18+ [Romance - Action]
Faye Zaniyah telah terbiasa hidup di bawah radar sebagai agen FBI, menjalani tugas-tugas penuh risiko dan identitas yang selalu dirahasiakan. Di tahun ketiganya bertugas, ia mendapatkan misi baru: melacak seorang wanita mister...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Walaupun bukan akhir yang sejati, kisah sang peminat berhenti di sini. Menutup lembaran waktu yang pernah membuka sang warna dari kegelapan, meninggalkan jejak keindahan yang kini bebas untuk terus bersinar."
Hidden Hues Ayuureve
-
Faye terpaksa menginap di Mansion keluarga Demitrius. Malam sudah terlalu larut, dan Evrard masih terlibat pembicaraan panjang dengan Ronald. Ketika Ariella menyarankan agar Faye menginap saja, Evrard langsung menyetujuinya tanpa banyak diskusi. Mau tak mau, Faye harus mengalah meski dirinya merasa canggung berada di rumah keluarga Demitrius.
Sebelum menuju kamar Evrard yang ditunjukan oleh pelayan, Faye memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar di lorong yang panjang dan megah. Suasana sepi, hanya derit langkah kecilnya yang bergema di antara dinding yang dihiasi dengan berbagai lukisan dan foto keluarga besar. Cahaya lampu gantung kristal di langit-langit menciptakan bayangan samar di dinding, membuat suasana terasa tenang sekaligus mengintimidasi.
Langkah Faye terhenti di depan sebuah foto besar yang tergantung di tengah lorong. Itu adalah potret keluarga Demitrius: Ronald dan Ariella berdiri di tengah, dikelilingi oleh Keempat anak mereka. Mata Faye langsung tertuju pada seorang pria yang berdiri di sebelah kanan Evrard. Wajah tampannya tampak tegas, dengan tatapan tajam yang berbeda dari kehangatan Evrard. Itu pasti Alderald, adik pertama Evrard.
Faye mengamati foto itu lebih lama, mengamati sosok Alderald yang terlihat sangat tampan bahkan Faye harus mengakui bahwa pesona pria itu sedikit lebih mencolok dibandingkan Evrard. Namun, Faye mengingat cerita yang diceritakan Evrard jika Alderald dikenal sangat protektif terhadap Tessa. Bahkan, saat penculikan hari itu Alderald membunuh seluruh penjaga karena tidak berhasil menjaga Tessa.
"Sedang apa?"
Faye hampir melompat karena kaget ketika mendengar suara lembut Tessa tiba-tiba di sampingnya. Ia tidak menyadari kehadiran gadis itu sebelumnya. "A-Apa?" gumam Faye, menatap Tessa yang kini berdiri tenang di sebelahnya. Tessa tampak tidak terpengaruh oleh keterkejutan Faye, wajahnya tetap tanpa ekspresi seperti biasanya.
"Aku bertanya kau sedang apa?" Lanjut Tessa
Faye menenangkan diri sebelum menatap Tessa yang sudah membuka dirinya, Faye juga tidak tahu jika ternyata yang membujuk orang tuanya agar menerima Faye adalah Tessa.
Tessa memiringkan kepalanya sedikit, tatapannya tetap tenang namun terasa tajam, seolah mencoba membaca pikiran Faye. "Kau tidak perlu terlihat terlalu kaget seperti itu," ujarnya datar, tetapi ada sedikit nada sindiran di suaranya. "Aku sudah pernah menunjukkan kekuatanku padamu sebelumnya. Apa kau lupa? Saat Ed mencium kau."
Faye tertegun, kata-kata Tessa langsung memaksa pikirannya kembali ke momen itu. Ia mengingat jelas saat Evrard tiba-tiba menciumnya, sebuah tindakan spontan yang kala itu terasa lebih untuk pengalihan perhatian Pada saat itu, ia menduga Tessa memang memiliki kemampuan untuk menghilang, tetapi kenyataan bahwa ia benar-benar melakukannya tetap terasa sulit dipercaya.