Bagian 15

4.1K 259 10
                                        

"By!"

"Ya Mi! Aku di dapur!"

Suara langkah kaki menuruni tangga terdengar setelahnya.

"By! Mami berangkat ya, ada meeting pagi. Papi nggak usah dibawain bekel soalnya nanti siang papi meeting."

Diba mengangguk menatap Maminya yang sedang mengenakan blazer. "Kamu berangkat sama Daffa kan?"

"Iya."

"Yaudah hati-hati ya, sini cium dulu."

Diba melangkah mendekati Maminya, menyalaminya dan mendapatkan satu kecupan di kening serta di kedua pipinya.

"Mami jangan lupa sarapan ya!" teriak Diba ketika Maminya sampai di pintu utama.

"Iya! Assalamualaikum! I love you by!"

Diba terkekeh. "Love you too Mi!"

Suara mobil Maminya terdengar, tak lama ganti suara klakson yang menandakan Maminya sudah pergi.

Diba menyalakan kompor dan mulai memasukkan bahan-bahan untuk nasi goreng. Sambil menunggu nasi gorengnya matang, tangannya bergerak mengambil cangkir untuk membuat kopi untuk sang papi.

"By!"

Diba menoleh dan mendapati papinya muncul dari ruang tengah.

"Kopi papi mana?"

"Ini, baru aja jadi." Diba menaruh kopi papinya di meja pantry.

Papinya tersenyum. "Makasih ya sayang."

"Sama-sama Papi." Tangan Diba bergerak cekatan memasukkan nasi goreng ke dalam kotak bekal.

"Yang satu lagi buat siapa?" tanya papinya saat ia meletakkan 2 kotak bekal di atas meja.

"Buat Daffa," jawab Diba santai lalu mengulurkan tangannya mengambil roti dan selai.

"Papi kira buat papi, kamu gitu ya sekarang mulai lupa sama Papi."

"Apaan deh Pi, nanti siang kan Papi meeting."

Papinya terkekeh dan mengusap kepalanya.

Diba melirik jam. "Pi, aku ganti baju dulu ya."

×

Diba memakai seragamnya dengan cepat, tak lupa menguncir rambut yang hampir mencapai pinggang setelah memakai lotion dan menyemprotkan parfum ia menyambar tas serta jaketnya.

Saat sampai di dapur gelas kopi papinya sudah di bak cuci piring.

"By! Papi berangkat! Assalamualaikum!" kemudian suara mobil terdengar menjauh.

Diba memasukkan kotak bekal ke dalam tasnya lalu mengolesi roti tawar dengan selai strawberry, ia menggigit roti di tangannya dan melangkah ke pintu utama.

"Kok lo udah di sini?" Diba berhenti saat melihat Daffa melangkah ke arahnya.

Daffa nyengir dan mengedikkan bahu. "Jalan sekarang yuk."

Diba memakai sepatunya cepat dan melangkah mengimbangi langkah Daffa.

Selesai mengunci pagar, Daffa menyerahkan helm pada Diba.

"Sini gue pakein aja," ucap Daffa saat melihat Diba buru-buru memakai jaket dengan mulut penuh roti.

"Thwanks."

Daffa tertawa kecil melihat wajah Diba. Matanya menulusuri wajah Diba, cewek di hadapannya hanya mengedip namun mampu membuatnya terpaku pada matanya. Binar mata Diba berbeda, yang terus membuatnya ingin menyelami mata itu.

Once Again Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang