18+ [Romance - Action]
Faye Zaniyah telah terbiasa hidup di bawah radar sebagai agen FBI, menjalani tugas-tugas penuh risiko dan identitas yang selalu dirahasiakan. Di tahun ketiganya bertugas, ia mendapatkan misi baru: melacak seorang wanita mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Warna itu perlahan menguar, memikat sang peminat hingga keinginannya untuk memeluk warna itu semakin kuat, tak peduli seberapa erat belenggu yang menyelimutinya. Namun, di antara mereka, salah satu peminat masih saja sibuk mencari pemilik kegelapan, berusaha memahami apa yang membuat warna itu terus tertutup dalam bayang-bayangnya."
Hidden Hues Ayuureve
-
Faye awalnya menduga, pemaksaan Evrard membawanya ke Australia untuk menjauhkan Faye dari Mantion dikomplek itu. Dan dugaannya benar. Evrard sudah menyewa pengacara di Australia yang dimana keberadaannya tidak berarti di sini.
Selama berjam-jam, Faye hanya duduk dan menyaksikan percakapan yang terjadi antara Evrard, Mr Hackman, dan beberapa rekan kerjanya yang tampak sangat serius. Faye tahu bahwa kehadirannya di sini tidak memiliki arti yang besar dalam penyelesaian kasus ini. Ia hanya ikut serta karena Evrard mengatakan akan menyelesaikan masalah hukum tentang kontrak, tapi kenyataannya ia hanya menjadi penonton yang tidak berguna.
Namun yang membuat Faye lebih kesal adalah ketika Evrard mengenalkannya pada rekan-rekan kerjanya. Bukan sebagai pengacaranya melainkan sebagai kekasihnya. cara Evrard mengontrol dan menahannya di dekatnya, membuat Evrard berhasil menjauhkan Faye akan kasusnya.
Dengan timnya menunda pencariannya, karena Faye meminta ditugaskan di australia terlebih dahulu dan timnya yang dipimpin Hadwin sementara mengurus kasus baru akan mata mata dari negara lain. Semakin Kasus wanita lusuh itu terlupakan masyarakat.
Faye berdiri perlahan, berniat untuk meninggalkan ruangan mencari tempat untuk nya menghubungi Hadwin. Berbicara dengan team nya lebih baik daripada mendengarkaan Evrard membahas hukum tanpa melibatkannya.
Namun, saat ia mulai melangkah, tiba-tiba tangan Evrard terulur dengan cepat, menahan lengannya tanpa berkata sepatah kata pun. Faye terhenti, terkejut dengan tindakan mendadak itu. Ia menoleh ke arah Evrard, yang duduk di sebelahnya dengan ekspresi yang tetap tenang, bahkan terkesan sedikit cuek, meskipun tangannya masih menggenggam pergelangan tangannya.
Karena ada banyak orang yang melihat dan Evrard juga sedang memberikan speech nya jadi Faye kembali diam
***
Di dalam mobil yang melaju tenang di jalanan kota, Faye duduk dengan tangan terlipat di dadanya, sementara matanya menatap ke luar jendela.
"Kekasih? Lucu sekali," katanya, nada bicaranya dingin, tetapi penuh ironi.
Evrard, yang duduk di sampingnya dengan sikap santai, hanya melirik sekilas sebelum membalas dengan nada yang sama tenangnya. "Kau yang mengatakannya terlebih dahulu kepada adikku. Apa salah jika aku mengatakannya kepada rekan kerjaku?"
Faye mendengus pelan, memutar kepalanya untuk menatap Evrard dengan alis terangkat. "Situasinya berbeda, Evrard. Kau tidak bisa seenaknya menggunakan itu sebagai alasan untuk—"