membawa mantelnya!" Dia berbisik cemas
Dari kejauhan dia melihat sosok membelakangi dirinya. Dia tau betul siapa sosok itu tapi dia juga tidak yakin.
"Zhu-Zhu Yan?" Dia memanggil ragu
Dan orang itu berbalik
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Benar, dia adalah Zhao Yuanzhou. Penampilannya sangat berbeda.
Dia tersenyum pada Zhou Yichen "Chen-er"
Zhou Yichen tertegun, dia langsung berlari menghampiri Zhao Yuanzhou.
"K-kau Zhu Yan ku?"
Zhao Yuanzhou mengangguk "Iya. Aku Zhu Yan mu. Ini aku dalam wujud asliku. Aku menepati janjiku untuk menunjukkan diriku yang sebenarnya padamu"
Zhou Yichen melingkarkan lengannya pada pinggang Zhao Yuanzhou, dia meremas pinggang ramping itu.
"Ayo pulang"
"Hah?" Zhao Yuanzhou bingung
"Ayo pulang! Kembali ke biro- tidak terlalu banyak orang disana, ayo kembali ke vila!"
"Untuk apa?" Tanya Zhao Yuanzhou polos, masih tidak mengerti
"Aku tidak mau kau di lihat orang, hanya untukku saja selamanya!"
Zhao Yuanzhou menoyor kepala Zhou Yichen "Bocah ini!"
Dia menangkup pipi Zhao Yuanzhou "Kau cantik sekali, kenapa setiap melihatmu kau selalu lebih cantik dari sebelumnya?!" Dia memencet pipi gembil Zhao Yuanzhou "Ayo ke kamar sekarang juga!"
Zhou Yichen ingin menggendong Zhao Yuanzhou, tapi tiba-tiba Ying Zhao datang.
"Ehem... Ehem..." Zhou-dàren dia berdehem
Zhao Yuanzhou langsung mendorong Zhou Yichen menjauh.
"Bisakah aku berbicara denganmu, Zhou-dàren. Sebentar saja"
Zhou Yichen mengangguk, ekspresi wajahnya yang manja dan jahil berubah menjadi serius. Dia menatap Zhao Yuanzhou.
"Tenang saja, Zhou-dàren. Dia tidak akan hilang, kau hanya meninggalkan dirinya sebentar"
Seketika pipi Zhou Yichen memerah.
Ying Zhao membawa Zhou Yichen menjauh.
"Aku senang dia akhirnya memiliki orang yang bisa menyayangi dan menjaga dirinya. Meskipun aku tidak pernah menyangka orang itu adalah kau, Zhou-dàren mengingat dendam masa lalu kalian"
"Aku memang sempat membenci dirinya, tapi aku sekarang lebih mengerti alasan dibalik semua itu. Dia adalah korban sama seperti ku"
Ying Zhao tersenyum "Aku yang merawat anak itu sejak dia masih berbentuk cahaya roh kecil hingga dia besar. Dia adalah siluman kecil yang paling polos dan tulus, hatinya bersih. Kau tau apa yang paling dia benci di dunia ini?"