18+ [Romance - Action]
Faye Zaniyah telah terbiasa hidup di bawah radar sebagai agen FBI, menjalani tugas-tugas penuh risiko dan identitas yang selalu dirahasiakan. Di tahun ketiganya bertugas, ia mendapatkan misi baru: melacak seorang wanita mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Warna hanya mampu tercengang saat mendengar sang peminat menyadari ketidaknyamanan yang dirasakannya. Namun, sang peminat menepisnya sebagai perasaan aneh semata, enggan mengakui apa yang jelas-jelas merupakan kepedulian terhadap warna yang masih terjebak dan tenggelam dalam kegelapan."
Hidden Hues Ayuureve
-
Faye berjalan perlahan di sepanjang trotoar, kardus berisi barang-barangnya dipeluk erat di kedua tangan. Pandangannya kosong, seperti tidak menyadari hiruk pikuk kota di sekelilingnya. Panasnya matahari di siang hari membuat Keringat dipakaiannya terlihat. Langkahnya lambat, seperti sedang mencari tujuan yang belum jelas.
Beberapa meter di belakangnya, sebuah mobil hitam melaju perlahan, menyesuaikan kecepatan dengan langkah Faye. Di dalamnya, Evrard mengamati wanita itu melalui kaca depan, dahi berkerut tipis. Bukannya Faye memiliki mobil? pikirnya, heran melihat wanita itu berjalan kaki.
Faye berhenti sejenak di bawah lampu jalan, menundukkan kepala sambil menarik napas panjang, seolah mencoba mengumpulkan keberanian. Kardus di tangannya sedikit bergoyang, menunjukkan bahwa benda itu lebih berat dari yang terlihat.
Evrard memperhatikan dari kejauhan, jarinya mengetuk setir dengan ritme yang lambat. Ada sesuatu tentang Faye malam ini yang mengganggunya—cara dia berjalan tanpa tujuan, cara dia menundukkan kepala seperti menanggung beban dunia. Evrard memarkir mobilnya di tepi jalan, tapi tidak langsung keluar. Ia hanya duduk di sana, memperhatikan.
Ketika Faye kembali melangkah, Evrard memutar setir dan mengikuti lagi, tetap menjaga jarak. Sesekali ia melirik arlojinya, lalu mengalihkan pandangan ke trotoar. Berapa lama lagi wanita ini akan berjalan seperti itu? Dan kenapa aku bahkan peduli? pikirnya dengan frustrasi.
Namun, semakin lama ia memperhatikan, semakin besar dorongan untuk melakukan sesuatu. Membiarkan Faye berjalan sendirian di malam seperti ini terasa salah, meskipun ia sendiri tak tahu kenapa.
Evrard masih mengikuti Faye, dengan mobil yang terus melaju pelan di belakangnya. Apa yang kulakukan? pikirnya untuk kesekian kali. Ia bisa saja keluar dari mobil dan menghentikan wanita itu, tapi ia hanya diam.
Wanita itu berjalan tanpa menoleh, tanpa menunjukkan tanda-tanda sadar bahwa dirinya sedang diawasi. Langkahnya lambat tapi pasti, seolah dia tahu ke mana harus pergi meskipun seluruh tubuhnya memancarkan kelelahan. Kardus di tangannya tampak semakin berat, namun Faye tidak berhenti.
Evrard mengepalkan setir dengan gusar. Ada rasa tidak nyaman yang menguasainya. Matanya menyusuri punggung Faye, rambutnya yang sedikit berantakan, cara bahunya sedikit turun seolah menanggung beban yang tak terlihat.
Satu jam berlalu, dan Faye masih berjalan. Kali ini, langkahnya sudah tampak semakin lambat, hampir menyeret kaki. Kardus di pelukannya terlihat seperti ingin jatuh kapan saja. Evrard menggeram pelan di dalam mobil. Ini konyol. Apa dia tidak tahu dia bisa pingsan di jalan seperti ini?