CHAPTER 28

1.6K 184 126
                                        

Author bosen, up aja lah buat kalian anak-anak silumanku 💞❤️




"Tusuk disini....."

"Ini adalah keputusan ku"

"Jangan ada penyesalan"

"Mati di tanganmu adalah kehormatan terbesar di hidup ku"

Zhou Yichen terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membasahi seluruh tubuhnya.

Dia langsung duduk, mengumpulkan sisa kesadaran yang masih mencoba masuk.

Wen Xiao yang tertidur di lantai sambil menggenggam tangannya langsung terbangun.

"Xiao Zhou. Kau kenapa?" Dia meremas pelan tangan Zhou Yichen

Zhou Yichen menatap panik ke seluruh ruangan "Wen Xiao kenapa kita kembali ke biro! Zhu Yan!"

"Kau tenang" Wen Xiao duduk di atas kasur "Kita harus segera lari dari dahuang. Semenjak Bai Zhe ling hancur dahuang tidak terkendali"

"Tapi bagaimana dengan Zhu Yan! Dia di culik oleh Li Lun!"

"Kita akan menolongnya, kau akan menolongnya. Tapi kemarin kau sangat lemah, ledakan yang menghempaskan dirimu sangat kuat membuat kau pingsan"

"Berapa lama aku pingsan?!"

"Tiga hari"

Dia membelalak "TIGA HARI! AKU PINGSAN SELAMA TIGA HARI!" Dia memekik kaget "Wen Xiao aku harus menyelamatkan Zhu Yan. Hanya dewa yang tau entah apa yang sudah dia lakukan pada Zhu Yan ku selama tiga hari ini"

"Iya kita akan menolongnya"

"Aku mau pergi sekarang" Dia melompat dari atas kasur dan mulai mencari-cari pakaiannya "DIMANA PEDANG YUNGUANG KU!" Dia berteriak frustasi

"Xiao Zhou tenang, pedang mu ada bersamaku!"
.
.
.
.
.

    Li Lun berjalan masuk ke dalam kamar dimana dia mengurung Zhao Yuanzhou. Di tangannya ada sebuah guci air. Dia mencari-cari Zhao Yuanzhou tapi dia tidak ada di kasur.

Zhao Yuanzhou duduk sambil memeluk kakinya sendiri di taman belakang kamar yang sama persis seperti yang berada di biro penangkap siluman.

Dia menatap guyuran hujan deras yang dibuat oleh ilusi Li Lun.

Dia berjalan mendekati Zhao Yuanzhou.

"Kau membuat hujan?" Dia bertanya

"Hmn" jawab Li Lun. Dia duduk di sebelah Zhao Yuanzhou

"Aku ingat di dahuang tidak pernah ada hujan, ketika kita pergi ke dunia manusia hari itu hujan. Kau menikmati setiap tetes air yang jatuh ke wajahmu dengan senyum penuh tanya dan rasa penasaran"

"Ini untukmu" Li Lun memberikan sebuah kendi air minum pada Zhao Yuanzhou "Ini adalah air giok yang baru ku buat"

Zhao Yuanzhou tersenyum pada dirinya. Dia mengambil kendi air itu "Terima kasih" ucapnya. Dia lalu menenggak air di dalam kendi itu

"K-kau mau makan?" Tanya Li Lun ragu-ragu

"Tidak. Aku tidak pernah benar-benar lapar" jawabnya

"Kau ingat tidak dulu kau sering bermain ayunan dengan akar pohon ku?"

Zhao Yuanzhou mengangguk "dan aku terjatuh karena akar mu patah. Bokong ku bengkak karena jatuh di atas tubuh siluman landak"

Li Lun tersenyum kecil "aku dan Ying Zhao lah yang harus mencabuti duri-duri siluman landak itu dari bokong mu"

Li Lun menatap wajah Zhao Yuanzhou. Dan tiba-tiba

'PLAK!'

Dia menampar dengan cukup keras

"AWWW!" Zhao Yuanzhou berteriak kesakitan "ADA APA?!"

Li Lun menampakkan telapak tangannya, ada seekor nyamuk yang sudah penyet di dalam telapak tangannya.

"Nyamuk di pipimu" jawabnya polos

Zhao Yuanzhou mengernyit

"PFFFTT!!!"

Tidak di sangka-sangka Li Lun  tertawa geli yang di susul oleh Zhao Yuanzhou.

Mereka saling bertukar gelak tawa ceria.

Tiba-tiba Li Lun kembali menatap Zhao Yuanzhou, tangannya naik, ibu jarinya mulai membelai bibir ranum sang sahabat dan perlahan mendekatkan wajahnya pada Zhao Yuanzhou.

Dengan cepat dan tenang Zhao Yuanzhou menahan Li Lun.

"Maaf Li Lun... Jangan..." Pinta nya pelan

"Zhu Yan, apakah tidak ada tempat untukku di hatimu?"

Zhao Yuanzhou mengangguk "Tentu ada. Selamanya ada. Kau sahabatku tapi kalau lebih dari itu maaf tidak ada"

Li Lun menurunkan tangannya, dia duduk diam sambil menunduk. Tapi tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang berat menekan kepalanya.

"Aaarrrgh!" Dia meringis

"Li Lun kau kenapa?!" Zhao Yuanzhou berusaha memeriksa dirinya

Tiba-tiba Li Lun mencengkram kasar pergelangan tangan Zhao Yuanzhou. Tatapannya sekarang berubah, hanya ada kebencian di dalam tatapan itu.

Dia menarik Zhao Yuanzhou dan menyeret paksa dirinya.

Zhao Yuanzhou belum sempat berdiri namun tubuhnya di seret dengan kasar oleh Li Lun.

"Li Lun sakit! Kau kenapa! Lepaskan aku!" Dia berteriak sembari memukul-mukul tangan Li Lun

Li Lun membawa dirinya masuk, dia menghempaskan Zhao Yuanzhou ke arah kasur hingga dia tersungkur ke lantai.

Li Lun lalu membuat formasi segel yang mengelilingi kasur.

"Kau hanya boleh diam disini. Tidak boleh keluar sampai kau menerima ku!"

Zhao Yuanzhou berusaha untuk menerobos penghalang itu namun dirinya justru kembali terpental.

"Li Lun kau kenapa!" Dia berteriak "Li Lun kau mau apaaa!!!!"

Li Lun berjalan pergi tanpa memperdulikan teriakan Zhao Yuanzhou.

"LI LUN TOLONG LEPASKAN AKU! BIARKAN AKU PERGI!!!"

CHASING HIMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang