18+ [Romance - Action]
Faye Zaniyah telah terbiasa hidup di bawah radar sebagai agen FBI, menjalani tugas-tugas penuh risiko dan identitas yang selalu dirahasiakan. Di tahun ketiganya bertugas, ia mendapatkan misi baru: melacak seorang wanita mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Hari itu, sang peminat memaksa dengan sentuhan yang tak terkendali, membuat sang warna, mau tak mau, merangkak keluar dari pelukan kegelapan. Namun, keluarnya bukanlah kemenangan, melainkan perjalanan yang diiringi keengganan dan luka."
Hidden Hues Ayuureve
-
Tubuh Faye menggeliat dalam tidurnya, merasa terganggu oleh sesuatu yang menyentuh lehernya. Ada sensasi hangat yang samar-samar ia rasakan, disertai dengan gerakan lembut di perutnya. Ada sesuatu yang sedang mengusap usap di atas kain satin tipis yang membalut tubuhnya, membuat rasa tidak nyaman menjalar.
Setengah sadar, Faye mengerjapkan matanya perlahan, mencoba menyesuaikan pandangannya dengan kegelapan kamar. Begitu kesadarannya pulih sepenuhnya, realitas mulai menyergapnya. Ia ketiduran dengan dimana Evrard berada di kamar tidurnya.
Kepala Evrard berada di dekat lehernya, napasnya terasa hangat di kulit Faye yang terbuka. Sesekali, bibir pria itu mengecup pundaknya yang terekspos, gerakannya pelan namun cukup membuat Faye tersadar sepenuhnya.
Tubuhnya terperangkap dalam pelukan erat Evrard, tangan pria itu dengan santainya bergerak di atas perutnya, elusan yang terasa intim. Rasa kesal dan cemas menyergap Faye bersamaan.
"Evrard!" seru Faye dengan nada penuh kesal, tangannya berusaha menyingkirkan tangan pria itu yang masih melekat di perutnya. Namun, genggaman Evrard terlalu kuat, membuatnya frustrasi.
Alih-alih melepaskan, Evrard bersuara, suaranya rendah dan parau, terdengar di dekat telinga Faye. "Aku hanya mencoba tidur," gumamnya, nada bicaranya terdengar lembut namun penuh dengan maksud tersembunyi. "Namun, melihat kau terbangun seperti ini sepertinya malam ini akan menjadi malam yang panjang."
Faye merasa bulu kuduknya meremang mendengar suara itu. Napasnya mulai memburu, tidak hanya karena kesal, tetapi juga karena ketakutan yang mulai merayap dalam dirinya.
"Lepas!" bentaknya, tubuhnya menggeliat dalam pelukan Evrard. "Kau tidak punya hak melakukan ini!"
Bukannya melepaskan, Evrard malah semakin mengeratkan pelukannya. Tangan dan lengannya menahan tubuh Faye dengan kuat, sementara salah satu kakinya ia gunakan untuk menahan kaki Faye, membuat wanita itu benar-benar tidak bisa bergerak, seperti memeluk guling yang enggan dilepas.
"Aku punya hak," ucap Evrard dengan nada santai namun penuh tekanan. Ia mendekatkan wajahnya ke leher Faye, bibirnya menyapu kulit wanita itu. "Karena kau kekasihku. Dan aku menginginkanmu hari ini."
Faye merasa darahnya mendidih. Amarah dan rasa tidak nyaman bercampur menjadi satu, namun tubuhnya tetap kaku dalam pelukan pria itu. Ia mencoba mendorong kepala Evrard yang terus-menerus mengecup pundak dan lehernya, tetapi tenaganya kalah jauh dibandingkan dengan kekuatan pria itu.