51. ++

824 59 10
                                        

Suara desahan memenuhi kamar hotel berbintang empat, tempat kami menginap hari ini. Tanganku semakin aktif mengusap dan memainkan miliknya sampai erangan-erangan itu terdengar lebih kuat dari sebelumnya. Ia sempat melarang dan memerintah dalam waktu yang berdekatan.

"Mass..."

"Iya sayang, mau apa?" Tanyaku sengaja.

Satu tanganku mengusap kakinya yang sedikit ku angkat.

"Mau apa sayang? Kalo nggak bilang, Mas gak akan tau kamu maunya gimana."

Tatapan memohon itu, aku pastikan itu adalah bagian favorit dari Chika mulai sekarang. Aku akan merekam dengan jelas semua ini dalam ingatanku, termasuk dirinya yang saat ini berada di bawahku. Jelas itu terlihat sexy dan sangat menggemaskan diwaktu yang bersamaan.

Aku kembali menggodanya. Ia semakin terlihat frustrasi. "Fuck me, please!"




***


END


***




Part lengkapnya ada di Karyakarsa ya.

Last but not least, makasih banyak buat kalian semua yang udah nyempetin waktu buat baca cerita Peri Cintaku. Makasih juga buat semua dukungan, komentar, follow, bahkan yang suka banget ngingetin buat update, aku notice dan aku super appreciate!

Semoga kisah Mas Gun dan Chika ini bisa ninggalin kesan di hati kalian, dan jadi pengingat kecil bahwa cinta yang sehat itu bisa tumbuh dari saling jujur, saling denger, dan saling percaya. Ambil hal-hal baik dari cerita ini, dan buang yang nggak cocok buat kalian ya.

Dan buat kalian yang lagi memperjuangkan cinta, semoga tetap ingat ya kalo cinta itu butuh effort, tapi jangan sampe kita mempermainkan hal yang sakral (agama). Keyakinan bukan sesuatu yang bisa dituker demi siapa pun. Pastiin dulu keyakinanmu sama Tuhanmu, baru nanti Tuhan yang akan kasih keyakinan tentang hubungan kalian berdua.

Maaf ya kalo sering telat dan lupa buat update hehe 😘 


#bumburachik

Peri CintakuTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang