[BEBERAPA CHAPTER DIPRIVAT, FOLLOW SEBELUM MEMBACA]
Dipo Panji Tirtayasa adalah seorang anak geng sekolahan yang populer. Ia manis, suaranya bagus, pandai bermain gitar, jago bela diri, wangi, juga pecinta warna hitam. Cowok jangkung yang kerap kali...
Guys, maaf banget telat update. Baru tahu tadi kalau udah capai target. Jadi, buru-buru nulisnya. maaf atas beberapa kesalahan penulisan.
Guysss, i dunno, side story ini banyak yang suka atau nggak, soalnya yang komen tuh dikit banget (di luar dari spam next ya) kalau semisal gak begitu banyak antusiasnya terpaksa side story ini bakal aku perpendek chapternya dari rencana awalku.
padahal aku masih stay nulis di wattpad karena suka baca komennya, tapi ... ya gitu deh 😇
(terima kasih yaa buat yang selalu vote & komen, kalian semangatku)
400 vote & 5k komen for next chapter!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
• • •
03. SIDE STORY
"DIP, ndi?"
"Di jalan. Gue lagi nyetir, Dit."
Selepas pukul delapan malam, Dipo melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Wardana.
Setengah perjalanan yang ditempuh, ponselnya mengeluarkan dering yang mana nama Dita terpampang jelas di sana, membuat Dipo menarik ponselnya kemudian menggeser layar guna menjawab telepon tersebut.
Suara Dita dari seberang sana mulai memenuhi seisi mobil.
"Tolong kirimin gue mutasi yang kemarin ya, Dip."
"Lu nelpon gue cuma buat ini?"
"Nggak, gue juga sebenarnya mau nanya hasil belanjaan beberapa hari lalu udah dipakekan?"
Decakan kecil keluar dari bibir Dipo. "Iya, Dit. Kenapa dah?"