-53

33 7 0
                                        

Senin ini, Jisoo sudah masuk sekolah kembali. Berbeda dengan Yoona, ia memutuskan untuk berhenti kuliah sejenak, mengambil cuti resmi dari kampus untuk melakukan perawatan mental agar trauma dan phobianya bisa sembuh. Itu juga agar Yoona bisa benar-benar menjadi mahasiswa kedokteran tanpa hambatan.

"Gimana, Kak?" Jisoo menghampiri kakaknya yang sudah pulang.

"Aman, disuruh dateng seminggu sekali."

Karena Jisoo pulangnya sore, jadi kakaknya berangkat sendiri siang tadi.

"Lo beneran gak mau psikoterapi juga, Ji?" lanjut Yoona.

"Gak usahlah, kak, mahal." Jisoo menggeleng sembari tersenyum meyakinkan.

"Gak pa-pa, gue masih punya simpanan kok, cukup buat setahun perawatan."

"Dari lomba ya? Gak, kak, gue gak perlu-perlu amat kok, gue beneran baik-baik aja!"

"Yaudah. Tapi jangan pernah mendam apa pun sendiri lagi ya, cerita sama gue mau se-sepele apa pun masalahnya, oke?"

Jisoo mengangguk. Yoona ikut mengangguk seraya tersenyum. Sekarang mereka benar-benar hanya tinggal berdua.

"Eh, kak, gue mau ke Jinasoo, kakak mau ikut gak?"

"Boleh deh ... eh tapi kita naik apa, mobil gue masih di rumah apa dibawa ke rumah nenek ya?"

"Dijemput Taehyung, hehe. Nanti aja telpon nenek Vianda buat bahas."

Walaupun mereka hanya tinggal berdua, kakek-nenek dari pihak ayah ibu tetap bertanggung jawab atas mereka. Sekarang kakek-nenek lah yang akan mengirimkan tunjangan setiap bulan untuk kakak beradik itu.

☀️

"Iya sebentar."

Jisoo berjalan untuk membuka pintu.

"Loh, Taehyung? Tumben gak bilang kalo mau dateng."

Jisoo heran melihat perawakan kekasihnya, terlebih lagi bersama kedua temannya dan satu orang asing.

"Aku bawa seseorang." Seraya tersenyum, Taehyung menyingkir dan mempersilakan orang itu maju.

"Jisoo ...?"

Jisoo terhenyak, serasa familiar tapi Jisoo tidak ingat. "Iya, saya sendiri, Bu, ada apa ya?" Jisoo melirik pada Taehyung, meminta penjelasan.

"Ini saya, Bi Cika, kamu ingat?"

Jisoo terdiam, mulai mencerna keadaan.

"Itu Bi Cica kamu loh, Ji, pengasuh kamu waktu kecil." Yoona datang dan merangkul Jisoo.

"Hah?" cengonya.

Tanpa sadar, air mata Jisoo turun begitu saja. Otaknya berusaha memutar banyak momen yang terlupakan tanpa ia tahu dan sadari bahwa ada momen seperti itu dalam benaknya. Seakan memori itu tersimpan dengan baik, dan siap keluar saat diwaktu yang ditentukan. Hal itu membuat kepala Jisoo begitu sakit dan pusing.

"Masuk, Bu Cika, kita ngobrol sambil duduk."

Bi Cika tersenyum. "Yoona sudah dewasa sekali sekarang."

Melalui pertemuan ini, Jisoo akhirnya mengetahui puzzle yang kosong dalam dirinya itu adalah Bi Cika. Dan sosok yang ia ingat itu bukan ibunya, melainkan Bi Cika. Yang merawatnya, mengasihinya, mengajari, dan membimbingnya, bahkan memberinya nama, adalah Bi Cika!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: a day ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Lovely \ VsooCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang