18+ [Romance - Action]
Faye Zaniyah telah terbiasa hidup di bawah radar sebagai agen FBI, menjalani tugas-tugas penuh risiko dan identitas yang selalu dirahasiakan. Di tahun ketiganya bertugas, ia mendapatkan misi baru: melacak seorang wanita mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lihatlah, warna akan kembali bersinar dengan keindahannya jika komunikasi mengalir tanpa hambatan. Sebab, kejelasan kata dan rasa adalah kunci untuk membangkitkan cahayanya yang sempat redup."
Hidden Hues Ayuureve
-
Faye tidak tahu pasti apa yang ia rasakan, tetapi kekhawatiran terus menghantui pikirannya. Ada bisikan kecil di hatinya yang mengatakan bahwa hubungannya dengan Evrard mungkin adalah sebuah kesalahan. Ia lupa, bersama Evrard berarti harus menghadapi keluarganya. keluarga yang pasti marah besar akibat insiden penculikan itu.
Faye menatap wajahnya di cermin, memperhatikan rambutnya yang masih basah. Rasa nyeri pada selangkangannya masih terasa, mengingatkannya pada apa yang terjadi. Ini hanya hubungan fisik biasa, pikirnya, mencoba meyakinkan diri. Jangan terlalu dipikirkan.
Ia menyalakan hairdryer, perlahan mengeringkan rambutnya. Pandangannya kosong, menatap bayangan dirinya di cermin. Padahal, baru kemarin mereka tertawa bersama, saling mengekspresikan rasa cinta yang terasa nyata. Namun kini, keraguan menyelimuti pikirannya, menghancurkan kebahagiaan singkat yang baru saja ia rasakan.
Suara hairdryer yang terus menderu dan pikirannya yang melayang jauh membuat Faye tidak menyadari bahwa Evrard telah selesai mandi. Pria itu keluar dari kamar mandi dengan santai, hanya mengenakan handuk yang dililitkan di pinggangnya.
Evrard melangkah mendekat dengan langkah tenang, menatap Faye yang masih melamun di depan cermin. Tanpa berkata apa-apa, ia mengambil hairdryer dari tangan Faye, membuat wanita itu tersentak dan menoleh dengan kaget.
"Kau sedari tadi hanya diam, bahkan melamun. Apa yang kau pikirkan?" tanya Evrard lembut, sambil menghidupkan kembali hairdryer dan mengarahkan udara hangatnya ke rambut Faye. Tangannya terampil, seolah biasa melakukan hal itu.
Faye menghela nafas, ia harus menyelesaikan nya saat ini "Apa kau tidak mengatakan pada orang tuamu?" tanya Faye pelan, memecah keheningan di antara mereka.
Evrard menatapnya dengan alis sedikit terangkat. "Kau sedari tadi memikirkan ucapan Alderald?" tebaknya. "Aku memang belum mengatakannya, karena hubungan kita kan baru saja kemarin."
Faye mengangguk kecil, merasa semakin ragu. Ia menunduk, memainkan ujung kaosnya dengan gelisah. Ia tahu hubungan mereka baru dimulai, tetapi pertanyaan itu terus mengganggunya. Apa yang akan dikatakan Evrard pada keluarganya? Karena Faye benar benar tidak mau memiliki hubungan tidak sehat.
Evrard menghela napas panjang, memperhatikan wajah Faye yang terlihat jauh lebih tenang namun tetap menyimpan kegelisahan. "Jangan terlalu memikirkan mereka sekarang. Aku yang akan mengurusnya nanti, saat waktunya tepat," katanya, tangannya terulur menyentuh lembut dagu Faye,
"Tessa sangat membenciku, kan?" tanya Faye, suaranya terdengar pelan tapi penuh keraguan.
Evrard tidak segera menjawab, tetap fokus mengeringkan rambut Faye dengan hairdryer. "Kau tidak perlu memikirkan perasaan orang lain. Yang menjalin hubungan denganmu itu aku, bukan mereka," ujarnya akhirnya, nadanya tenang.