17. More than Anyone Else

3K 344 173
                                        

G R I S E L D A

Hari berikutnya berbanding terbalik dengan kemarin. Tidak ada kelas, tidak ada shift di Fiona's, tidak ada hal yang kulakukan hari ini. Harry terburu-buru pergi ke kantor setelah aku membuatkannya sarapan dan ya, Mrs. Thomson belum menunjukkan batang hidungnya sama sekali.

Setelah merasa cukup bosan dengan buku yang kupinjam dari perpustakaan kemarin, aku memutuskan untuk berkeliling. Walau sudah satu bulan lebih aku berada disini, yang kusinggahi hanyalah ruang tamu, kamar Harry, kamarku, dapur dan ruang makan, ruang kerja, dan taman belakang hanya untuk keluar dari rumah.

Di dekat taman, ada sebuah gym. Aku bisa mengatakannya karena dindingnya dipasang kaca. Kemudian ada tiga ruangan lainnya yang tidak kuketahui. Aku yakin mereka adalah kamar tamu. Rumahnya hanya satu tingkat, dengan basement; dipakai Harry sebagai gudang.

Aku menemukan perabotan lainnya yang dipecahkan Harry dua hari yang lalu, dan itu merupakan sebuah patung kaca yang tidak pernah aku perhatikan ada di dekat rak ruang tamu. Dan itu juga membuatku tersadar, pecahan vas kemarin belum kubereskan. Aku mengambil sapu dan sekop, membersihkan vas, barulah aku beralih ke patung tersebut. Setelahnya, aku berlutut di lantai dengan selotip agar setiap butiran halusnya menempel dan tidak bertebaran di lantai.

"Griselda?" Suara Harry yang. baru pulang memenuhi ruangan. Aku bertaruh ia bingung dimana aku berada.

"Aku disini!" Teriakku walau aku tahu ia tidak mengerti dimana 'disini' berada. "Kau sudah pulang?"

"Ya—apa yang kau lakukan?" Harry menyentuh bahuku untuk memperjelas penglihatannya. "Tolong jangan bersihkan itu. Biarkan aku saja."

"Aku oke."

"Jangan," Harry menunduk dan menyingkirkan tanganku. "Kau bisa terluka."

"Okay," aku mengalah lalu berdiri dan melihat Harry membereskan sisa pecahan patungnya. "Kau pulang cepat hari ini."

"Siapa yang akan memecatku?"

"A—aku—ma—maksudku—"

Harry terkekeh, "aku selalu bisa bekerja dari rumah dan aku punya bawahan, Griselda."

"Tentu kau punya," aku menertawai diri sendiri. Bodohnya aku.

"Melakukan sesuatu sore ini?"

Rencanaku sore ini? Biasanya aku bekerja di Fiona's atau mengerjakan tugas kuliah. Jika keduanya tidak kulakukan, pasti aku sedang bertengkar denganmu, Styles jadi kita tidak pernah bicara. "Entahlah."

"Ayo jalan-jalan."

"Jalan-jalan?" Aku mengulangnya tidak percaya. Harry bukanlah tipe orang yang suka berjalan-jalan atau bahkan membuang waktu hanya untuk bernapas—setidaknya itu yang aku tahu.

"Udara segar. Menenangkan pikiran."

"Denganku?"

"Ya. Kau sungkan?" Harry berdiri, ia mengumpulkan semua sampah di dalam sekop, bersiap untuk membuangnya.

"Tentu tidak," aku menggelengkan kepala. "Aku akan ganti baju."

"Yeah, sure," ia mengangguk dan berjalan untuk membuang sampah. "Griselda?"

Escort [Harry Styles]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang