08. Pleasant, Posh, Poor - Part 2

2.9K 374 59
                                        

G R I S E L D A

Aku langsung saja berbalik, berusaha menemukan jalan agar aku dapat menonton Shawn sedekat mungkin seperti tadi. Tapi tidak lama setelah menerobos kerumunan, lagu Shawn berhenti dan aku bahkan tidak melihatnya turun dari panggung.

Aku menghela napas kesal. Hanya karena Harry aku melewatkan satu lagu indah yang dibuatkan Shwan untukku dan sekarang aku harus menemukan Carter. Sialan, aku bahkan belum mengatakan pada Nina bahwa aku akan pergi. Harry mempersulit semua—

"Hey!" Shawn mengejutkanku dengan menyelip di kerumunan. "Ayo keluar dari sini," ia menarikku dengan cara yang sama seperti Harry tadi, namun lebih pelan dan lembut.

"Jadi...bagaimana menurutmu?" Tanyanya setelah kami dapat menghirup udara yang tidak membuat kami sesak.

"Maksudmu..."

"Lagunya!" Shawn meluruskan pikiranku. Ya ampun, apa yang baru saja kupikurkan?

"Aku sangat menyukainya! Sungguh. Kau sangat berbakat. Kalau bisa, aku ingin mendengarnya lagi," karena tadi aku tidak sepenuhnya memperhatikanmu.

"Aku bisa merekamnya di studio dan memberikannya padamu jika kau mau," tawarnya.

"Kau serius?"

"Ya tentu. Itu tidak sulit," ia tersenyum lenbar. "Kau benar-benar mendengarkannya?" Tanyanya masih tak percaya.

"Iya, Shawn," ulangku. "Tidakkah kau lihat gadis-gadis itu menjadi liar karenamu?"

Shawn tertawa. "Aku melihatmu seklilas lalu kerumunan seolah menenggelamkanmu, apa kau ingin jalan—"

"Griselda," panggil suara yang ada di belakangku. Aku berbalik dan lagi, menemukan Harry. "Kau tidak sesuai ucapanmu," dengusnya.

"Aku bahkan tidak melihat Carter."

"Karena tempat ini begitu luas dan mengapa kau tidak pergi ke parkiran?"

"Karena aku tidak tau dimana kau memarkirkan mobilmu?" Balasku tidak mau kalah.

"Ayo pergi sekarang," perintahnya.

"Gris, kau tau orang ini?" Tanya Shawn tak menghilangkan raut wajah bingung yang ia tunjukkan sejak Harry datang.

"Y-ya," kataku ragu selagi melihat Harry yang nyaris memutar matanya.

"Well, lain kali katakan padanya tidak perlu memakai tuxedo hanya untuk ke fetiva—"

"Excuse me?" Potong Harry dengan wajah kesal. Aku yakin darahnya sudah naik ke ubun-ubun. "Tapi acara ini tidak berkelas sama sekali dan aku hendak membawa Griselda pergi dari sini."

"Shawn—"

"Griselda," potong Harry saat aku hendak meminta maaf pada Shawn. Aku menunjukkan wajah bersalah pada Shawn serta menggumamkan kata maaf sebelum mengikuti Harry yang berjalan ke arah parkiran.

Jarak panggung dan parkiran cukup jauh dan Harry membuatnya lebih dekat dengan berjalan sangat cepat. Pandangku menunjukkan Carter yang berdiri tegap di dekat pintu penumpang mobil. Ia segera membukanya ketika melihat kami berdua. Harry masuk dan aku mengikutinya.

"Bisakah kau lebih sopan lain kali?" Kataku pada Harry, kesal karena perlakuannya pada Shawn tadi.

"Bisakah kau lebih patuh lain kali?" Balasnya tak kalah ketus.

Escort [Harry Styles]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang