"Tusuk disini"
Zhao Yuanzhou menarik pedang Yunguang dan menusukkan pedang biru itu tepat ke dalam dadanya.
"Dua kehidupan apa tidak bisa bersama?" Tanya Zhou Yichen
"Akan selalu jadi milikmu di setiap kehidupan"
"Lalu kenapa kau terus pergi dari ku?"
Zhao Yuanzhou tersenyum "Takdir memang kejam"
Kedua matanya terbuka, Zhao Yuanzhou mulai mendapatkan kesadarannya kembali.
Dia memfokuskan pengelihatannya, menyadari kalau dirinya berada di sebuah tempat yang sangat asing.
Dia tertidur di dalam sebuah kamar yang sangat besar dan mewah. Kamar itu terlihat nyaman namun aura dingin khas klan Bing Yi sangat terasa.
Zhao Yuanzhou mengumpulkan kekuatannya untuk bangkit dari atas ranjang.
Perlahan dia menurunkan kakinya ke lantai dan mencoba berdiri.
Meskipun percobaan pertama gagal, Zhao Yuanzhou mencoba lagi untuk berdiri dan akhirnya berhasil.
Zhao Yuanzhou berjalan tertatih-tatih sembari menyeret hanfunya yang sangat panjang itu. Dia melirik sekitar, mencari jalan keluar.
Tidak lama dia mendengar sebuah suara. Zhao Yuanzhou berjalan menuju arah suara itu dan menemukan Zhou Yichen sedang membangun sebuah ayunan.
"X-Xiao Zhuo" dia memanggil lemah
Zhou Yichen langsung mendongak ketika mendengar namanya di panggil.
"Zhu Yan? Sedang apa kau disini!"
Pengelihatan Zhao Yuanzhou buram, pijakannya goyah, dia hampir saja terjatuh ke lantai jika Zhou Yichen tidak berlari dan dengan sigap menangkap dirinya.
Zhou Yichen memeluk Zhao Yuanzhou, kedua kakinya mengkhianati dirinya, dia sudah tidak bisa berdiri lagi. Mengandalkan Zhou Yichen yang menahan dirinya seperti sedang mengajari seorang anak berumur dua tahun untuk berjalan.
"Zhu Yan pegang aku" Ucap Zhou Yichen
Zhao Yuanzhou meremas bicep Zhou Yichen, mencoba mengendalikan dirinya.
"Aku- aku dimana?" Dia bertanya dengan suara parau
"Kau di vila keluarga ku, vila yang aku katakan beberapa hari lalu. CK!" Zhou Yichen berdecak "kenapa kau bangun dari kasur?? Kau masih sangat lemah. Ayo sini aku gendong"
Zhou Yichen melingkarkan tangannya pada paha Zhao Yuanzhou dan mengangkat dirinya.
Dia membawa Zhao Yuanzhou kembali ke dalam kamar, dengan lembut meletakkan dirinya di atas kasur.
Zhou Yichen menyelimuti seluruh tubuh Zhao Yuanzhou "Disini lebih dingin karena di belakang pegunungan"
"Ya aku tau, kalian klan Bing Yi memang suka yang berhawa dingin" Zhao Yuanzhou menarik dagu Zhou Yichen "Tapi kalian adalah orang-orang dengan hati paling hangat"
Zhou Yichen menepuk pelan tangan Zhao Yuanzhou "dasar tukang gombal" tapi sepersekian detik kemudian, Zhou Yichen malah menggenggam erat tangan yang baru ia tepuk. Bekas luka sayatan pada pergelangan tangan Zhao Yuanzhou masih terlihat, karena seluruh indera perasnya di tutup, dia membutuhkan waktu lebih lama untuk menyembuhkan diri sendiri.
Zhou Yichen mengecup lembut pergelangan tangan Zhao Yuanzhou, tepat pada bekas lukanya.
"Kau makan ya"
"Itu-"
"Jangan bandel, aku tau kau kuat dan hebat, tapi sekarang kau sedang lemah. Kau terluka parah, dan indera perasa mu sedang tersegel. Kalian para siluman memang tidak terlalu membutuhkan makanan, tapi tolong makanlah meskipun hanya sekali sehari"
"Ck... Sekali sehari terlalu merepotkan, bagaimana kalau seminggu sekali?" Zhao Yuanzhou menawar
Zhou Yichen menyentil dahinya "Tidak ada tawar menawar denganku. Disini banyak pohon buah, aku memetik beberapa buah persik dan apel. Tadi aku juga turun gunung untuk memetik pisang. Kau kan monyet-"
"Aku ini kera putih bukan monyet!" Zhao Yuanzhou memprotes
"Tetap saja monyet. Suka memanjat, makan pisang, dan kalau bersuara bunyikan uuukk aaak. Ya monyet!"
Zhao Yuanzhou merapatkan bibirnya. Tidak bisa beradu argument dengan Zhou Yichen.
"Yasudah aku keluar sebentar untuk mengambil buah-buahan untukmu"
Zhou Yichen melangkah menjauh, dia menoleh ke belakang untuk melihat Zhao Yuanzhou yanh tersenyum hangat pada dirinya.
Dia kembali berlari menuju Zhao Yuanzhou, menarik dirinya dan melumat bibir mungilnya.
Ketika melepaskan bibir sang kekasih, Zhou Yichen mengistirahatkan dahinya pada dahi Zhao Yuanzhou. Dengan nafas yang terengah-engah dia berkata
"Aku takut ketika aku mengalihkan pandangan ku darimu, kau akan menghilang lagi" Ucapnya sembari menangkup kedua pipi Zhao Yuanzhou
"Kita berada dirumah keluarga mu jauh dari semua orang, aku sekarang menjadi milikmu. Aku mau pergi kemana?"
Dia kembali mengecup lembut dahi Zhao Yuanzhou "Akankah kau masih disini ketika aku kembali?"
"Tentu... Aku akan selalu di tempat dimana kau bisa menemukanmu"
Zhou Yichen mengangguk, dia melepaskan Zhao Yuanzhou dan berjalan pergi.
Zhou Yichen memotong buah peach dan memberikannya kepada Zhao Yuanzhou.
"Ayo makan" perintahnya tegas
Zhao Yuanzhou hanya menuruti perkataan Zhou Yichen dan memakan peach yang di suapi oleh Zhou Yichen.
"Kita akan berada disini selama beberapa hari sampai kau sembuh, aku sudah menyurati Pei Sijing. Tidak ada yang tau keberadaan villa ini kecuali aku. Mereka tidak akan bisa menemukan kita disini"
"Bagaimana kau bisa menemukan ku?" Tanya Zhao Yuanzhou sembari mengunyah potongan buah peach manis.
"Xiao Jiu mengatakan semuanya kepadaku"
"Yichen, kau tidak memarahi dia kan?" Tanya Zhao Yuanzhou cemas, dia meremas tangan Zhou Yichen
Zhou Yichen menggeleng.
Zhao Yuanzhou menghela nafas lega "Bagus... Bagaimanapun dia masih anak-anak dan di manfaatkan oleh orang lain, orang dewasa di sekitar dirinya memanfaatkan dirinya habis-habisan"
Zhou Yichen balik meremas pelan tangan Zhao Yuanzhou.
"Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan melakukan sesuatu pada Xiao Jiu. Dia sekarang mungkin sedang ditanyai dan di nasehati oleh Wen Xiao. Dia sepertinya juga merasa sangat bersalah"
"Ketika sembuh aku sendiri yang akan berbicara padanya"
"Baik... Baik... Kau sembuh nanti kita kembali, tapi selama disini ayo nikmati waktu berdua"
"Nikmati.... Seperti apa?" Goda Zhao Yuanzhou. Dia mengambil sepotong buah peach "Mau peach?, ini manis loh" Tanyanya
Ketika Zhou Yichen ingin mengambil buah peach di tangan Zhao Yuanzhou, dengan cepat Zhao Yuanzhou memasukkan buah peach itu ke dalam mulutnya. Dan mengunyah habis buah peach itu.
"Di dalam sini kalau mau cicipi"
Zhou Yichen tersenyum lebar, dia langsung melumat bibir Zhao Yuanzhou, bibirnya menjilati bibir Zhao Yuanzhou yang wangi buah peach, sari dari buah peach itu juga menambah rasa manis pada bibir yang sudah manis itu.
Zhou Yichen menahan kepala Zhao Yuanzhou dan perlahan menidurkan dirinya ke atas kasur.
Dia menarik kain kelambu untuk menutupi tempat tidur mereka dan mulai melakukan pergulatan nikmat mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHASING HIM
Fiksi PenggemarZhou Yichen tidak pernah membayangkan dia akan jatuh cinta pada Siluman Monyet yang telah membunuh ayah dan kakak laki-laki tercintanya. Tapi setelah dia mengenal monyet sialan itu lebih jauh, dia justru menaruh hati padanya
