36. Demitrius yang manis

183 19 2
                                    

"Kedua peminat tampak begitu mempesona ketika sang warna bersemayam di dalam mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kedua peminat tampak begitu mempesona ketika sang warna bersemayam di dalam mereka. Namun, seperti yang sering terjadi, keindahan itu sering hanya  sementara. sebuah momen singkat yang memudar seiring berjalannya waktu, meninggalkan jejak keheningan dan kerinduan."

Hidden Hues
Ayuureve

-

Faye mengemas pakaiannya dengan rapi, memasukkan beberapa potong pakaian ke dalam koper kecilnya. Ia sudah memutuskan hari ini ia akan pergi ke Ohio menggunakan mobilnya sendiri. Rencananya sederhana, menjauh dari segala kekacauan dan memulai kembali dengan tenang di rumah orang tuanya.

Namun, sebelum berangkat, ia memutuskan untuk sarapan terlebih dahulu. Ia telah memesan makanan cepat saji melalui aplikasi online, dan suara bel yang tiba-tiba berbunyi memberi tahu bahwa pesanannya sudah sampai.

Tanpa berpikir panjang, Faye melangkah menuju pintu, tidak repot-repot melihat interkom untuk memastikan siapa yang berada di luar. Ia mengira itu hanyalah pengantar makanan seperti biasa.

Namun, begitu pintu terbuka, sosok yang sama sekali tidak ia harapkan berdiri di sana. Evrard, dengan satu kantong plastik berisi pesanannya di tangan.

"Kenapa tidak membalas satu pun pesanku?" tanyanya dengan nada kesal, wajahnya terlihat muram.

Sebelum Faye sempat merespons, Evrard melangkah masuk begitu saja, mengabaikan tatapan terkejut sekaligus kesal yang dilemparkan Faye. "Aku tidak memberi izin untukmu masuk!" tegur Faye, mencoba menahan amarahnya.

Evrard tidak menghiraukannya, malah menaruh kantong plastik itu di meja dapur, lalu berbalik menghadapnya. "Jadi, kau memutuskan untuk kabur tanpa memberitahuku?" tanyanya tajam, matanya memperhatikan koper kecil yang berdiri di sudut ruangan.

Faye melipat tangannya di dada, menatapnya dengan tatapan tajam. "Aku tidak perlu memberitahumu ke mana aku pergi, Evrard. Ini urusanku, bukan urusanmu," balasnya dingin.

"Aku tidak mengizinkanmu pergi ke mana pun," ucap Evrard tegas, nadanya tak terbantahkan. "Dan soal makanan yang kau beli itu tidak sehat. Kau seharusnya lebih peduli pada kesehatanmu."

Faye mendengus, memutar matanya dengan kesal. Ia melipat tangan di dada dan menatap Evrard penuh amarah. "Aku tidak butuh izinmu untuk pergi, Evrard. Kau bukan siapa-siapaku. Dan apa pun yang aku makan itu bukan urusanmu!" katanya tajam, suaranya sarat dengan ketegangan.

Evrard melangkah lebih dekat, kedua matanya menatap Faye dengan intensitas yang membuatnya merasa terpojok. "Aku menjadikannya urusanku, Faye," katanya dengan nada rendah namun penuh tekanan. "Karena kau terlalu keras kepala untuk menjaga dirimu sendiri."

Faye mengangkat dagunya, menolak tunduk pada tatapannya. "Berhenti memperlakukanku seolah olah aku ini bagian dari hidupmu! Aku bisa membuat keputusan sendiri tanpa campur tanganmu."

Hidden HuesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang