42. Moscow bersalju

236 22 2
                                    

"Menyembunyikan sang warna takkan pernah membawa kedamaian, hanya menyisakan luka dan kesakitan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Menyembunyikan sang warna takkan pernah membawa kedamaian, hanya menyisakan luka dan kesakitan. Sebab warna diciptakan untuk bersinar, bukan terkurung dalam gelap."

Hidden Hues
Ayuureve

-

Aku persembahkan 6k kata untuk kalian yang setia nunggu momen ini 😽

***

Saat mereka kembali ke hotel, hujan salju di luar semakin deras. Suasana Moscow semakin dingin, dan Faye merasa kedinginan meski sudah mengenakan mantel tebal yang diberikan Evrard. Mereka berjalan menuju pintu hotel, saling bergandengan tangan, tubuh mereka tertutup salju yang halus dan dingin.

Begitu mereka masuk ke dalam, udara hangat langsung menyambut mereka. Faye menarik napas lega, menyisir salju pada jaket dan mantelnya. Evrard melakukan hal yang sama, menyisir salju yang menempel di rambutnya dengan satu gerakan cepat.

"dingin sekali di luar," ujar Faye sambil menggoyangkan bahunya, mencoba menghilangkan sisa-sisa salju yang menempel pada jaketnya.

Evrard menatapnya sejenak, kemudian mulai menyentuh punggung jaket Faye, menepuk-nepuknya dengan lembut untuk menghilangkan salju yang menempel. "Kau tahu," katanya sambil tersenyum, "aku pikir kita perlu membeli pakaian yang lebih tebal lagi jika kita terus berkeliling di salju seperti ini."

Faye tertawa kecil, merasa sedikit canggung dengan perhatian Evrard. Ia juga mulai menepuk-nepuk salju dari tubuhnya, tetapi ketika tangan Evrard menyentuh pundaknya untuk menepuk salju yang menempel, ia terkejut sedikit. Tindakan Evrard yang begitu alami dan dekat membuat Faye merasa sedikit canggung, meskipun tak bisa dipungkiri bahwa ia menikmatinya.

Faye berjinjit sedikit, meraih rambut Evrard yang dipenuhi serpihan salju. Dengan lembut, ia menyapu salju yang menempel, bergerak dengan hati-hati agar tidak merusak tatanan rambutnya. Kedekatan mereka semakin terasa, tubuh mereka hampir bersentuhan, dan Faye bisa merasakan kehangatan yang memancar dari tubuh Evrard di tengah suhu dingin yang membekukan di luar.

Evrard menatap Faye dengan tatapan yang sulit diartikan, hanya ada keheningan di antara mereka. Suasana terasa lebih intim dari sebelumnya, dan meskipun Faye merasa sedikit canggung, ia tidak bisa mengabaikan kenyamanan yang timbul dari kebersamaan ini. Tangan Faye menyentuh lembut rambut Evrard, dan untuk beberapa detik, mereka hanya terdiam, menikmati momen itu.

Setelah salju benar-benar hilang dari rambut Evrard, Faye menurunkan tangannya, masih berdiri begitu dekat dengan pria itu. Wajah mereka hanya beberapa inci terpisah, dan Faye bisa merasakan perasaan yang tumbuh di dalam dirinya. perasaan yang sulit dijelaskan dan bahkan lebih sulit untuk diterima.

Evrard menangkup wajah Faye dengan kedua tangannya, merasakan dinginnya yang menyentuh kulitnya. Ia menatap Faye dengan perhatian yang dalam, seolah mencoba mengalihkan rasa khawatir yang perlahan muncul di hatinya.

Hidden HuesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang