A/N: Double updates. Make sure you have read the previous chapter (Recovery - Part 2)
"She's fallen from grace.
She's all over the place."
- Avril Lavigne
G R I S E L D A
"Mereka akan sampai sebentar lagi," umum Shawn setelah ia melihat ponselnya.
"Kenapa kau tidak menjemput mereka?" Tanyaku selagi duduk di depan oven, menunggu agar ayam itu matang sepenuhnya. Sebenarnya, aku bisa saja menggunakan timer, tapi aku ingin menghindari momen-momen kaku jika aku atau Shawn kehabisan bahan pembicaraan.
"Nah, mereka lebih suka tersesat dan berkeliling sebentar."
Aku tertawa, "mereka suka berpetualang kalau begitu."
"Mmm—kurasa itu bukan kata yang tepat," Shawn mengerutkan alis, "entahlah. They are what they are."
Sudah waktunya aku mengeluarkan ayam itu dari oven. Aku meletakannya di atas counter dapur untuk didinginkan. Beberapa saat kemudian, ada suara ketukan dari pintu. Aku menoleh ke arah Shawn dan melihatnya berlari ke pintu.
"Mom! Dad!"
"Oh, my sweet boy!"
"We miss you so much, son."
"Ah, I miss you guys as well."
Kata-kata manis lainnya dilontarkan dan aku merasa Shawn mendapatkan pelukan yang sangat erat di depan sana. Beberapa 'sayang' dan 'rindu' kemudian, mereka memasuki ruang tamu yang tersambung dengan dapur. Aku memberi mereka senyuman yang hangat dan Shawn langsung mengenalkanku.
"Mom, Dad, ini Griselda. Gris, ini ibuku, Karen dan ayahku, Manuel."
"Hi! Gris saja. Senang bertemu dengan kalian," aku menjabat tangan mereka satu per satu.
"Yeah, yeah. You, too," ayah Shawn mengangguk dan mereka duduk di sofa. Aku melihat Shawn sibuk memindahkan koper-koper yang orang tuanya bawa. Disitulah aku sadar bahwa sebenarnya ruang apartemen Shawn lebih luas dari padaku. Ia ternyata memiliki dua kamar, sedangkan aku hanya satu.
"Kau memasak untuk kami? How lovely!" Ayah Shawn yang memperhatikanku dari sofa berseru.
Aku menoleh, "ini idenya Shawn. Ia sangat senang kalian datang."
"Apa kau butuh bantuan?" Ibu Shawn mendekatiku yang sedang sibuk dengan kentang tumbuk.
"Tidak, aku bisa melakukannya. Kau pasti lelah. Duduklah, sebentar lagi akan siap," jawabku.
"Terima kasih, sayang," ia mencium pipiku dan membuatku terkejut. Oke, aku pikir.
"Jadi, kau pacarnya Shawn?" Ayah Shawn kembali bertanya.
"Oh, bukan! Kami hanya berteman," jawabku, dengan hati-hati memindahkan kentang tumbuk dan kacang panjangnya ke meja makan.
"Yeah," Shawn mengklarifikasi lalu membantuku memindahkan ayam panggangnya, "dia tinggal di sebelah."
Kami berdoa lalu makan bersama. Aku duduk di sebelah Shawn, di hadapan ibunya. Mereka banyak bertanya tentangku, dari mana asalku dan dimana aku tumbuh, apa yang kulakukan dan hal-hal lainnya. It's kinda nice, you know. Aku dapat menjawabnya untuk diriku sendiri tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Aku tidak mempunyai apapun untuk disembunyikan dan aku berkata jujur.
KAMU SEDANG MEMBACA
Escort [Harry Styles]
Fiksi PenggemarWhen you got paid just to accompany a young, handsome, and rich businessman. ------- Completed // Written in Bahasa WARNINGS | Sexual Content | Strong Language | Use of Alcohol | Violence copyright © 2016-2018 livelifeloveluke. All rights reserved.
![Escort [Harry Styles]](https://img.wattpad.com/cover/70546017-64-k734277.jpg)