Zavian mengerjap, lalu menengok pada Lazuar. "Tapi, Papa tetep cinta sama Mama Rona, kan? Mamanya Vian?"
Anggukan berulang dari Lazuar seketika menenangkan Zavian. "Mama kamu itu nggak tergantikan, Vian."
Zavian berakhir tersenyum, lantas meraih tangan Lazuar. "Vian seneng Papa nggak lupa sama Mama Rona."
"Sini," kata Lazuar seraya meminta Zavian mendekat padanya sehingga ia bisa memeluk. "Maafin Papa yang dulu, ya. Papa jahat... jahat sekali sama Vian. Juga sama Mama. Andai waktu bisa diputar, Papa nggak akan begitu. Papa sangat menyesal sekarang." Meski mulai merasakan suaranya bergetar, ia tetap menghujani puncak kepala Zavian dengan kecupan-kecupan hangat. Lalu, tatapannya menetap di bangunan tepat di sebelah rumah Elvan. "Di rumah itu dulu kita banyak memori menyakitkan, makanya Papa nggak mau kembali ke rumah itu walau bagi Vian di sana banyak kenangan dengan Mama. Maaf Papa egois, tapi Papa juga nggak mau Vian inget buruknya Papa selama di sana."
***
HAAAAAI
ada yang kangen vian?
extra chapter part dua sudah tersedia di karyakarsa
^^
selamat membaca
KAMU SEDANG MEMBACA
Mimosa [✓]
General FictionJUDUL SEBELUMNYA [SORROWFUL MISERY] Zavian tidak bisa memilih dia akan terlahir di keluarga siapa dan dalam keadaan bagaimana, tapi takdir Tuhan ternyata suka sekali bermain dengannya. Ia dibenci semua orang hanya karena dia tidak beruntung. Di usia...
![Mimosa [✓]](https://img.wattpad.com/cover/324505555-64-k578858.jpg)